Desakan Tarik Pasukan dari Lebanon Menguat, Petisi Ahli Kritik Kinerja PBB
- account_circle AYS Prayogie
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

FOTO: Asap mengepul setelah serangan Israel, di tengah meningkatnya permusuhan antara Israel dan Hizbullah, seiring berlanjutnya konflik AS-Israel dengan Iran, di Lebanon selatan, Minggu (29/3/2026). (Reuters/Stringer)
Desakan agar pemerintah segera menarik pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari misi perdamaian di Lebanon menguat.
JAKARTA, HITV — Desakan tersebut dilontarkan oleh Perkumpulan Praktisi Hukum & Ahli Hukum Indonesia (PETISI AHLI) yang menilai bahwa keselamatan prajurit harus menjadi prioritas mutlak di tengah meningkatnya risiko di wilayah konflik.
Dalam pernyataan resminya, organisasi tersebut mengecam keras gugurnya prajurit TNI dalam misi yang berada di bawah komando Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Insiden ledakan yang menewaskan prajurit Indonesia itu dinilai bukan sekadar kecelakaan, melainkan cerminan kegagalan sistemik dalam menjamin keamanan pasukan perdamaian.
- Penulis: AYS Prayogie





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.