Rabu, 14 Okt 2026
dark_mode

MBG Dinilai Belum Menyentuh Akar Rumput, PETIR Dorong BUMDes dan Koperasi Jadi Tulang Punggung Pasok Pangan

  • account_circle AYS Prayogie
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • print Cetak

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah dinilai belum sepenuhnya menghadirkan dampak ekonomi bagi masyarakat desa.

JAKARTA, HITV — Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Persaudaraan Timur Raya (DPN PETIR), Nefton Alfares, SH, MH yang menilai bahwa pelaksanaan program tersebut masih didominasi rantai pasok dari kawasan perkotaan sehingga manfaat ekonomi belum benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha kecil di daerah.

Didampingi Ketua DPW PETIR DKI Jakarta Ones Kilikili, Nefton mengatakan pemerintah perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola distribusi dan sistem pengadaan bahan baku untuk dapur-dapur MBG.

“Program MBG sejatinya sangat baik karena menyangkut masa depan gizi anak-anak Indonesia. Namun pelaksanaannya jangan sampai hanya menghidupkan distributor besar di kota, sementara desa hanya menjadi penonton,” kata Nefton Alfares dalam pesan whatsApp yang dikirim ke redaksi HITV, saat dia dan beberapa petinggi Ormas PETIR tengah berada di Huian Carving Art Museum, Kota Quanzhou, Provinsi Fujian, China, hari Sabtu (23/5/2026).

Menurut Nefton, semangat pemerataan ekonomi yang menjadi salah satu tujuan utama MBG belum terlihat kuat di lapangan. Ia menilai keberadaan lembaga ekonomi desa seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun Koperasi Merah Putih semestinya ditempatkan sebagai aktor utama dalam rantai pasok bahan pangan.

“Kalau pemerintah serius ingin membangun ekonomi desa, maka BUMDes, koperasi lokal, kelompok tani, peternak, hingga nelayan kecil harus menjadi pemasok utama kebutuhan dapur MBG. Jangan semuanya tersentral di perusahaan besar perkotaan,” ujarnya.

Nefton menilai, keterlibatan ekonomi lokal bukan sekadar persoalan distribusi pangan, melainkan bagian dari strategi pembangunan desa jangka panjang. Dengan melibatkan petani dan pelaku usaha desa secara langsung, kata dia, perputaran uang negara dapat menciptakan efek berganda bagi ekonomi daerah.

Data kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2025 menunjukkan keterlibatan pelaku ekonomi lokal dalam program MBG masih sangat rendah. Dari sekitar 40.433 pemasok bahan baku yang terlibat, hanya 18 entitas koperasi dan BUMDes yang tercatat masuk dalam rantai distribusi.

Selain itu, dari sekitar 17.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, tingkat partisipasi pelaku usaha lokal disebut baru menyentuh angka sekitar 1,4 persen. Kondisi tersebut membuat sebagian besar perputaran anggaran MBG justru mengalir kembali ke pusat-pusat ekonomi di kota besar.

Nefton menilai fakta tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah agar tujuan pemerataan ekonomi tidak meleset dari cita-cita awal program.

“Jangan sampai program yang anggarannya sangat besar ini hanya menjadi proyek konsumsi tanpa menciptakan penguatan ekonomi desa. Negara harus memastikan uang rakyat kembali berputar di rakyat,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah membangun skema kemitraan berkelanjutan antara dapur MBG dengan kelompok tani, peternak ayam, peternak sapi, pelaku UMKM pangan, hingga koperasi desa di berbagai wilayah.

Menurut Nefton, skema itu akan membuat kebutuhan bahan pokok seperti beras, telur, sayur, ikan, dan daging dapat dipenuhi dari produksi lokal sehingga desa tidak hanya menjadi lokasi penerima manfaat, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Kalau rantai pasoknya dibangun dari desa, maka MBG bukan hanya menyelesaikan persoalan gizi, tetapi juga mampu mengurangi kemiskinan dan pengangguran di daerah,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto pernah menyampaikan bahwa satu desa dengan sekitar 3.000 penerima manfaat MBG berpotensi menciptakan perputaran uang hingga Rp 900 juta per bulan. Namun, sejumlah kalangan menilai potensi tersebut sulit tercapai apabila mayoritas pemasok masih berasal dari luar daerah.

KPK sendiri mendorong penerapan model circular economic village atau ekonomi sirkular desa dalam implementasi MBG. Melalui pola tersebut, kebutuhan pangan untuk program MBG diharapkan dapat dipenuhi dari produksi masyarakat sekitar sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga desa.

Bagi PETIR, evaluasi terhadap MBG tidak boleh dipahami sebagai bentuk penolakan terhadap program pemerintah. Sebaliknya, kritik tersebut disebut sebagai upaya mendorong agar program strategis nasional benar-benar menyentuh akar rumput.

“Program ini harus dikawal bersama. MBG jangan hanya sukses secara angka penerima manfaat, tetapi juga harus sukses mengangkat ekonomi rakyat kecil,” tutur Nefton. (\•/)

Sumber:
Humas Kominfo DPN PETIR

  • Penulis: AYS Prayogie

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sat Samapta Polres Belitung Laksanakan Patroli Kamtibmas Presisi di Lokasi Wisata dan Titik Strategis Saat Libur Akhir Pekan

    Sat Samapta Polres Belitung Laksanakan Patroli Kamtibmas Presisi di Lokasi Wisata dan Titik Strategis Saat Libur Akhir Pekan

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • 0Komentar

    Hitvberita.com | Belitung – Untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat saat libur akhir pekan, Satuan Samapta Polres Belitung menggelar Patroli Kamtibmas Presisi di sejumlah lokasi wisata favorit dan titik strategis di Kabupaten Belitung, Sabtu (5/4/2025). Kapolres Belitung AKBP Sarwo Edi Wibowo, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan patroli ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menghadirkan rasa aman […]

  • Tiga Kecamatan di Kabupaten Karawang Terendam Banjir, Sebanyak 10.180 Jiwa Terdampak!

    Tiga Kecamatan di Kabupaten Karawang Terendam Banjir, Sebanyak 10.180 Jiwa Terdampak!

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • 1Komentar

    Banjir dengan ketinggian air mencapai dua meter yang melanda Kecamatan Teluk Jambe, Karawang Barat, dan Pangkalan, di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, telah memaksa sebanyak 10.180 jiwa yang berasal dari ketiga kecamatan tersebut terpaksa harus mengungsi. HITVBERITA.COM | KARAWANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang melaporkan bahwa kondisi genangan air telah berangsur surut. Namun, […]

  • Danposmat Marok Tua Hadiri Doa Bersama dan Silaturahmi Pemerintah Kabupaten Lingga di Marok Kecil

    Danposmat Marok Tua Hadiri Doa Bersama dan Silaturahmi Pemerintah Kabupaten Lingga di Marok Kecil

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • 0Komentar

    Komando Pos Pengamat (Danposmat) Marok Tua, Sertu Bek M. Pohan, menghadiri kegiatan doa bersama dan silaturahmi yang digelar Pemerintah Kabupaten Lingga, Jumat (25/7/2025) malam, di Lapangan Masjid Asy-Syuhada, Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga. Penulis: M. Zulkifli Ritonga  HITVBERITA.COM | Lingga — Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga […]

  • Kunjungi SMAN 2 Sukatani Dalam Rangka Program JMS, Ini Pesan Kajari Purwakarta

    Kunjungi SMAN 2 Sukatani Dalam Rangka Program JMS, Ini Pesan Kajari Purwakarta

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
    • 0Komentar

    HiTvBerita.COM | Purwakarta- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta bersama jajaran kunjungi sekolah yang berada di lokasi pergerakan tanah, tepatnya di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, pada Kamis, 8 Agustus 2024. Sekolah yang dikunjungi jajaran Kejari Purwakarta tersebut, yakni SMAN 2 Sukatani. Kunjungan itu dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta, Dr. Martha Parulina […]

  • Diduga Ada Siswa “Titipan”, Data SPMB SMAN 11 Depok Tak Sinkron dengan Dapodik

    Diduga Ada Siswa “Titipan”, Data SPMB SMAN 11 Depok Tak Sinkron dengan Dapodik

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • 0Komentar

    Penulis: Erwin Lubis Kecurigaan publik terhadap dugaan kecurangan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Depok kian menguat. Investigasi yang dilakukan Tim Koordinator Liputan Nasional Hitvberita.com menemukan adanya ketidaksinkronan jumlah siswa yang diterima SMAN 11 Depok dengan data resmi di Dapodik (Data Pokok Pendidikan). HITVBERITA.COM | Depok – Permasalahan ini bermula dari laporan sejumlah […]

  • Prabowo Gelar Rapat Terbatas di Hambalang, Bahas Ketahanan Nasional dan Dinamika Global

    Prabowo Gelar Rapat Terbatas di Hambalang, Bahas Ketahanan Nasional dan Dinamika Global

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • 0Komentar

    Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar rapat terbatas bersama jajaran pimpinan TNI dan sejumlah pejabat tinggi negara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/8/2025). HITVBERITA.COM | Bogor — Rapat tersebut dihadiri Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali, dan […]

expand_less