Pendapatan Menyusut, PAD Justru Tembus Rekor: Catatan Kritis LKPJ Bupati Belitung 2025
- account_circle Iswandi
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Rapat paripurna yang berlangsung hingga pukul 11.08 WIB, ditutup dengan penandatanganan berita acara penyerahan LKPJ oleh Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat kepada Ketua DPRD Belitung, Vina Cristyn Ferani. (dok/foto/IS)
Di tengah tekanan fiskal yang kian terasa, Pemerintah Kabupaten Belitung mencatat paradoks dalam kinerja keuangannya.
BELITUNG, HITV— Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat bahwa target pendapatan daerah terus menurun dalam empat tahun terakhir, namun Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru mencetak rekor baru dengan menembus angka psikologis di atas Rp 200 miliar pada 2025.
Gambaran itu mengemuka dalam Rapat Paripurna XII DPRD Kabupaten Belitung Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026, Senin (30/3/2026), di ruang sidang DPRD setempat. Agenda utama rapat adalah penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) Bupati Belitung Tahun Anggaran 2025.
Ketua DPRD Belitung, Vina Cristyn Ferani, membuka rapat yang dihadiri 15 dari 25 anggota dewan—memenuhi kuorum—serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), hingga unsur masyarakat.
Dalam pidatonya, Bupati Belitung, menegaskan bahwa LKPJ bukan sekadar laporan administratif, melainkan instrumen evaluasi kinerja dan arah perbaikan tata kelola pemerintahan.
“Yang paling menentukan kemajuan daerah bukan hanya besarnya anggaran, tetapi integritas dalam pengelolaannya,” ujar Djoni.
Tekanan Fiskal dari Pusat
Djoni mengungkapkan, tren penurunan target pendapatan daerah menjadi persoalan serius. Dalam kurun 2022–2025, target pendapatan menyusut sekitar Rp 124 miliar. Penurunan itu terutama dipicu berkurangnya transfer dari pemerintah pusat, yang selama ini menjadi tulang punggung keuangan daerah.
Struktur pendapatan Belitung masih didominasi dana transfer sebesar 80 persen, sementara kontribusi PAD berada di kisaran 18,7 persen. Ketergantungan tinggi ini dinilai menjadi kerentanan fiskal yang perlu segera diatasi.
“Setiap penurunan rupiah bukan sekadar angka, tetapi berdampak langsung pada pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” kata Djoni.
Meski demikian, realisasi pendapatan daerah relatif terjaga. Dalam empat tahun terakhir, realisasi rata-rata mencapai 102,74 persen dari target, dengan capaian 99,96 persen pada 2025.
PAD Menguat, Sinyal Kemandirian
Di tengah tekanan tersebut, capaian PAD menjadi sorotan positif. Setelah sempat menurun sejak 2022, PAD Belitung pada 2025 melonjak menjadi Rp 213,48 miliar—naik sekitar Rp 28,4 miliar dibanding tahun sebelumnya.
Capaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti bahwa optimalisasi pendapatan daerah bisa dilakukan secara nyata,” ujar Djoni.
Ia menekankan, peningkatan PAD harus menjadi strategi utama ke depan untuk mengurangi ketergantungan pada pusat.
Belanja dan Pembiayaan Fluktuatif
Dari sisi belanja, realisasi anggaran menunjukkan dinamika. Pada 2022, belanja daerah tercatat Rp 1,07 triliun, meningkat menjadi Rp 1,08 triliun pada 2023, lalu turun menjadi Rp 1,06 triliun pada 2024.
Sementara itu, pembiayaan netto daerah juga bergerak fluktuatif, dari Rp 143,01 miliar pada 2022, naik menjadi Rp 185,63 miliar pada 2024, lalu turun ke Rp 99,02 miliar pada 2025 sebagai bagian dari strategi penyesuaian fiskal.
Ekonomi Tumbuh, Tantangan Tetap Ada
Di luar tekanan fiskal, kinerja ekonomi Belitung masih menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi pada 2025 tercatat sekitar 4,99 persen secara tahunan.
Namun, Djoni mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan, terutama jika tren penurunan pendapatan berlanjut pada 2026.
“Yang dibutuhkan adalah sinergi dan kolaborasi. Kita tidak bisa berjalan sendiri menghadapi tekanan ini,” ujarnya.
- Penulis: Iswandi





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.