Pelantikan di Tengah Sawah: Menanam Kepemimpinan, Menuai Harapan!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oleh: AYS Prayogie
MENTARI belum terlalu tinggi ketika langkah-langkah kaki mulai menapaki pematang sawah di Kampung Parakanceuri, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Jumat (4/7/2025) pagi itu. Bukan petani yang membawa cangkul atau benih. Mereka adalah para pejabat, lengkap dengan setelan jas, menuju tempat pelantikan yang tak lazim: di tengah hamparan sawah.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, mengambil langkah berani. Ia melantik 14 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta tidak di aula perkantoran, tetapi di antara petak-petak hijau persawahan, tempat denyut nadi pertanian berdetak saban hari. Pelantikan digelar terbuka, dengan langit sebagai atap dan padi sebagai saksi.
“Ini bukan sekadar lokasi. Ini pesan,” kata Saepul Bahri, yang akrab disapa Om Zein, usai prosesi pelantikan.
“Bahwa kepemimpinan harus berpijak di tanah. Kita ingin para pejabat memahami, ke depan, arah pembangunan Purwakarta harus menempatkan sektor agraria sebagai panglima,” tegasnya.
KEHADIRAN para pejabat tinggi, termasuk Wakil Bupati Abang Ijo Hapidin dan Sekretaris Daerah, menjadi penanda pentingnya momen ini.
Dua dari pejabat yang dilantik mengikuti prosesi secara daring, sisanya berdiri langsung di antara petani dan warga yang datang menyaksikan.
Di hadapan mereka, satu per satu nama dibacakan. Mereka berasal dari berbagai dinas strategis, mulai dari ketenagakerjaan, perencanaan pembangunan, hingga pengendalian penduduk. Nama-nama seperti Dani Abdurrahman, Sri Jaya Midan, hingga Yayat Hidayat kini mengemban amanah baru.
Namun, yang membedakan bukan hanya daftar nama atau jabatan. Suasana pelantikan yang terbuka dan dekat dengan masyarakat menjadi gambaran kepemimpinan yang ingin dirancang oleh Om Zein: transparan, partisipatif, dan menyatu dengan kehidupan sehari-hari warga.
KIARAPEDES bukan dipilih tanpa alasan. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu kantong pertanian produktif di Kabupaten Purwakarta. Di sinilah hasil bumi diolah, padi ditanam, dan tangan-tangan petani merawat kehidupan.
“Melantik pejabat di tengah sawah itu simbolis, tapi sangat kuat,” ujar Tin Sumartini, yang kini menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan.
“Kami diingatkan, kebijakan yang kami buat harus menyentuh jantung masyarakat,” ungkapnya
Pelantikan ini juga menjadi bagian dari rotasi dan penyegaran birokrasi yang dilakukan pemerintah kabupaten. Bupati Saepul Bahri menekankan pentingnya semangat baru dan inovasi dalam pelayanan publik. Namun, ia juga mengingatkan, inovasi harus berakar.
“Kita tidak ingin membangun dari atas ke bawah, tetapi dari bawah ke atas. Seperti halnya menanam padi, mulai dari tanah, dari air, dari kesabaran,” ujar Bupati.
LANGKAH simbolik ini terjadi di tengah visi besar yang tengah dirancang: menjadikan Purwakarta sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Di tengah perubahan iklim, urbanisasi, dan tantangan regenerasi petani, langkah ini menjadi pernyataan politik sekaligus sosial: bahwa Purwakarta memilih tetap berpijak pada kekuatannya sebagai daerah agraris.
Pelantikan di tengah sawah bukan hanya tontonan, melainkan ajakan. Agar pejabat yang dilantik tak lupa dari mana masyarakatnya berasal. Agar kebijakan yang disusun tidak hanya mendengarkan angka, tetapi juga suara petani yang bangun sebelum fajar menyingsing.
Langit mulai tinggi saat acara selesai. Para pejabat kembali ke kantor, namun di benak mereka kini tersimpan kesan yang berbeda. Sebuah awal yang ditanam, dengan harapan kelak berbuah kebijakan yang lebih berpihak, lebih membumi. (*/*)
Cijantung, Jumat 4 Juli 2025
Penulis adalah Ketua Umum MIO INDONESIA, Wartawan Senior, CEO HI-NETWORK, Pemimpin Redaksi portal berita Hitvberita.com
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar