Dewan Buruh Pelabuhan: Situasi Ekonomi Global Bergejolak, Pemerintah Dinilai Masih Terkendali
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
- print Cetak

Koordinator Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia, Muhamad Riyadh, tegaskan ekonomi yang terjadi saat ini tidak terlepas dari situasi global, termasuk konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada lonjakan harga energi dunia. (dok/foto/Edo)
KONDISItersebut, menurut Riyadh, merupakan fenomena yang lazim terjadi di pasar keuangan global ketika muncul ketidakpastian geopolitik.
“Dalam situasi konflik internasional, biasanya muncul skenario risk aversion atau penghindaran risiko. Investor cenderung meninggalkan aset berisiko dan beralih ke aset yang dianggap lebih aman seperti dolar AS,” ujarnya.
Ia menilai penguatan dolar AS dalam kondisi tersebut juga berkaitan dengan kenaikan harga energi global. Ketika harga minyak mentah Brent menembus lebih dari US$100 per barel, permintaan terhadap dolar AS biasanya meningkat karena transaksi energi global umumnya menggunakan mata uang tersebut.
Meski demikian, Riyadh menyebut pelemahan rupiah tidak selalu berdampak negatif. Dalam beberapa sektor, kondisi tersebut justru dapat meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia.
“Nilai tukar dolar yang tinggi bisa memberi keuntungan bagi produk ekspor Indonesia. Selain itu, kondisi ini juga dapat mendorong penggunaan produk dalam negeri dibandingkan barang impor,” kata dia.
Di sisi lain, Dewan Buruh Pelabuhan juga menyoroti berbagai polemik yang muncul terhadap sejumlah program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan pemerintah.
- Penulis: Redaksi




Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.