Saiful Chaniago Dukung Transfer Data Perdagangan Indonesia ke Amerika Serikat dalam Kesepakatan Tarif Dagang
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penulis: Asep Yogie
Dalam kesepakatan tarif dagang yang tengah dirumuskan antara Amerika Serikat dan Indonesia, salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah terkait transfer data perdagangan dari Indonesia ke Amerika Serikat. Hal ini disampaikan langsung oleh Gedung Putih sebagai bagian dari persyaratan kerjasama kedua negara.
HITVBERITA.COM | Jakarta — Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Saiful Chaniago, memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan transfer data tersebut. Menurutnya, praktik pertukaran data perdagangan merupakan hal yang lumrah dan sudah menjadi kelaziman dalam dunia bisnis internasional.
Saiful menilai bahwa perdebatan yang berkembang selama ini mengenai transfer data dagang Indonesia ke Amerika Serikat berlebihan dan tidak membawa manfaat bagi kepentingan bangsa dan negara.
“Bagi kami, transfer data perdagangan merupakan sesuatu yang biasa dan penting dalam proses pengukuran kemampuan serta kompetensi semua pihak yang terlibat dalam perdagangan internasional,” ujar Saiful Chaniago dalam keterangannya, Senin (25/7/2025).
Lebih lanjut, Saiful menjelaskan bahwa permintaan data oleh pihak Amerika Serikat bukanlah suatu tindakan yang merugikan Indonesia. Sebaliknya, kedua negara telah memiliki payung hukum yang kuat untuk melindungi hak atas data masing-masing, melalui regulasi nasional yang ketat. Dengan demikian, keamanan dan perlindungan data warga negara Indonesia tetap terjaga selama proses transfer data berlangsung.
“Permintaan data perdagangan oleh Amerika Serikat adalah hal yang wajar dan sesuai dengan praktik dagang internasional. Indonesia dan Amerika sama-sama memiliki regulasi yang melindungi data agar tidak disalahgunakan,” tegas Saiful, yang juga dikenal sebagai salah satu pemimpin pemuda berpengaruh di Tanah Air.
Saiful juga mengingatkan masyarakat untuk mengedepankan rasionalitas dalam menyikapi isu ini. Ia berharap transfer data perdagangan tidak lagi menjadi polemik yang mengganggu citra dan posisi Indonesia dalam kerjasama bilateral dengan Amerika Serikat.
“Polemik yang terjadi selama ini justru melemahkan posisi tawar Indonesia dalam negosiasi. Padahal, kerjasama ini membawa manfaat besar, terutama penurunan tarif dagang hingga 19 persen, yang akan berdampak positif bagi ekspor dan perekonomian nasional,” kata Saiful menutup pernyataannya.
Kesepakatan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang tengah dalam tahap finalisasi ini diharapkan dapat membuka peluang ekspor lebih luas bagi produk-produk Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.
Transfer data perdagangan menjadi salah satu aspek teknis penting untuk memastikan transparansi dan efisiensi perdagangan kedua negara. (/*/*)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar