Rabu, 14 Okt 2026
dark_mode

Dari Dua Bintang Emas ke Secangkir Kopi Pagi, Ki Asep Kuswani Merawat Makna Kepemimpinan

  • account_circle AYS Prayogie
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • print Cetak

Selepas purnabakti dari dunia ketentaraan, Mayjen TNI (Purn.) Asep Kuswani tetap menekuni kehidupan dengan kesederhanaan. Di antara secangkir kopi, hasil kebun, dan kebersamaan keluarga, ia merawat refleksi tentang kepemimpinan: hadir untuk rakyat, menjaga amanah, serta meninggalkan jejak kebaikan.

RANCAEKEK, HITV — Pagi yang cerah, secangkir kopi dengan gula aren, serta rebusan ubi dan singkong hasil kebun menjadi bagian sederhana dari keseharian Ki Asep Kuswani. Di tengah suasana yang tenang, ia menikmati waktu bersama sang istri, sembari menuangkan pikiran dan pengalaman hidup ke dalam tulisan.

Bagi sebagian orang, masa purnabakti mungkin menjadi waktu untuk sepenuhnya beristirahat setelah puluhan tahun menjalani rutinitas pekerjaan. Namun, bagi Mayjen TNI (Purn.) Asep Kuswani, kehidupan setelah meninggalkan dinas ketentaraan justru menjadi ruang untuk terus berkarya, berbagi pandangan, dan menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang dianggap penting bagi masyarakat.

Purnawirawan perwira tinggi TNI dengan pangkat terakhir dua bintang emas itu tidak melupakan pelajaran yang pernah diperolehnya selama menjalani pendidikan dan pengabdian di lingkungan militer. Salah satu yang terus melekat dalam pemikirannya adalah kepemimpinan—sebuah tanggung jawab yang, menurut dia, tidak semata-mata ditentukan oleh pangkat, jabatan, atau kewenangan, melainkan oleh kemampuan memahami dan melayani orang-orang yang dipimpin.

Pemikiran tersebut ia tuangkan dalam sebuah tulisan reflektif berjudul “Jadilah Pemimpin yang Dicintai Rakyat”. Tulisan itu menjadi semacam perenungan tentang arti kepemimpinan yang sesungguhnya, sekaligus ajakan bagi siapa pun yang memegang amanah agar tidak kehilangan kedekatan dengan masyarakat.

Menemukan Makna Kepemimpinan dalam Kesederhanaan

Di sela-sela aktivitas kesehariannya, Ki Asep memandang kepemimpinan bukan sekadar teori yang dipelajari di ruang pendidikan atau konsep yang dibicarakan dalam forum resmi. Kepemimpinan, dalam pandangannya, merupakan nilai yang harus diwujudkan melalui sikap, keputusan, dan tindakan nyata.

Ia menilai, tidak sedikit orang bercita-cita menduduki posisi sebagai pemimpin. Namun, keinginan untuk memperoleh jabatan semestinya diiringi pemahaman mengenai tanggung jawab yang menyertainya.

Bagi Ki Asep, pemimpin sejati bukanlah sosok yang hanya menikmati kewenangan dari balik meja atau terpaku pada kebesaran jabatan. Pemimpin harus bersedia hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan, memahami kebutuhan, serta mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapi rakyat.

Gagasan itu berangkat dari prinsip sederhana: kekuasaan bukan tujuan akhir, melainkan amanah yang harus digunakan untuk memberikan manfaat.

Pemikiran tersebut terasa relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ketika masyarakat menaruh harapan besar kepada para pemimpin agar mampu menghadirkan kebijakan yang adil, pelayanan yang berkualitas, dan solusi nyata atas berbagai persoalan.

Empat Nilai yang Menjadi Fondasi Pemimpin

Dalam refleksinya, Ki Asep menggarisbawahi empat nilai utama yang menurutnya perlu dimiliki seorang pemimpin agar memperoleh kepercayaan dan kecintaan masyarakat.

Pertama, memahami rakyat yang dipimpin. Seorang pemimpin tidak boleh terputus dari realitas kehidupan masyarakat. Ia perlu turun langsung, mendengarkan aspirasi, memahami kesulitan warga, dan memastikan bahwa kebijakan yang dibuat benar-benar menjawab kebutuhan mereka.

Kedekatan dengan masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kedekatan harus tercermin dalam kesediaan mendengar dan keberanian mengambil keputusan berdasarkan persoalan nyata di lapangan.

Kedua, menjunjung kejujuran dan amanah. Kepercayaan masyarakat merupakan modal penting dalam kepemimpinan. Karena itu, seorang pemimpin harus mampu menjaga integritas, menepati janji, bersikap transparan, dan tidak menyalahgunakan jabatan demi kepentingan pribadi maupun kelompok.

Menurut pandangan Ki Asep, kekuasaan pada akhirnya akan berakhir. Namun, cara seseorang menjalankan amanah akan terus diingat dan menjadi ukuran bagi masyarakat dalam menilai kepemimpinannya.

Ketiga, rendah hati dan tidak terjebak dalam kesombongan jabatan. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menjaga sikap. Pemimpin yang baik tidak menempatkan dirinya sebagai sosok yang jauh dari rakyat, tetapi tetap membuka ruang komunikasi dan menghargai setiap orang.

Kerendahan hati, dalam pandangan ini, bukanlah tanda kelemahan. Sebaliknya, sikap tersebut menunjukkan kedewasaan dalam menggunakan kewenangan dan kesadaran bahwa keberhasilan kepemimpinan tidak mungkin dibangun seorang diri.

Keempat, berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Pemimpin harus memiliki keteguhan untuk mengambil sikap berdasarkan prinsip yang benar, bukan semata-mata mengikuti kepentingan pihak yang memiliki kekuatan atau kekayaan.

Keberpihakan kepada keadilan berarti melindungi hak masyarakat, memberikan perlakuan yang setara, dan memastikan bahwa kelompok yang lemah tidak kehilangan ruang untuk memperoleh perlindungan.

Keempat nilai itu, menurut Ki Asep, merupakan bagian dari fondasi yang dapat memperkuat hubungan antara pemimpin dan rakyat. Kepemimpinan yang baik tidak dibangun melalui rasa takut, melainkan melalui kepercayaan yang tumbuh dari tindakan nyata.

Ki Asep Kuswani purnawirawan perwira tinggi TNI dengan pangkat terakhir dua bintang emas itu tidak melupakan pelajaran yang pernah diperolehnya selama menjalani pendidikan dan pengabdian di lingkungan militer. (Dok/Foto/Yogi)

Purnabakti Bukan Akhir dari Pengabdian

Bagi seorang prajurit yang telah melewati perjalanan panjang dalam kedinasan, purnabakti menandai berakhirnya masa tugas formal. Namun, nilai pengabdian tidak harus berhenti bersama berakhirnya masa dinas.

Dalam kehidupan Ki Asep, pengalaman masa lalu menjadi bekal untuk terus menyumbangkan pemikiran. Ia memanfaatkan waktu luang untuk merenung, menulis, dan menyampaikan pandangan mengenai kehidupan sosial, kebangsaan, serta kepemimpinan.

Kebiasaan sederhana menikmati kopi pagi sembari menulis memperlihatkan sisi lain dari sosok yang pernah mengemban tanggung jawab dalam lingkungan militer. Di luar atribut kedinasan dan pangkat yang pernah disandangnya, terdapat ruang kehidupan yang lebih personal: kebersamaan dengan keluarga, kedekatan dengan suasana alam, serta kesempatan untuk berbagi gagasan melalui tulisan.

Dari ruang sederhana itulah, pengalaman panjang pengabdian bertemu dengan refleksi kehidupan sehari-hari.

Tulisan yang dihasilkannya tidak selalu harus hadir dalam bentuk konsep besar atau uraian yang rumit. Pesan mengenai kejujuran, kerendahan hati, tanggung jawab, dan keadilan justru disampaikan melalui bahasa yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Bagi Ki Asep, berbagi pemikiran juga menjadi salah satu cara menjaga agar pengalaman dan pelajaran hidup tetap memiliki arti bagi generasi berikutnya.

Menjaga Warisan Nilai, Bukan Sekadar Pangkat

Selain dikenal sebagai Ki Asep Kuswani, ia memiliki nama lengkap Mayjen TNI (Purn.) Asep Kuswani, SH., M.Si.Han. Ia juga mengemban sejumlah peran sosial dan organisasi.

Berbagai peran yang digelutinya tersebut menjadi ruang lain bagi dirinya untuk berbagi pengalaman dan pemikiran di luar perjalanan pengabdian sebagai prajurit.

Melalui tulisannya, ia mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan seorang pemimpin tidak semata-mata terletak pada lamanya berkuasa, tingginya jabatan, atau banyaknya penghormatan yang diterima. Ukuran yang lebih mendasar adalah manfaat yang dirasakan masyarakat dan nilai-nilai baik yang tetap hidup setelah masa kepemimpinannya berakhir.

Pesan itu sekaligus menjadi refleksi bagi para pemegang jabatan di berbagai tingkatan, mulai dari lingkungan keluarga, organisasi, institusi, hingga pemerintahan. Setiap posisi kepemimpinan membawa tanggung jawab untuk menyatukan perbedaan, membangun kepercayaan, dan menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Pada akhirnya, pemikiran Ki Asep bermuara pada satu pesan: pemimpin yang dicintai rakyat tidak lahir hanya dari popularitas atau besarnya kewenangan. Ia tumbuh melalui ketulusan dalam melayani, keberanian menegakkan keadilan, serta konsistensi menjaga amanah.

Masa jabatan mungkin memiliki batas. Pangkat dan gelar pun pada waktunya menjadi bagian dari perjalanan masa lalu. Namun, kebaikan yang ditanamkan kepada masyarakat dapat bertahan jauh lebih lama.

Dari secangkir kopi pagi dan tulisan sederhana selepas purnabakti, Ki Asep Kuswani menyampaikan pesan yang melampaui generasi: jadilah pemimpin yang membuat rakyat merasa aman ketika hadir, merasa didengar ketika berbicara, dan merasa kehilangan ketika sang pemimpin telah tiada dari tengah-tengah mereka.

Sebab, pada akhirnya, kepemimpinan yang sejati bukan tentang seberapa tinggi seseorang berdiri, melainkan seberapa besar manfaat yang mampu ia berikan kepada sesama.

Meski telah memasuki masa purnabakti, pengabdian Mayjen TNI (Purn.) Asep Kuswani tidak berhenti seiring berakhirnya tugas kenegaraan sebagai perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Ia tetap aktif berkontribusi melalui berbagai organisasi kemasyarakatan dan paguyuban, di antaranya sebagai pinisepuh Majelis Musyawarah Sunda (MMS) serta Ketua Dewan Pembina Paguyuban Asep Dunia (PAD).

Di bidang pers, Asep Kuswani juga tercatat sebagai Dewan Pembina Pimpinan Pusat Media Independen Online (MIO) Indonesia. Kiprahnya di berbagai organisasi tersebut mencerminkan kesinambungan pengabdian, sekaligus komitmennya untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan mewariskan pengalaman bagi generasi penerus. (*/)

Penulis: AYS Prayogie 
Sumber: Kolom Opini AsepNews.id 

  • Penulis: AYS Prayogie

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Karimun Salurkan Sembako untuk Ojek dan Porter Pelabuhan

    Polres Karimun Salurkan Sembako untuk Ojek dan Porter Pelabuhan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    Kepedulian terhadap kelompok pekerja informal kembali ditunjukkan jajaran kepolisian di Kabupaten Karimun. Pada Selasa (17/3/2026), Polres Karimun menyalurkan bantuan sembako kepada pengemudi ojek konvensional dan porter di kawasan Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun. KARIMUN, HITV— Kegiatan sosial tersebut dipusatkan di Polsek Balai Karimun dan dipimpin langsung Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani didampingi Wakapolres Kompol Shalahudin […]

  • Nadiem Kecewa Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

    Nadiem Kecewa Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • 0Komentar

    Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengaku kecewa atas tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum Kejaksaan Agung dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek. JAKARTA, HITV — Dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (13/5/2026), Nadiem dituntut pidana 18 tahun penjara, denda Rp1 miliar, serta […]

  • Dugaan Minyak Ilegal Masuk Rantai Pasok Pertamina EP, Pengamat Minta KPK Bertindak

    Dugaan Minyak Ilegal Masuk Rantai Pasok Pertamina EP, Pengamat Minta KPK Bertindak

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • 0Komentar

    Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait tata kelola minyak bumi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, kembali memantik sorotan. MUSI BANYUASIN, HITV — Kali ini, perhatian tertuju pada dugaan pembelian minyak bumi hasil aktivitas pengeboran ilegal (illegal drilling) oleh PT Pertamina EP melalui kerja sama dengan PT Petro Muba, badan usaha milik daerah (BUMD) milik […]

  • Polres Belitung Edukasi Siswa SDN 22 Membalong Jadi Generasi Anti-Bullying dan Paham Kesetaraan Gender

    Polres Belitung Edukasi Siswa SDN 22 Membalong Jadi Generasi Anti-Bullying dan Paham Kesetaraan Gender

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BELITUNG – Suasana Aula Endra Dharma Laksana Polres Belitung tampak berbeda pada Rabu (12/11/2025) siang. Puluhan siswa-siswi dari SDN 22 Membalong dengan penuh antusiasme mengikuti kegiatan kunjungan belajar yang berfokus pada isu sosial krusial di lingkungan sekolah. Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB ini mengusung tema “Mewujudkan Peserta Didik yang Anti-Bullying dan Mewujudkan […]

  • Tanam Harapan, Bukan Sekadar Tanaman — Nusa Agro Ajak Petani Bangun Pertanian Berkelanjutan

    Tanam Harapan, Bukan Sekadar Tanaman — Nusa Agro Ajak Petani Bangun Pertanian Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    Penulis: R. Ahdiyat “Pertanian yang sehat dimulai dari tanah yang hidup. Tanah yang hidup akan menumbuhkan generasi petani yang kuat” HITVBERITA.COM | Banyumas – Seminar Pertanian Indonesia yang digelar di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, menjadi wadah pencerahan bagi para petani yang ingin beralih menuju sistem pertanian sehat dan berkelanjutan. Acara seminar tersebut mengangkat tema “Peran […]

  • Kakanwil Ditjenpas Provinsi Kepulauan Babel Ikuti RDP Dengan Komisi XIII DPR RI

    Kakanwil Ditjenpas Provinsi Kepulauan Babel Ikuti RDP Dengan Komisi XIII DPR RI

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • 0Komentar

    HiTvberita.com | Jakarta – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Herman Sawiran mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XIII DPR RI di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (22/05) Rapat yang dipimpin langsung Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya dihadiri anggota Komisi XIII DPR RI, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, […]

expand_less