Dua Tewas, Tiga Luka Berat dalam Kecelakaan Truk di Kemranjen Banyumas
- account_circle Catur Indra
- calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
- visibility 109
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sebuah truk pengangkut alat pertanian jenis combine harvester diduga mengalami rem blong hingga terguling di tengah badan jalan. (foto:catur/hitv)
Kecelakaan yang diduga akibat rem blong itu menewaskan dua orang dan menyebabkan tiga lainnya mengalami luka berat.
BANYUMAS | HITV – Kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Muria, Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, sekitar pukul 06.30 WIB.
Sebuah truk pengangkut alat pertanian jenis combine harvester diduga mengalami rem blong hingga terguling di tengah badan jalan. Akibat peristiwa tersebut, dua orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka berat.
Seluruh korban langsung dilarikan ke RS Medika Lestari Buntu, Kemranjen. Dari lima korban, dua dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih menjalani perawatan intensif.
Truk tersebut melaju dari arah utara menuju wilayah Kecamatan Kemranjen sebelum akhirnya kehilangan kendali dan terguling. Posisi kendaraan yang melintang di tengah jalan sempat menyebabkan arus lalu lintas tidak dapat dilalui.
Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Kanit Laka Polresta Banyumas bersama Kapolsek Kemranjen. Petugas kepolisian bersama tim terkait bergerak cepat mengevakuasi korban serta mengamankan lokasi kejadian.
Karena kendaraan berada di tengah badan jalan, arus lalu lintas sementara dialihkan ke jalur alternatif untuk menghindari kemacetan. Evakuasi truk baru dapat dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB menggunakan mobil derek jangkung.
Setelah proses tersebut selesai, arus lalu lintas dari arah Kemranjen menuju Sokawera kembali normal dan lancar.
Hingga berita ini diturunkan, identitas kelima korban masih dalam pendataan dan belum dipastikan apakah mereka warga sekitar atau kru truk pengangkut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kelayakan kendaraan, terutama sistem pengereman, sebelum melakukan perjalanan dengan muatan berat berisiko tinggi. (tr)
Editor: Ahdiyat
- Penulis: Catur Indra
