Bantah Isu Dana Rp1 Miliar, Pengelola Pamsimas Pasar VI Kualanamu Paparkan Fakta Anggaran dan Kualitas Air
- account_circle Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Desa Pasar VI Kualanamu, Agus Sunardi, juga menepis keraguan sebagian warga terkait kualitas air yang disalurkan kepada masyarakat. (dok/foto/budiman)
Penulis: Budiman Manik
Pengelola pembangunan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Pasar VI Kualanamu membantah keras tudingan penyelewengan dana hingga Rp1 miliar yang sempat beredar di tengah masyarakat.
DELI SERDANG, HITV— Koordinator Pembangunan Pamsimas Desa Pasar VI Kualanamu, Suwarno, menilai informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta anggaran proyek yang sebenarnya. Ia juga menyayangkan pemberitaan yang menyeret nama mantan Kepala Desa Pasar VI Kualanamu, Wiwi Purwadi, tanpa disertai data yang akurat.
Menurut Suwarno, total dana pembangunan Pamsimas yang digunakan pada tahun anggaran 2019–2020 jauh di bawah angka yang dituduhkan.
“Perlu kami luruskan, dana pembangunan Pamsimas ini berasal dari dukungan PUPR Deli Serdang sebesar Rp245 juta dan Dana Desa sebesar Rp195 juta. Total realisasi anggaran hanya Rp440 juta, bukan Rp1 miliar seperti yang dituduhkan,” kata Suwarno kepada HITV.
Ia menegaskan, pengelolaan proyek dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, ia menilai tudingan yang mengarah pada mantan kepala desa sebagai Penguasa Pengguna Anggaran (PPA) tidak berdasar.
Menurut dia, jika terdapat persoalan teknis di lapangan, hal itu merupakan tanggung jawab pengelola pembangunan, bukan serta-merta disimpulkan sebagai bentuk penyelewengan anggaran.
“Membawa-bawa nama mantan kepala desa dengan data yang tidak valid sangat merugikan nama baik beliau. Kami berharap pemberitaan ke depan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan atau cover both sides,” ujarnya.
- Penulis: Redaksi

Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.