Murni Inisiatif Wali Murid, Pelepasan Siswa SMPN 3 Wonokerto Berlangsung Meriah dan Transparan
- account_circle Hadi Lempe
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

Acara pelepasan sekaligus menjadi panggung kreativitas siswa. Beragam pertunjukan seni ditampilkan, mulai dari pembacaan puisi, tari tradisional dan modern, hingga penampilan vokal yang mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan dan wali murid. (Dok/Foto/HL)
Halaman SMP Negeri 3 Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, tampak lebih semarak dari biasanya pada Kamis (21/5/2026).
PEKALONGAN, HITV — Suara tepuk tangan, lantunan lagu, hingga penampilan tari bergantian mengisi acara pelepasan siswa kelas IX angkatan ke-27 yang digelar secara sederhana namun penuh makna.
Berbeda dari kegiatan seremonial sekolah pada umumnya, seluruh rangkaian acara tersebut digagas dan dilaksanakan sepenuhnya oleh para orang tua atau wali murid. Mulai dari penyusunan konsep, penggalangan dana, hingga teknis pelaksanaan dilakukan secara mandiri tanpa keterlibatan finansial dari pihak sekolah maupun komite.
Acara pelepasan itu sekaligus menjadi panggung kreativitas siswa. Beragam pertunjukan seni ditampilkan, mulai dari pembacaan puisi, tari tradisional dan modern, hingga penampilan vokal yang mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan dan wali murid.
Kepala SMP Negeri 3 Wonokerto, Zamproni, S.Pd., mengapresiasi kekompakan para orang tua yang dinilai mampu menghadirkan momen perpisahan berkesan bagi para siswa.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh wali murid yang telah bekerja keras mewujudkan kegiatan ini. Sekolah tidak terlibat dalam pengelolaan maupun pembiayaan acara. Semua murni inisiatif wali murid,” kata Zamproni.
Menurut dia, meski dikemas secara sederhana, kegiatan tersebut tetap mampu menghadirkan suasana hangat dan kebanggaan bagi para siswa yang baru menuntaskan pendidikan tingkat pertama mereka.
“Yang terpenting bukan kemewahannya, tetapi bagaimana anak-anak dapat menikmati momen kelulusan dengan penuh kebahagiaan,” ujarnya.
Ketua panitia kegiatan, Ririn, mengatakan pelepasan siswa digelar atas dasar kesepakatan bersama para wali murid sebagai bentuk rasa syukur atas kelulusan anak-anak mereka.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, orang tua sepakat menggalang dana swadaya sebesar Rp130.000 per siswa. Namun, kata dia, nominal tersebut tidak bersifat wajib dan diterapkan dengan prinsip gotong royong.
“Kami menggunakan sistem subsidi silang. Siswa yatim maupun dari keluarga kurang mampu dibebaskan dari iuran. Dana yang terkumpul justru dipakai untuk membantu kebutuhan mereka agar tetap bisa mengikuti kegiatan bersama teman-temannya,” ujar Ririn.
Ia menegaskan, panitia berupaya menjaga transparansi pengelolaan anggaran guna menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat, terutama terkait isu pungutan dalam kegiatan sekolah.
Seluruh pemasukan dan pengeluaran, lanjut dia, dicatat dalam laporan pertanggungjawaban tertulis yang dibagikan kepada seluruh wali murid.
“Kami ingin semuanya terbuka. Karena itu, LPJ dibagikan kepada seluruh orang tua. Sekolah dan komite hanya memberi izin penggunaan fasilitas serta membantu kelancaran teknis kegiatan,” katanya.
Pelepasan angkatan ke-27 SMP Negeri 3 Wonokerto itu pun menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara orang tua dan sekolah dapat menghadirkan kegiatan yang sederhana, namun tetap bermakna, inklusif, dan menjunjung transparansi. (\•/)
Editor: Asep Yogi
Sumber: HITV Jateng
- Penulis: Hadi Lempe






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.