THR dan Gaji ke-13 Tertahan, ASN Lingga Soroti Kinerja DPRD
- account_circle Ruslan
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mengungkapkan kekecewaan terhadap kinerja pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
LINGGA | HITV – Hingga kini, tuntutan terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 belum juga terpenuhi. Di tengah kondisi tersebut, sebagian ASN memilih menahan diri dari aksi demonstrasi.
“Untuk apa demo ke kantor bupati dan dewan? sudah dijelaskan oleh Dewan Mudasir bahwa anggaran akan digeser. Kita tunggu saja,” ujar seorang ASN, Qiqi Abdullah, Jumat (3/4/2026).
Ia mengatakan, para ASN sebenarnya telah lama menunggu kejelasan dari pemerintah daerah dan DPRD. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian.
“Biarkan mereka yang bekerja. Jangan langsung unjuk rasa, belum tentu ada hasilnya. Percuma. Kita tunggu saja tanggal 6, kita lihat bagaimana pertanggungjawabannya,” ujarnya.
Meski demikian, kegelisahan tetap dirasakan. Qiqi menyoroti pembayaran gaji yang dilakukan pada awal bulan, sesuatu yang menurutnya belum pernah terjadi selama tujuh tahun masa pengabdiannya sebagai ASN. Di sisi lain, THR justru belum cair.
“Selama tujuh tahun saya mengabdi, belum pernah gaji masuk tanggal 1 seperti sekarang, sementara THR belum dibayarkan. Jangan sampai nanti gaji ke-13 digeser atau bahkan dihilangkan. Jadi jangan senang dulu,” katanya dengan nada emosi.
Ia juga menyampaikan kritik terhadap kinerja DPRD yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan fungsi pengawasan. Menurutnya, peran dewan dalam memastikan kesejahteraan ASN dan jalannya pemerintahan belum terlihat nyata.
“Tugas dewan itu mengontrol jalannya pemerintahan dan pembangunan. Tapi yang terlihat, tidak ada hasil signifikan. Tanpa suara rakyat, mereka tidak akan berada di posisi itu,” ujarnya.
Qiqi juga mempertanyakan besarnya gaji yang diterima anggota DPRD dibandingkan dengan kinerja yang dirasakan masyarakat.
“Kalau tidak bisa bekerja untuk rakyat, lebih baik tidak usah. Jangan hanya untuk kepentingan pribadi tanpa fungsi yang jelas,” katanya. (tr)
- Penulis: Ruslan





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.