Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Indonesia Berduka: Maestro Dangdut Hamdan ATT Meninggal Dunia Siang Tadi!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
  • print Cetak

Penulis: R. Ahdiyat

Di antara gegap gempita industri musik dangdut yang terus berlari mengejar zaman, suara Hamdan ATT adalah jeda yang menenangkan. Ia tak pernah mengejar sorotan lampu panggung, tapi cahayanya justru menyinari ruang-ruang paling sunyi dari perasaan manusia: kecewa, rindu, kehilangan, cinta yang sederhana.

HITVBERITA.COM | Jakarta – Maestro dangdut Hamdan Attamimi, atau yang lebih dikenal sebagai Hamdan ATT, meninggal dunia pada usia 76 tahun, Selasa (1/7/2025), pukul 12.00 WIB.

Ia mengembuskan napas terakhir di rumahnya di Jakarta setelah bertahun-tahun berjuang melawan komplikasi penyakit akibat stroke dan serangan jantung.

Putranya, Haikal Attamami, menyampaikan kabar duka itu dengan tenang, nyaris seperti lagu-lagu ayahnya. “Beliau wafat dengan tenang di rumah. Kami masih membahas rencana pemakaman,” ujar Haikal.

HAMDAN dilahirkan di Kepulauan Aru, Maluku, pada 27 Januari 1949. Dari kampung kecil di timur Indonesia itu, suara emasnya merambat perlahan ke pusat industri musik nasional. Masa remajanya dipengaruhi grup musik instrumental Inggris, The Shadows —pengaruh yang kelak membentuk gaya musikalnya yang tenang, bersih, dan berjiwa.

Ia mulai dikenal publik saat bergabung dengan grup “Nada Buana” pada akhir 1960-an, tampil rutin di TVRI, lalu merampungkan pendidikan tinggi pada 1975. Setahun setelahnya, ia memilih jalan penuh risiko: total menjadi penyanyi dangdut. Sebuah keputusan yang membuahkan sejarah.

Tahun 1980, lagu “Termiskin di Dunia” meledak. Lagu ini bukan hanya hit, tapi semacam cap identitas musikal Hamdan. Ia penyanyi dangdut yang tidak sekadar bernyanyi, melainkan membawa emosi dengan jujur, dalam, dan tanpa berlebihan.

“Patah Kemudi”, “Dingin”, “Bekas Pacar”, hingga “Mabuk Judi” adalah lagu-lagu yang menjadikan Hamdan ATT sebagai ikon dangdut klasik.

Liriknya tak muluk. Musiknya sederhana. Tapi kekuatannya justru pada ketulusan dan kedalaman rasa.

Dalam satu panggung, ia tidak menari atau berdandan glamor. Hamdan lebih sering berdiri diam, matanya tertutup, tangan menggenggam mikrofon erat—seakan sedang berdoa, bukan bernyanyi.

Baginya, lagu adalah perpanjangan dari jiwa. “Ia bukan hanya penyanyi. Ia penyampai perasaan. Suaranya menenangkan, seperti air sungai di pagi hari,” ujar musisi senior Yon Koeswoyo dalam sebuah wawancara pada 2018.

Pada 2021, dunia musik memberi penghargaan yang layak kepada Hamdan ATT. Ia menerima “Lifetime Achievement Award” dari Indonesian Dangdut Awards.

Penghargaan itu diterima dalam kondisi fisik yang sudah sangat lemah. Ia duduk di kursi roda, tapi senyumnya tetap hangat.

Sejak 2017, Hamdan mengalami stroke berat. Ia sempat dirawat di ICU RS Polri Kramat Jati. Kesehatannya naik-turun. Kadang bisa berbicara, kadang tidak. Tapi ia tetap berjuang—berobat, terapi, dan sesekali menyanyi di ruang tamu rumahnya. Seperti seorang tentara yang tak mau meletakkan senjata, bahkan saat perang telah usai.

“Sempat pulih dan bisa bicara sedikit. Tapi tahun 2021 mulai menurun lagi. Beliau tetap semangat berobat,” tutur Haikal.

HITVBERITA.COM menghimpun kenangan dan penghormatan dari beberapa tokoh dunia musik dangdut:

Rhoma Irama, Sahabat Sekaligus Sesama Maestro. (Dok/Foto/RA)

> “Hamdan ATT adalah bagian dari sejarah penting musik dangdut Indonesia. Gaya vokalnya khas, lirih, tapi kuat dalam pesan. Ia mengangkat martabat dangdut dengan ketenangan,” tegas Rhuoma.

Elvy Sukaesih, Ratu Dangdut Indonesia:

Si Ratu Dangdut pada eranya, Elvy Sukaesih. (Dok/Foto/RA)

> “Kami sering satu panggung. Beliau tidak pernah mencari pujian, tapi penonton selalu jatuh cinta. Lagu-lagunya masih saya dengar sampai hari ini,” ungkap Elvy Sukaesih.

H. Mansyur S, Rekan Sesama Penyanyi Era 1980-an:

H Mansyur S merasa kehilangan atas kepergian mendiang Hamdan ATT. (Dok/Foto/RA)

“Hamdan itu pelan tapi menusuk. Banyak anak muda sekarang tidak tahu siapa dia, tapi mereka masih menyanyikan lagunya. Itulah keabadian.”

KENANGAN dan penghormatan dari beberapa tokoh pers juga berhasil dihimpun oleh Hitvberita.com

Taufiq Rahman, Wartawan Senior – Pendiri Beberapa Organisasi Pers Skala Nasional

Kematian, dalam tradisi Timur, bukan akhir. Ia adalah kepulangan. Dan bagi Hamdan ATT, kepulangan ini adalah pulang ke tempat di mana semua suara berhenti—namun gema yang pernah dikumandangkannya tetap hidup.

Taufiq Rahman, Wartawan Senior – Pendiri Beberapa Organisasi Pers Skala Nasional. (Dok/Foto/RA)

“Warisan Hamdan bukan hanya rekaman atau trofi. Warisannya adalah rasa. Ia mengajarkan kita bahwa musik bukan hanya soal suara, tapi juga tentang ketulusan menyampaikan luka dan harapan” ujar Taufiq Rahman.

AYS Prayogie, Ketua Umum Organisasi Media Independen Online (MIO) Indonesia

Prayogie menyampaikan bahwa banyak yang datang dan pergi dalam industri musik. Tapi hanya sedikit yang menetap di hati. Hamdan ATT adalah satu dari yang sedikit itu. Ia tidak menciptakan tren. Ia membangun kenangan.

 

AYS Prayogie, Ketua Umum Organisasi Media Independen Online (MIO) Indonesia, (Dok/Foto/RA)

“Kini, lagu-lagunya akan tetap diputar, di rumah-rumah kecil, di warung kopi, di stasiun radio, dan dalam hati mereka yang merasa pernah dimengerti oleh bait-bait sederhana seorang pria dari Aru tersebut,” imbuh Prayogie.

“Selamat jalan, Bang Hamdan ATT. Terima kasih atas suara yang pernah menenangkan negeri ini,” ungkap Prayogie dengan nada lirih. (**)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh Isu “Gerenti” di Pelabuhan Internasional Karimun, Ini Penjelasan Sejumlah Pihak

    Heboh Isu “Gerenti” di Pelabuhan Internasional Karimun, Ini Penjelasan Sejumlah Pihak

    • 0Komentar

    Isu mengenai pungutan uang “gerenti” di Pelabuhan Internasional Karimun, Kabupaten Karimun, beberapa hari terakhir menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. KARIMUN, HITV— Dugaan adanya penarikan uang jaminan kepada calon penumpang kapal tujuan Malaysia memunculkan beragam spekulasi, termasuk tudingan yang mengaitkannya dengan aparat imigrasi. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Karimun, […]

  • Wapres Gibran Rakabuming Raka, Hadiri Puncak Acara HDI

    Wapres Gibran Rakabuming Raka, Hadiri Puncak Acara HDI

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | JAKARTA – Puncak acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) berlangsung hari ini Selasa tanggal 3 Desember 2024, bertempat di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Dari Pantauan hitvberita.com langsung dari Lokasi acara, Wapres Gibran Rakabuming Raka hadir di acara tersebut dan tiba di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki pada pukul 13.17 Wib, didampingi […]

  • Kemiskinan Meningkat, Dana Desa di Lingga Tak Tersalurkan

    Kemiskinan Meningkat, Dana Desa di Lingga Tak Tersalurkan

    • 0Komentar

    LINGGA | HITV –  Krisis keuangan Kabupaten Lingga kian telanjang. Di tengah angka kemiskinan yang masih tinggi, pemerintah daerah justru gagal menyalurkan alokasi dana desa (ADD) untuk November dan Desember 2025. Defisit anggaran menjadi alasan resmi, sekaligus cermin rapuhnya tata kelola fiskal daerah. Ketidakmampuan itu ditegaskan dalam Surat Edaran Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten […]

  • Diskominfosantik Kalteng Perkuat Kapasitas Komunitas Informasi Masyarakat

    Diskominfosantik Kalteng Perkuat Kapasitas Komunitas Informasi Masyarakat

    • 0Komentar

      Pemerintah Provinsi Kalteng melalui  Diskominfosantik menggelar pelatihan peningkatan kapasitas SDM komunikasi publik bagi para penggiat Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), di Hotel Neo Palma, Senin (24/11/2025). HITVBERITA.COM | Palangka Raya — Sekretaris Diskominfosantik Kalteng, Tuty Sulistyowatie, mewakili Plt Kepala Dinas saat membuka kegiatan, menekankan pentingnya kemampuan komunikasi publik di tengah derasnya arus informasi dan percepatan […]

  • PDAM Tirta Lingga Jelaskan Penyebab Krisis Air di Kabupaten Lingga

    PDAM Tirta Lingga Jelaskan Penyebab Krisis Air di Kabupaten Lingga

    • 0Komentar

    Penulis Ruslan LGA Permasalahan pasokan air yang melanda Kabupaten Lingga beberapa waktu terakhir ternyata disebabkan oleh kondisi waduk sumber air baku utama yang mengalami defisit. Hal ini diungkapkan oleh PDAM Tirta Lingga, yang menyatakan bahwa rendahnya curah hujan di wilayah sekitar waduk dalam beberapa bulan terakhir menjadi faktor utama terjadinya krisis air ini. HITVBERITA.COM | […]

  • AKBP Lilik Ardhiansya Pimpin Sertijab Kapolsek Wanayasa dan Kasi Hukum Polres Purwakarta

    AKBP Lilik Ardhiansya Pimpin Sertijab Kapolsek Wanayasa dan Kasi Hukum Polres Purwakarta

    • 0Komentar

    HiTvBerita.COM|Purwakarta– Polres Purwakarta menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Wanayasa dan juga upacara penyerahan jabatan Kasi Hukum Polres Purwakarta, pada Jumat, 2 Agustus 2024. Upacara yang digelar di Lapangan Apel Mapolres Purwakarta itu dipimpin langsung oleh Kapolres Purwakarta, AKBP Lilik Ardhiansya dengan pengambilan sumpah jabatan, dan dilanjutkan penandatanganan berita acara serah […]

expand_less