Bupati Belitung Lantik 10 Pejabat Eselon II, Tegaskan Nol Toleransi Korupsi dan Kinerja Berdampak Nyata
- account_circle Iswandi
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- visibility 830
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Belitung lantik 10 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung. Pelantikan berlangsung di Gedung Serba Guna H. Ishak Zainuddin, Jalan A. Yani, Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan. (dok/foto/Iswandi)
Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat melantik dan mengambil sumpah 10 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung, Jumat (6/2/2026).
TANJUNGPANDAN | HITV — Dalam pelantikan tersebut, Djoni menegaskan bahwa jabatan publik adalah amanah yang harus dijalankan dengan integritas tinggi, keberanian mengambil keputusan, serta kinerja yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pelantikan berlangsung di Gedung Serba Guna H. Ishak Zainuddin, Jalan A. Yani, Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan, dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, unsur TNI-Polri, instansi vertikal, kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Djoni menegaskan bahwa jabatan yang diemban para pejabat bukanlah hadiah atau hasil campur tangan pihak tertentu, melainkan buah dari kerja keras, rekam jejak, dan tanggung jawab yang telah dibangun selama ini.
“Ini bukan hadiah. Jabatan ini saudara peroleh karena kerja keras, rekam jejak, dan tanggung jawab yang sudah dikumpulkan. Karena itu, rawatlah jabatan ini dengan jujur, tulus, lurus, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Djoni.
Ia mengingatkan bahwa setiap tanda tangan dan keputusan pejabat publik membawa konsekuensi besar bagi kehidupan masyarakat, khususnya rakyat kecil yang menunggu keadilan dan pelayanan negara.
“Di balik setiap keputusan ada nasib orang-orang kecil. Karena itu jabatan ini tidak bisa dijalankan dengan biasa-biasa saja,” katanya.
Bupati Djoni menekankan bahwa orientasi kerja pemerintah daerah ke depan harus berfokus pada hasil nyata. Setiap rupiah APBD, kata dia, wajib kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat konkret, terutama bagi penguatan ekonomi kerakyatan dan pelayanan publik.
“Setiap rupiah APBD harus kembali ke rakyat. Ekonomi rakyat adalah prioritas utama. Pelayanan publik harus cepat, berempati, memberi solusi, dan tidak dipenuhi alasan,” tegasnya.
Selain kinerja layanan, Djoni juga menyoroti pentingnya penguatan pendapatan asli daerah (PAD) dan penghentian kebocoran fiskal. Ia menegaskan bahwa integritas adalah garis merah yang tidak dapat ditawar.
“Integritas itu garis merah. Tidak ada ruang untuk penyalahgunaan. Jabatan akan dievaluasi berdasarkan kinerja dan integritas, bukan karena kedekatan dengan siapa pun,” ujarnya.
Kepada para pejabat eselon II yang baru dilantik, Djoni berpesan agar menjadi pemimpin perubahan, bukan sekadar penjaga rutinitas birokrasi. Ia mendorong keberanian mengambil keputusan dan kesediaan keluar dari zona nyaman.
“Saudara-saudara adalah pemimpin perubahan. Jangan takut mengambil keputusan dan jangan takut pada tugas yang menantang. Jika bekerja dengan baik, saya orang pertama yang berdiri mendukung. Tetapi jika amanah ini disalahgunakan, saya juga yang pertama melakukan evaluasi,” katanya.
Djoni kembali menegaskan sikap tegas Pemerintah Kabupaten Belitung terhadap praktik korupsi. Menurut dia, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat.
“Jangan pernah coba-coba korupsi. Satu rupiah saja yang diselewengkan berarti kita merampas hak rakyat. Pemerintah Kabupaten Belitung tidak akan memberi toleransi terhadap korupsi,” tegasnya.
Pelantikan ini, lanjut Djoni, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia agar pembangunan tidak semata berorientasi pada proyek besar, tetapi juga menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat, seperti ketertiban, kenyamanan, keindahan, dan peningkatan kualitas hidup.
Adapun pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik, yakni H. Paryanta sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Belitung; dr Ikhwan Gusnadi sebagai Kepala Dinas Kesehatan; Oscar Yulnda sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang; Ade Winarko sebagai Kepala Dinas Perikanan; Sastra Yuniardi sebagai Kepala Dinas Pariwisata; Tommy Wardiansyah sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan; Rezaldi sebagai Kepala BKPSDM; Hennyka sebagai Kepala Bapperida; Septi Anggraheni sebagai Kepala DPMPTSPP; serta Mardi Simolik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung.
Rangkaian pelantikan berlangsung khidmat, tertib, dan lancar hingga pukul 10.20 WIB, ditutup dengan pemberian ucapan selamat dan sesi foto bersama. (dok/foto/Iswandi)
“Mari kita buktikan bahwa pemerintah hadir, bekerja, dan berpihak pada kepentingan masyarakat serta masa depan Kabupaten Belitung,” pungkas Djoni. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Babel
- Penulis: Iswandi
