Desakan Tarik Pasukan dari Lebanon Menguat, Petisi Ahli Kritik Kinerja PBB
- account_circle AYS Prayogie
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

FOTO: Asap mengepul setelah serangan Israel, di tengah meningkatnya permusuhan antara Israel dan Hizbullah, seiring berlanjutnya konflik AS-Israel dengan Iran, di Lebanon selatan, Minggu (29/3/2026). (Reuters/Stringer)
PETISI AHLI menilai, PBB saat ini tidak lagi mampu menjalankan peran strategisnya sebagai penjaga stabilitas global. Lembaga tersebut disebut kehilangan wibawa dan kendali dalam menghadapi dinamika konflik internasional yang kian kompleks.
“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Tidak ada kepentingan internasional yang boleh mengalahkan nyawa prajurit Indonesia,” tegas Dr. (c) Pitra Romadoni Nasution, SH, MH, hari Rabu (1/4/2026), kepada media HITV di Jakarta, hari Rabu (1/4/2026).
Menurut Pitra, mempertahankan pasukan di wilayah konflik aktif tanpa jaminan keamanan yang memadai berpotensi melanggar kewajiban konstitusional negara dalam melindungi warganya.
- Penulis: AYS Prayogie






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.