17 Oktober 2020 | Dilihat: 266 Kali
Warga Masyarakat Batam Keluhkan
Lalu Lalang Alat Berat Kerap Bikin Macet Arus Lalu Lintas dan Makan Korban
noeh21
 

Oleh: IPOEL SOERJADI

HiTVBERITA.com Batam Kepri|| Kota Batam merupakan salah satu kota yang yang sudah dikenal dari dulu sejak wilayah tersebut dibangun oleh mendiang BJ Habibie sebagai pusat  bisnis,  industri dan pariwisata.

Banyak pembenahan pembenahan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Batam yang telah dilakukan dan bahkan tengah berjalan saat ini.
 

Kota yang langsung berhadapan di dua negara antara Singapura dan Malaysia tersebut, memposisikan memiliki potensi pads titik strategis bisnis mulai dari sentra bisnis electonik, galangan kapal serta sektor pariwisatanya yang tidak kalah dengan yang ada di dua negara tetangga tersebut.
 

Dengan demikian Kota Batam menjadi magnet bagi warga lainnya yang datang dari luar wilayah Batam,  menjadi penduduk yang menetap secara permanen atau karena penugasan baik yang bekerja  di perkantoran, pabrik maupun yang bekerja di galangan kapal.
 

Namun, seiring dengan kondisinya Kota Batam saat ini, ternyata banyak para pekerja yang  mengeluh dalam perjalanan saat pulang maupun pergi dalam menjalankan kegiatan bekerja. dikarenakan jalan selalu macet yang disebabkan oleh lalu- lalang alat-alat berat yang hilir mudik dengan mengabaikan keselamatan dan keamanan pengguna lalu-lintas lainnya.
 

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Intelejen dan Investigasi Dewan Pimpinan Provinsi Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia  (DPP-LPPNRI)  Kepri, Agustiar, saat ditemui HITVBERITA, di Kota Batam.


Disebutkan oleh Agustiar bahwa dalam kurun waktu mulai Oktober 2019 hingga Oktober 2020, berdasarkan pantauan pihaknya banyak kasus kecelakaan yang memakan korban yang  terjadi di Jl. Gajah Mada,  khususnya yang terjadi di tanjakan shoutlink hingga Tiban Kampung.
 

Semua itu disebabkan oleh kendaraan alat berat yang melintas di Jalan Raya, ketika warga masyarakat pengguna jalan lakukan aktifitas akan berangkat maupun pulang kerja.
 

Atas aturan berlalu lintas yang semrawut tersebut yang akhirnya menjadi sebab terjadinya insiden hingga memakan korban jiwa.
 

Warga masyarakat pengguna jalan pun berharap, agar dinas terkait Pemko Batam dan juga petugas satuan lalu lintas Polresta Barelang, perlu menerapkan pengaturan jam operasional kendaraan alat alat berat yang beroprasi di jalan raya agar tidak bersamaan dengan jam aktifitas berangkat maupun pulang para kaum pekerja.
 

"Sebaiknya kepada dinas terkait perlu memberlakukan jam opersional  pada waktu waktu tertentu, misalnya mulai pagi jam 06.00 hingga jam 09.00 WIB, semua alat berat dilarang melalui Jalan Gajahmada, begitu juga saat sore hari mulai Pukul 16.00 hingga 19.00 WIB," ujar Agustiar.
 

"Dan diluar jadwal itu, sepertinya tak masalah, setidaknya cara tersebut bisa menghambat dan menurunkan angka lakalantas di Kota Batam," sambungnya.
 

Agustiar juga menyayangkan kemajuan yang sudah dicapai Kota Batam tersebut tidak diimbangi oleh kinerja aparat terkait dalam menjalankan pengaturan berlalu lintas, sehingga warga masyarakat pengguna jalan raya menjadi was-was saat berkendara karena harus bersamaan dengan kendaraan  jenis besar, yang sangat berpotensi terjadinya kecelakaan.
 

Agustiar berharap aparat terkaiit dapat segera mensosialisasikan  aturan yang diinginkan warga, agar pengusaha yang memiliki alat berat tersebut bisa memahami keluhan warga pengguna jalan yang berharap ketika tengah berlalu lintas di jalan raya terjaga keselamatannya.
 

"Dengan demikian secara otomatis semua pengguna jalan raya akan merasa aman juga nyaman," tutupnya.
 

Laporan:
Redaksi Kepri

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077