Berita  

Raih Peringkat Kedua di Jabar, Purwakarta Masuk 30 Besar Tingkat Gemar Membaca secara Nasional

https://hitvberita.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240715-WA0452-1.jpg

PURWAKARTA | Prestasi membanggakan kembali diukir Kabupaten Purwakarta. Daerah yang sangat dikenal dengan produk kuliner Sate Maranggi itu berhasil menyabet peringkat tertinggi kedua tingkat gemar membaca (TGM) di Jawa Barat. Peringkat itu hanya kalah dari Kota Bandung yang merupakan ibu kota Jawa Barat.

Dari 18 kabupaten dan 9 kota di seluruh Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Purwakarta berada pada peringkat kedua tingkat gemar membaca (TGM) dengan skor nilai 68,70. Angka itu hanya kalah dari Kota Bandung yang memiliki skor nilai 73,63.

“Tingginya nilai minat baca itu menunjukan masyarakat Purwakarta sangat terbuka dan haus akan informasi dan ilmu pengetahuan. Itu modal dasar yang luar biasa dalam membangun karakter manusia sebagai subyek pembangunan dan peradaban,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta, Asep Supriatna, pada Selasa, 25 Juni 2024.

Selain menempati peringkat yang sangat tinggi di Jabar, Purwakarta juga masuk dalam peringkat TGM 30 besar kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Berdasarkan data yang diterbitkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Tingkat Gemar Membaca (TGM) dari 514 kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, Kabupaten Purwakarta berada di peringkat 29 jajaran daerah dengan angka TGM tertinggi.

Sementara, dari 30 daerah kabupaten/kota berperingkat tertinggi secara nasional tersebut, 24 diantaranya adalah daerah kota, dengan pemuncak peringkat adalah Kota Yogyakarta.

Data dari Perpusnas RI tersebut juga menunjukkan, diantara daerah kabupaten yang masuk dalam peringkat tertinggi TGM secara nasional, maka Purwakarta masuk peringkat enam besar dibawah Kabupaten Sleman, Kebumen, Tana Tidung, Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Belitung.

“Itu tentu merupakan prestasi luar biasa yang berhasil diukir masyarakat Purwakarta. Kondisi ini sekaligus membuktikan Pemkab Purwakarta berada pada jalur yang tepat dalam membangun sumber daya manusianya,” ujar Asep.

Penjabat Bupati Kabupaten Purwakarta, Benni Irwan mengapresiasi tinggi terhadap prestasi tersebut. Melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Purwakarta, Rudi Hartono, Pj Bupati meminta agar keberhasilan itu bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Itu sekaligus membuktikan keberhasilan dari kerja keras jajaran Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) bersama Dinas Pendidikan dalam membangun sumber daya manusia Kabupaten Purwakarta. Prestasi ini sangat layak diapresiasi,” kata Rudi Hartono.

Menurut Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Purwakarta, indikator suatu daerah memiliki angka TGM yang tinggi ditentukan banyak faktor meliputi, frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah buku, dan durasi akses internet.

“Banyaknya akses untuk membaca harus bisa digunakan secara positif untuk membuka wawasan dan ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Tingginya tingkat kegemaran membaca, lanjut Asep Supriatna, juga bisa ditunjukan melalui tingginya angka kunjungan ke pusat-pusat sumber informasi dan ilmu pengetahuan, seperti Perpustakaan Daerah (Perpusda) Purwakarta.

Data tahun 2023 menunjukan, jumlah pengunjung ke Perpusda Purwakarta mencapai 33.399 orang. Jumlah pengunjung itu diperkirakan akan terlampaui pada tahun 2024, mengingat jumlah pengunjung dalam enam bulan pertama (Januari-Juni 2024) sudah mencapai 20.066 orang.

“Data itu memberikan bukti bahwa pusat-pusat informasi dan ilmu pengetahuan menjadi salah satu tujuan masyarakat untuk meningkatkan kapasitasnya. Kondisi ini tentu harus kita tingkatkan,” paparnya.

Untuk terus meningkatkan ketertarikan masyarakat mengunjungi perpusatakaan, pihak Disarpus Purwakarta telah menyiapkan sejumlah langkah, diantaranya dengan menambah dan memperbarui koleksi media informasi, seperti buku, akses digital informasi, penambahan jam layanan perpustakaan dan lainnya.

“Kita juga melakukan jemput bola agar minat baca masyarakat terus terpelihara dan makin meningkat. Caranya adalah dengan menambah frekuensi perpustakaan keliling hingga ke pelosok desa,” pungkasnya.

(Raffa christ manalu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *