Minggu, 12 Jul 2026
light_mode

MBG Dinilai Belum Menyentuh Akar Rumput, PETIR Dorong BUMDes dan Koperasi Jadi Tulang Punggung Pasok Pangan

  • account_circle AYS Prayogie
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • print Cetak

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah dinilai belum sepenuhnya menghadirkan dampak ekonomi bagi masyarakat desa.

JAKARTA, HITV Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Persaudaraan Timur Raya (DPN PETIR), Nefton Alfares, SH, MH yang menilai bahwa pelaksanaan program tersebut masih didominasi rantai pasok dari kawasan perkotaan sehingga manfaat ekonomi belum benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha kecil di daerah.

Didampingi Ketua DPW PETIR DKI Jakarta Ones Kilikili, Nefton mengatakan pemerintah perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola distribusi dan sistem pengadaan bahan baku untuk dapur-dapur MBG.

“Program MBG sejatinya sangat baik karena menyangkut masa depan gizi anak-anak Indonesia. Namun pelaksanaannya jangan sampai hanya menghidupkan distributor besar di kota, sementara desa hanya menjadi penonton,” kata Nefton Alfares dalam pesan whatsApp yang dikirim ke redaksi HITV, saat dia dan beberapa petinggi Ormas PETIR tengah berada di Huian Carving Art Museum, Kota Quanzhou, Provinsi Fujian, China, hari Sabtu (23/5/2026).

Menurut Nefton, semangat pemerataan ekonomi yang menjadi salah satu tujuan utama MBG belum terlihat kuat di lapangan. Ia menilai keberadaan lembaga ekonomi desa seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun Koperasi Merah Putih semestinya ditempatkan sebagai aktor utama dalam rantai pasok bahan pangan.

“Kalau pemerintah serius ingin membangun ekonomi desa, maka BUMDes, koperasi lokal, kelompok tani, peternak, hingga nelayan kecil harus menjadi pemasok utama kebutuhan dapur MBG. Jangan semuanya tersentral di perusahaan besar perkotaan,” ujarnya.

Nefton menilai, keterlibatan ekonomi lokal bukan sekadar persoalan distribusi pangan, melainkan bagian dari strategi pembangunan desa jangka panjang. Dengan melibatkan petani dan pelaku usaha desa secara langsung, kata dia, perputaran uang negara dapat menciptakan efek berganda bagi ekonomi daerah.

Data kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2025 menunjukkan keterlibatan pelaku ekonomi lokal dalam program MBG masih sangat rendah. Dari sekitar 40.433 pemasok bahan baku yang terlibat, hanya 18 entitas koperasi dan BUMDes yang tercatat masuk dalam rantai distribusi.

Selain itu, dari sekitar 17.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, tingkat partisipasi pelaku usaha lokal disebut baru menyentuh angka sekitar 1,4 persen. Kondisi tersebut membuat sebagian besar perputaran anggaran MBG justru mengalir kembali ke pusat-pusat ekonomi di kota besar.

Nefton menilai fakta tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah agar tujuan pemerataan ekonomi tidak meleset dari cita-cita awal program.

“Jangan sampai program yang anggarannya sangat besar ini hanya menjadi proyek konsumsi tanpa menciptakan penguatan ekonomi desa. Negara harus memastikan uang rakyat kembali berputar di rakyat,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah membangun skema kemitraan berkelanjutan antara dapur MBG dengan kelompok tani, peternak ayam, peternak sapi, pelaku UMKM pangan, hingga koperasi desa di berbagai wilayah.

Menurut Nefton, skema itu akan membuat kebutuhan bahan pokok seperti beras, telur, sayur, ikan, dan daging dapat dipenuhi dari produksi lokal sehingga desa tidak hanya menjadi lokasi penerima manfaat, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Kalau rantai pasoknya dibangun dari desa, maka MBG bukan hanya menyelesaikan persoalan gizi, tetapi juga mampu mengurangi kemiskinan dan pengangguran di daerah,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto pernah menyampaikan bahwa satu desa dengan sekitar 3.000 penerima manfaat MBG berpotensi menciptakan perputaran uang hingga Rp 900 juta per bulan. Namun, sejumlah kalangan menilai potensi tersebut sulit tercapai apabila mayoritas pemasok masih berasal dari luar daerah.

KPK sendiri mendorong penerapan model circular economic village atau ekonomi sirkular desa dalam implementasi MBG. Melalui pola tersebut, kebutuhan pangan untuk program MBG diharapkan dapat dipenuhi dari produksi masyarakat sekitar sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga desa.

Bagi PETIR, evaluasi terhadap MBG tidak boleh dipahami sebagai bentuk penolakan terhadap program pemerintah. Sebaliknya, kritik tersebut disebut sebagai upaya mendorong agar program strategis nasional benar-benar menyentuh akar rumput.

“Program ini harus dikawal bersama. MBG jangan hanya sukses secara angka penerima manfaat, tetapi juga harus sukses mengangkat ekonomi rakyat kecil,” tutur Nefton. (\•/)

Sumber:
Humas Kominfo DPN PETIR

  • Penulis: AYS Prayogie

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gebyar Maulid, Reuni Akbar Alumni dan Wisuda Tahfidz Ponpes Sabilul Muttaqin, Bakal Dihadiri Khofifah Indar Parawansa!

    Gebyar Maulid, Reuni Akbar Alumni dan Wisuda Tahfidz Ponpes Sabilul Muttaqin, Bakal Dihadiri Khofifah Indar Parawansa!

    • 0Komentar

    HiTvBerita.COM | MOJOKERTO -Wanita terhebat Indonesia, lebih-lebih NU dan Jawa Timur, Dr. Dra. Ibu Nyai Hj. Khofifah Indar Parawansa, yang bisa mempersatukan berbagai elemen masyarakat yang ada. Hal tersebut menjadi salah satu alasan dari Dr. KH. Abdul Rokhim, SH, MH atau yang biasa disapa dengan sebutan Abah Kyai Rokhim, yakni salah satu tokoh terkenal Jatim […]

  • Kementerian PKP dan PWI Fasilitasi 5.000 Rumah Wartawan

    Kementerian PKP dan PWI Fasilitasi 5.000 Rumah Wartawan

    • 0Komentar

    Jakarta | HITV – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat sepakat memfasilitasi 5.000 unit rumah subsidi bagi wartawan di seluruh Indonesia. Kesepakatan ini dicapai dalam audiensi antara Menteri PKP Maruarar Sirait dan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir di Kantor PKP, Jakarta, Jumat ( Dalam pertemuan tersebut, Menteri PKP Maruarar […]

  • Barru Menuju Percontohan Pertanian Nasional

    Barru Menuju Percontohan Pertanian Nasional

    • 0Komentar

    Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menyambut langsung kedatangan rombongan YSPN bersama Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik. (Foto/Syamsu/Hitv) Penulis: Syamsu Marlin Pemerintah Kabupaten Barru menjajaki langkah besar di bidang pertanian melalui kolaborasi dengan Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN). Program ini diawali dengan peninjauan lokasi demplot budidaya padi varietas Soeharto (HMS) seluas 100 […]

  • Kapolres dan Jajaran Forkopimda Lingga Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-80 RI

    Kapolres dan Jajaran Forkopimda Lingga Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-80 RI

    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Lingga, Minggu (17/8/2025). Bupati Lingga, M Nizar, bertindak sebagai inspektur upacara. HITVBERITA.COM | Lingga – Rangkaian prosesi dimulai dengan penyerahan bendera pusaka kepada Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, Sang Merah Putih perlahan berkibar […]

  • BP Batam Tetapkan 15 Januari Batas Akhir Usulan Perubahan RDTR

    BP Batam Tetapkan 15 Januari Batas Akhir Usulan Perubahan RDTR

    • 0Komentar

    BP Batam menegaskan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Kota Batam dalam mewujudkan perencanaan tata ruang yang valid, berkualitas, dan berorientasi pada keberlanjutan wilayah serta kepastian investasi. BATAM | HITV — Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, melalui Kepala Biro Umum BP Batam, M. Taofan, mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Kota Batam untuk […]

  • Menkeu Minta Bea Cukai Percepat Penguraian Antrean 3.000 Kontainer di Tanjung Priok

    Menkeu Minta Bea Cukai Percepat Penguraian Antrean 3.000 Kontainer di Tanjung Priok

    • 0Komentar

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara di KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (6/6/2026), menyusul penumpukan proses kepabeanan yang berdampak pada kelancaran arus logistik nasional. JAKARTA | HITV – Penumpukan kontainer di pelabuhan tersebut dilaporkan sempat mencapai sekitar 3.000 unit, memicu peningkatan dwelling time […]

expand_less