Dedi Mulyadi: Dominasi Ikan Sapu-Sapu Tanda Sungai Jabar Turun Kualitas
- account_circle Raffa Christ Manalu
- calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
- print Cetak

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat menyampaikan keterangan cara jitu menangani ikan sapu-sapu di Jawa Barat. (dok/foto/raffa)
BANDUNG | HITV – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti maraknya ikan sapu-sapu di sungai wilayahnya, terutama perbatasan dengan Jakarta. Ia menilai fenomena itu berkaitan langsung dengan menurunnya kualitas lingkungan perairan.
“Ikan sapu-sapu untuk seluruh daerah ya ambil saja, tangkap saja. Sapu-sapu itu kan tumbuh manakala sungainya sudah mengalami penurunan kualitas,” ujar Dedi dalam keterangan resminya, pada Kamis (23/4/2026).
Dedi menegaskan dominasi ikan sapu-sapu jadi tanda ekosistem sungai tidak seimbang. Sungai sehat seharusnya dihuni ikan endemik, bukan spesies invasif. “Jadi, kalau sungai mengalami penurunan kualitas, maka yang hidup hanya sapu-sapu,” ucapnya.
Untuk memberantasnya, ia menekankan dua langkah utama yang harus dilakukan serentak.
“Pertama, sapu-sapunya harus diangkat. Kedua, kualitas airnya harus diperbaiki agar ikan endemiknya hidup lagi,” jelasnya.
Gubernur yang akrab disapa KDM itu mengapresiasi warga Jabar yang sudah menangkap ikan sapu-sapu secara mandiri. Namun, ia menilai upaya tersebut perlu dilakukan kolektif agar hasilnya maksimal.
Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta sebelumnya menggelar operasi penangkapan serentak di berbagai titik pada Jumat (17/4/2026) dan akan dilakukan rutin.
“Pasti akan dilakukan secara rutin dan diperluas,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Penggagas gerakan, kreator konten Arief Kamarudin, menyebut ikan sapu-sapu berbahaya karena cepat berkembang dan minim predator alami. Kondisi ini membuat ikan endemik terdesak dan ekosistem sungai terganggu. Dedi optimistis keseimbangan bisa pulih jika kondisi air membaik dan penangkapan dilakukan bersama. (tr)
- Penulis: Raffa Christ Manalu






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.