Selasa, 20 Okt 2026
dark_mode

Deklarasi Perang Narkoba di Kepri: Komitmen atau Sekadar Seremoni?

  • account_circle AYS Prayogie
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • print Cetak

Deklarasi perang terhadap narkoba antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan pengusaha tempat hiburan malam (THM) di Kepulauan Riau menyisakan satu pertanyaan penting: apa yang terjadi setelah deklarasi?

BATAM, HITV — Pertanyaan itu muncul karena perang terhadap narkoba tidak ditentukan oleh seberapa sering komitmen diucapkan, melainkan oleh seberapa konsisten aparat mengawasi, menelusuri informasi, membongkar jaringan, dan menindak pelaku berdasarkan hukum.

Ketua DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kepri, Ismail Ratusimbangan, meminta deklarasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Jangan sampai deklarasi hanya menjadi acara seremonial. Harus ada tindakan nyata dan pengawasan serius,” ujar Ismail.

Menurut Ismail, persoalan narkoba di Kepri terlalu serius jika penanganannya hanya bertumpu pada kegiatan deklaratif. Apalagi, narkotika merupakan kejahatan yang tidak mengenal batas ruang, termasuk tempat hiburan malam.

Karena itu, ia menilai pemberantasan narkoba harus ditempatkan sebagai tanggung jawab bersama. Pengusaha THM memang memiliki kewajiban memastikan tempat usahanya tidak menjadi ruang penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Namun, kewajiban tersebut tidak dapat dipisahkan dari fungsi pengawasan dan penegakan hukum oleh aparat.

“Narkoba itu barang terlarang di republik ini, bukan hanya di tempat hiburan malam. Semua pihak harus ikut mengawasi,” katanya.

Pertanyaan yang Belum Terjawab

Di sinilah persoalan yang menurut Ismail perlu dibuka secara lebih terang.

Jika lingkungan THM selama ini disebut menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian dalam persoalan narkoba, mengapa deklarasi baru digencarkan sekarang?

Apakah sebelumnya tidak ada informasi? Apakah pengawasan sudah dilakukan tetapi belum efektif? Atau justru diperlukan momentum baru untuk memperkuat koordinasi antarinstansi?

“Kalau memang sudah diketahui menjadi persoalan bertahun-tahun, kenapa baru sekarang dilakukan deklarasi?” ujar Ismail.

Pertanyaan tersebut bukan semata-mata mempertanyakan acara deklarasinya. Lebih jauh, Ismail mempertanyakan efektivitas sistem pengawasan yang telah berjalan selama ini.

Sebab, jika sebuah persoalan berlangsung lama, publik tentu tidak hanya membutuhkan pernyataan komitmen. Publik juga berhak mengetahui apa yang telah dilakukan, apa hasilnya, serta langkah apa yang akan ditempuh setelah komitmen itu dibuat.

Jangan Hanya Menunggu Kasus Menjadi Viral

Ismail juga mengingatkan agar penegakan hukum tidak bergerak hanya setelah sebuah dugaan perkara menjadi perhatian publik.

Informasi mengenai dugaan peredaran narkoba, sepanjang memiliki dasar dan dapat dipertanggungjawabkan, menurut dia, semestinya diverifikasi dan ditindaklanjuti secara profesional sesuai ketentuan hukum.

Dalam konteks ini, transparansi menjadi penting. Bukan berarti seluruh proses penyelidikan harus dibuka kepada publik, tetapi masyarakat perlu melihat bahwa setiap komitmen pemberantasan narkoba memiliki tindak lanjut yang jelas.

Penindakan pun harus berbasis bukti. Tidak boleh ada pihak yang dihukum hanya karena tuduhan, tetapi tidak boleh pula informasi yang kredibel diabaikan tanpa alasan yang jelas.

Prinsip itulah yang, menurut Ismail, harus menjadi pijakan dalam perang terhadap narkoba.

THM Bukan Satu-satunya Titik

Ismail juga menolak jika pemberantasan narkoba hanya diarahkan kepada pengusaha tempat hiburan malam.

Menurut dia, menjadikan THM sebagai satu-satunya titik perhatian justru berpotensi menyederhanakan persoalan. Jaringan narkotika bekerja melalui rantai yang lebih luas, mulai dari pemasok, pengedar, kurir hingga pengguna.

Karena itu, pengawasan terhadap THM harus berjalan bersamaan dengan pengungkapan jaringan yang berada di belakang peredaran narkoba.

Pengelola tempat hiburan wajib memastikan tempat usahanya tidak menjadi ruang transaksi narkotika. Pada saat yang sama, aparat harus mampu memburu sumber pasokan dan jaringan distribusinya.

Dengan pendekatan tersebut, pemberantasan narkoba tidak berhenti pada penangkapan pengguna atau pelaku lapangan, tetapi bergerak menuju aktor yang mengendalikan peredarannya.

Setelah Deklarasi, Apa Ukurannya?

Pertanyaan berikutnya menjadi lebih sederhana: apa indikator keberhasilan deklarasi itu?

Apakah akan ada peningkatan pengawasan di THM? Apakah laporan masyarakat akan ditindaklanjuti lebih cepat? Apakah pemeriksaan dilakukan secara berkala? Apakah jaringan pemasok akan diburu? Dan yang paling penting, apakah ada evaluasi terbuka mengenai hasil komitmen tersebut?

Bagi Ismail, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih penting dibandingkan seremoni deklarasi itu sendiri.

Sebab, perang terhadap narkoba tidak selesai dalam satu acara. Ia membutuhkan kerja yang panjang, konsisten, dan terukur.

“Kalau ada pihak yang mengingkari komitmen, harus ditindak tegas. Jangan hanya ramai saat deklarasi, tetapi kembali senyap setelah acara selesai,” katanya.

Pada akhirnya, deklarasi hanya sebuah janji.

Yang akan menentukan apakah perang terhadap narkoba benar-benar dimulai adalah tindakan setelah janji itu diucapkan.

Dan publik kini menunggu jawabannya.

 

Editor: AYS
Sumber: HITV Batam

  • Penulis: AYS Prayogie

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bulan Dana PMI 2025, Bupati Garut Dorong Semangat Kepedulian Bersama

    Bulan Dana PMI 2025, Bupati Garut Dorong Semangat Kepedulian Bersama

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • 0Komentar

    Penulis: Kang Aden Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mencanangkan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Garut Tahun 2025. Pencanangan itu berlangsung pada apel gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (8/9/2025). HITVBERITA.COM | Garut — Dalam sambutannya, Bupati mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) serta masyarakat ikut serta […]

  • Dukung Pembinaan Generasi Muda, Bhabinkamtibmas Ikuti Pesta Siaga Lingga 2025

    Dukung Pembinaan Generasi Muda, Bhabinkamtibmas Ikuti Pesta Siaga Lingga 2025

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Lingga – Bhabinkamtibmas Desa Kelumu, Brigpol Ahmad Nurhidayat, menghadiri Pesta Siaga Kuartir Ranting Kecamatan Lingga Tahun 2025 yang digelar di Pantai Armifa, Desa Persiapan Cempaka, Dusun Malar, Sabtu (15/11/2025). Kehadiran aparat kepolisian ini menjadi bentuk dukungan Polri terhadap pembinaan generasi muda melalui kegiatan Pramuka. Kapolres Lingga AKBP Dr. P.M. Nababan melalui Kapolsek Daik […]

  • Wakil Bupati Belitung Tinjau Kerusakan Jalan dan Saluran Air di Kawasan Pasar Hatta

    Wakil Bupati Belitung Tinjau Kerusakan Jalan dan Saluran Air di Kawasan Pasar Hatta

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • 2Komentar

    Pemerintah Kabupaten Belitung Menindaklanjuti Keluhan Masyarakat Dengan Melakukan Peninjauan Langsung Terhadap Kerusakan Badan Jalan Dan Saluran Air Di Kawasan Pasar Hatta, Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan, Pada Rabu (7/5/2025) Sore. HITVBERITA.COM | Belitung— Peninjauan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Belitung, Syamsir, S.I.Kom, didampingi sejumlah pejabat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Bappeda, serta […]

  • Masih Berkeliaran di Purwakarta, Polisi di Didesak Segera Tangkap Pelaku Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil

    Masih Berkeliaran di Purwakarta, Polisi di Didesak Segera Tangkap Pelaku Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • 0Komentar

    Dalam dua bulan terakhir, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat di gemparkan dengan aksi pencurian dengan modus operandi pecah kaca mobil. Diduga, oknum-oknum pelaku pencurian tersebut masih berkeliaran di wilayah hukum Polres Purwakarta. Aparat kepolisian setempat pun diminta segera melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian yang meresahkan warga masyarakat Purwakarta tersebut. Foto diatas:saat Komisioner KPU Purwakarta, Oyang Este […]

  • 200 Bibit Kelapa ditanam di Lahan SAE Lapas Tanjungpandan  “Kolaborasi Lapas & Kanim”

    200 Bibit Kelapa ditanam di Lahan SAE Lapas Tanjungpandan “Kolaborasi Lapas & Kanim”

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Belitung Info Pas – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas Kelas IIB Tanjungpandan menggelar kegiatan penanaman pohon kelapa sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Selasa (9/9/2025). Kegiatan ini merupakan Kolaborasi bersama Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan dilaksanakan di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas dengan dengan menanam 200 bibit Kelapa […]

  • Respons Cepat Polisi dan Warga Evakuasi Pohon Tumbang, Akses Jalan di Desa Lanjut Kembali Normal

    Respons Cepat Polisi dan Warga Evakuasi Pohon Tumbang, Akses Jalan di Desa Lanjut Kembali Normal

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • 0Komentar

    Respons cepat personel Polsek Dabo Singkep bersama Pemerintah Desa Lanjut, pihak swasta, dan masyarakat berhasil mengembalikan akses Jalan Raya Lanjut yang sempat lumpuh akibat pohon tumbang diterjang cuaca ekstrem. LINGGA, HITV– Pohon berukuran besar itu tumbang sekitar pukul 18.45 WIB, pada Selasa malam (14/7/2026), akibat diterpa angin kencang yang disertai gelombang pasang yang melanda wilayah […]

expand_less