Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

MBG Dinilai Belum Menyentuh Akar Rumput, PETIR Dorong BUMDes dan Koperasi Jadi Tulang Punggung Pasok Pangan

  • account_circle AYS Prayogie
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • print Cetak

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah dinilai belum sepenuhnya menghadirkan dampak ekonomi bagi masyarakat desa.

JAKARTA, HITV Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Persaudaraan Timur Raya (DPN PETIR), Nefton Alfares, SH, MH yang menilai bahwa pelaksanaan program tersebut masih didominasi rantai pasok dari kawasan perkotaan sehingga manfaat ekonomi belum benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha kecil di daerah.

Didampingi Ketua DPW PETIR DKI Jakarta Ones Kilikili, Nefton mengatakan pemerintah perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola distribusi dan sistem pengadaan bahan baku untuk dapur-dapur MBG.

“Program MBG sejatinya sangat baik karena menyangkut masa depan gizi anak-anak Indonesia. Namun pelaksanaannya jangan sampai hanya menghidupkan distributor besar di kota, sementara desa hanya menjadi penonton,” kata Nefton Alfares dalam pesan whatsApp yang dikirim ke redaksi HITV, saat dia dan beberapa petinggi Ormas PETIR tengah berada di Huian Carving Art Museum, Kota Quanzhou, Provinsi Fujian, China, hari Sabtu (23/5/2026).

Menurut Nefton, semangat pemerataan ekonomi yang menjadi salah satu tujuan utama MBG belum terlihat kuat di lapangan. Ia menilai keberadaan lembaga ekonomi desa seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun Koperasi Merah Putih semestinya ditempatkan sebagai aktor utama dalam rantai pasok bahan pangan.

“Kalau pemerintah serius ingin membangun ekonomi desa, maka BUMDes, koperasi lokal, kelompok tani, peternak, hingga nelayan kecil harus menjadi pemasok utama kebutuhan dapur MBG. Jangan semuanya tersentral di perusahaan besar perkotaan,” ujarnya.

Nefton menilai, keterlibatan ekonomi lokal bukan sekadar persoalan distribusi pangan, melainkan bagian dari strategi pembangunan desa jangka panjang. Dengan melibatkan petani dan pelaku usaha desa secara langsung, kata dia, perputaran uang negara dapat menciptakan efek berganda bagi ekonomi daerah.

Data kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2025 menunjukkan keterlibatan pelaku ekonomi lokal dalam program MBG masih sangat rendah. Dari sekitar 40.433 pemasok bahan baku yang terlibat, hanya 18 entitas koperasi dan BUMDes yang tercatat masuk dalam rantai distribusi.

Selain itu, dari sekitar 17.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, tingkat partisipasi pelaku usaha lokal disebut baru menyentuh angka sekitar 1,4 persen. Kondisi tersebut membuat sebagian besar perputaran anggaran MBG justru mengalir kembali ke pusat-pusat ekonomi di kota besar.

Nefton menilai fakta tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah agar tujuan pemerataan ekonomi tidak meleset dari cita-cita awal program.

“Jangan sampai program yang anggarannya sangat besar ini hanya menjadi proyek konsumsi tanpa menciptakan penguatan ekonomi desa. Negara harus memastikan uang rakyat kembali berputar di rakyat,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah membangun skema kemitraan berkelanjutan antara dapur MBG dengan kelompok tani, peternak ayam, peternak sapi, pelaku UMKM pangan, hingga koperasi desa di berbagai wilayah.

Menurut Nefton, skema itu akan membuat kebutuhan bahan pokok seperti beras, telur, sayur, ikan, dan daging dapat dipenuhi dari produksi lokal sehingga desa tidak hanya menjadi lokasi penerima manfaat, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Kalau rantai pasoknya dibangun dari desa, maka MBG bukan hanya menyelesaikan persoalan gizi, tetapi juga mampu mengurangi kemiskinan dan pengangguran di daerah,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto pernah menyampaikan bahwa satu desa dengan sekitar 3.000 penerima manfaat MBG berpotensi menciptakan perputaran uang hingga Rp 900 juta per bulan. Namun, sejumlah kalangan menilai potensi tersebut sulit tercapai apabila mayoritas pemasok masih berasal dari luar daerah.

KPK sendiri mendorong penerapan model circular economic village atau ekonomi sirkular desa dalam implementasi MBG. Melalui pola tersebut, kebutuhan pangan untuk program MBG diharapkan dapat dipenuhi dari produksi masyarakat sekitar sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga desa.

Bagi PETIR, evaluasi terhadap MBG tidak boleh dipahami sebagai bentuk penolakan terhadap program pemerintah. Sebaliknya, kritik tersebut disebut sebagai upaya mendorong agar program strategis nasional benar-benar menyentuh akar rumput.

“Program ini harus dikawal bersama. MBG jangan hanya sukses secara angka penerima manfaat, tetapi juga harus sukses mengangkat ekonomi rakyat kecil,” tutur Nefton. (\•/)

Sumber:
Humas Kominfo DPN PETIR

  • Penulis: AYS Prayogie

Rekomendasi Untuk Anda

  • Amankan Debat Publik Kedua Pilkada 2024, Polres Purwakarta Kerahkan 177 Personel

    Amankan Debat Publik Kedua Pilkada 2024, Polres Purwakarta Kerahkan 177 Personel

    • 0Komentar

    Terpantau Camera Awak Media: Tampak Personel Polwan Polres Purwakarta dengan sigap, namun tetap bersikap humanis saat menjaga ketat area pintu masuk menuju ruang debat. (Dok/Foto/Raffa) HITVBERITA.COM | PURWAKARTA • Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta, Polda Jawa Barat mengerahkan sebanyak 177 personel untuk melakukan pengamanan debat publik kedua Pilkada 2024 yang berlangsung di Hotel Harper By Aston […]

  • Evry Joe: Mengapa Wamenkumham Hadir di Kongres PARFI yang Dipertanyakan?

    Evry Joe: Mengapa Wamenkumham Hadir di Kongres PARFI yang Dipertanyakan?

    • 1Komentar

    Evry Joe, Humas PB PARFI periode 2020-2025, melontarkan kritik tajam terhadap Kongres PARFI Ke-18 yang digelar oleh caretaker di Aula Gedung Film, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. HITVBERITA COM | JAKARTA – Kisruh internal di tubuh Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) itu kembali memanas setelah Evry Joe menyampaikan pernyataan melalui video berdurasi […]

  • Empat Raperda Disahkan DPRD Purwakarta — Tonggak Baru dalam Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah!

    Empat Raperda Disahkan DPRD Purwakarta — Tonggak Baru dalam Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah!

    • 0Komentar

    Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin saat rapat paripurna di DPRD Purwakarta. (Dok/Foto/Raffa) Penulis: Raffa Christ Manalu Editor: AYS Prayogie   Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta menetapkan empat rancangan peraturan daerah (raperda) menjadi perda dalam Rapat Paripurna yang digelar pada Rabu (18/6/2025). Pengesahan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat landasan hukum serta peningkatan […]

  • Disnakertrans dan PWI Purwakarta Soroti Lambatnya Pengawasan Ketenagakerjaan Provinsi

    Disnakertrans dan PWI Purwakarta Soroti Lambatnya Pengawasan Ketenagakerjaan Provinsi

    • 0Komentar

    Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Purwakarta menggelar diskusi terkait efektivitas pengawasan ketenagakerjaan di Kantor Disnakertrans, Senin (27/4/2026). PURWAKARTA | HITV – Pertemuan menyoroti kendala birokrasi dan lambatnya penanganan kasus pekerja di lapangan pasca peralihan kewenangan ke Provinsi Jawa Barat. Kepala Disnakertrans Kabupaten Purwakarta, Dani Abdurahman, menyebut sentralisasi […]

  • Diplodocus 2025 New Release Magnet

    Diplodocus 2025 New Release Magnet

    • 1Komentar

    ➡ TORRENT (MAGNET) LINK Diplodocus: Vatek’s regiser. With Julian Wonderer, Tadeusha Baranovsky, Rachel Baterr, Nikolas Cord. Titulous dynosaurus departs to the adjusts that the spasting of its relatives, which are dispensed in the precipitation. In the adoration to the lords and two shot cuts, it is paid with fantastic units and gifted places. Diplodocus 2025 […]

  • Kolaborasi Pemerintah, Petani, dan Media Kembangkan Demplot Cabai Organik di Banyumas

    Kolaborasi Pemerintah, Petani, dan Media Kembangkan Demplot Cabai Organik di Banyumas

    • 0Komentar

    Upaya mendorong pertanian berkelanjutan berbasis ramah lingkungan terus dilakukan di tingkat akar rumput. BANYUMAS | HITV— Seperti halnya yang dilakukan oleh Paguyuban Tani Unggulan Kecamatan Kemranjen menggelar penanaman perdana Demplot Pertanian Cabai Berbasis Pupuk Organik dan Berkelanjutan di Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Rabu (4/2/2026). Demplot tersebut menjadi langkah awal pengenalan praktik budidaya cabai yang […]

expand_less