Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di 10 Kecamatan

  • account_circle S. Erfan Nurali
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

Walikota  Jakarta Timur, Munjirin memimpin langsung kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu yang  dipusatkan di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, dan dilakukan secara hybrid di sejumlah titik perairan lain di wilayah Jakarta Timur. (dok/foto/erfan)

Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar operasi serentak penangkapan ikan sapu-sapu di 10 kecamatan sebagai upaya mengendalikan spesies invasif yang dinilai mengancam ekosistem sungai sekaligus berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

JAKARTA, HITV— Kegiatan dipusatkan di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, dan dilakukan secara hybrid di sejumlah titik perairan lain di wilayah Jakarta Timur.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari gerakan terpadu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam merespons meningkatnya populasi ikan sapu-sapu yang belakangan menjadi perhatian publik.

“Penangkapan ini adalah langkah konkret untuk mengendalikan populasi spesies invasif yang dapat merusak keseimbangan ekosistem sungai,” ujar Munjirin.

Menurut dia, keberadaan ikan sapu-sapu tidak hanya mengganggu habitat alami perairan, tetapi juga berisiko bagi kesehatan manusia apabila dikonsumsi. Ikan tersebut diduga dapat mengandung bakteri serta logam berat dari lingkungan tercemar.

“Karena itu, pengendaliannya harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” katanya.

Operasi dilakukan serentak dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), satuan kerja perangkat daerah (SKPD), hingga aparat kecamatan, kelurahan, dan masyarakat.

Sejumlah lokasi menjadi titik kegiatan di masing-masing kecamatan. Selain di Kramat Jati, penangkapan juga berlangsung di Pintu Air Gunung Antang (Matraman), Kali Buaran II (Duren Sawit), kawasan Perumahan Rokem Tambun Rengas (Cakung), serta Rumah Pompa Air BC Sudin SDA di Bidara Cina (Jatinegara).

Kegiatan serupa digelar di Waduk Cilangkap 2 (Cipayung), Irigasi Setu Pedongkelan (Pasar Rebo), Kali Cipinang (Ciracas), Kali Pasadenia di Kayu Putih (Pulo Gadung), serta Kali Sunter Sipon Kalimalang di Cipinang Melayu (Makasar).

Munjirin mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan perkotaan.

“Ini bukan sekadar penangkapan, tetapi juga bagian dari edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai,” ujarnya.

Ia menambahkan, kualitas sungai yang terjaga akan berdampak langsung pada kualitas hidup warga. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan program pengendalian ikan sapu-sapu melalui pemantauan dan evaluasi berkala.

Upaya ini, lanjut Munjirin, sejalan dengan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan lingkungan perkotaan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Harapannya, populasi ikan sapu-sapu dapat ditekan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan semakin meningkat,” kata dia. (\•/)

Editor: Asep Yogi
Sumber: HITV Jakarta

  • Penulis: S. Erfan Nurali

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less