Desakan Tarik Pasukan dari Lebanon Menguat, Petisi Ahli Kritik Kinerja PBB
- account_circle AYS Prayogie
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

FOTO: Asap mengepul setelah serangan Israel, di tengah meningkatnya permusuhan antara Israel dan Hizbullah, seiring berlanjutnya konflik AS-Israel dengan Iran, di Lebanon selatan, Minggu (29/3/2026). (Reuters/Stringer)
PETISI AHLI dalam pernyataannya juga mengingatkan bahwa meskipun Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga perdamaian dunia, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, hal itu tidak dapat dijadikan alasan untuk mempertaruhkan keselamatan prajurit.
Lebih jauh, PETISI AHLI menyimpulkan bahwa PBB gagal menjalankan fungsi utamanya, tidak mampu memberikan perlindungan maksimal kepada pasukan perdamaian, serta kehilangan legitimasi moral sebagai otoritas global di bidang keamanan internasional.
Dalam konteks tersebut, keberadaan pasukan TNI di Lebanon dinilai sebagai langkah berisiko tinggi tanpa dasar perlindungan yang jelas. Organisasi itu bahkan menyebut kondisi tersebut setara dengan “mengirim prajurit ke wilayah kematian tanpa kepastian perlindungan.”
Atas dasar itu, PETISI AHLI mendesak pemerintah mengambil langkah tegas, antara lain menarik seluruh personel TNI dari Lebanon tanpa penundaan, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keterlibatan Indonesia dalam misi PBB, serta menghentikan pengiriman pasukan ke wilayah konflik yang dinilai tidak terkendali.
- Penulis: AYS Prayogie






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.