BI NTB Kawal Erina Gallery ke Panggung Global, Wastra Lombok Bawa Misi Kebangkitan Sade
- account_circle S. Erfan Nurali
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas. (Dok/Foto/Red)

Kepala Perwakilan BI NTB Hario K. Pamungkas dan Deputi Andhi Wahyu Riyadno menyaksikan penampilan Erina Gallery sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM binaan untuk menembus pasar internasional. (Dok/Foto/Red)
Dukungan Bank Indonesia terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali ditunjukkan melalui penampilan Erina Gallery dalam Fashion Parade 6 IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (15/10/2026).
JAKARTA, HITV — Tampil di urutan kedua, Erina Gallery membawa delapan koleksi bertajuk Lombok Golden Heritage dengan perpaduan warna maroon dan emas. Tak sekadar menonjolkan keindahan wastra Lombok, koleksi tersebut juga mengusung pesan solidaritas dan kebangkitan Desa Wisata Sade pascakebakaran.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K.Pamungkas, bersama Deputi Kepala Perwakilan BI NTB, Andhi Wahyu Riyadno, hadir langsung menyaksikan peragaan tersebut. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan terhadap UMKM binaan BI yang tengah memperluas jangkauan pasar melalui industri fesyen.
Hario menilai penampilan Erina Gallery di ajang nasional tersebut menunjukkan potensi wastra Lombok untuk bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
“Kami dari Bank Indonesia Provinsi NTB sangat bangga dengan penampilan Erina Gallery hari ini. Penampilan di panggung sekelas IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 ini menjadi bukti bahwa UMKM binaan kami, khususnya wastra Lombok, memiliki kualitas untuk bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Hario.
Pembinaan dari hulu hingga akses pasar
Menurut Hario, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan memperkenalkan produk melalui peragaan busana. Diperlukan pembinaan menyeluruh, mulai dari penguatan desain, manajemen usaha, akses pembiayaan, hingga perluasan jejaring bisnis.
Ia menjelaskan, BI NTB mendampingi Erina Gallery melalui pendekatan end-to-end agar pelaku usaha memiliki kesiapan lebih kuat dalam menghadapi persaingan pasar. Fasilitasi pertemuan bisnis dengan calon pembeli internasional juga menjadi bagian dari upaya memperluas pemasaran produk.
“Misi kami jelas, membawa wastra NTB, termasuk tenun Sukarara dan Sade, menjadi kebanggaan Indonesia di dunia,” katanya.
Hario menegaskan, dukungan terhadap Erina Gallery merupakan bagian dari komitmen BI dalam mendorong UMKM naik kelas, sekaligus memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan produk berbasis budaya lokal.
Namun, keberhasilan menembus pasar global tidak hanya ditentukan oleh penampilan di panggung mode. Konsistensi kualitas, kapasitas produksi, pengelolaan usaha, serta keberlanjutan pasokan dari para perajin menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing produk.
Delapan koleksi membawa pesan kebangkitan Sade
Deputi Kepala Perwakilan BI NTB, Andhi Wahyu Riyadno, menyoroti nilai sosial yang dibawa Erina Gallery melalui delapan koleksi yang ditampilkan. Menurutnya, peragaan tersebut tidak semata-mata berbicara tentang estetika, tetapi juga menyampaikan pesan empati dan pemberdayaan masyarakat.
“Yang membuat kami terharu, delapan look yang ditampilkan Erina Gallery ini dipersembahkan untuk kebangkitan Desa Wisata Sade pascamusibah kebakaran. Ini menunjukkan bahwa fashion bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal empati dan pemberdayaan,” ujar Andhi.
Ia menambahkan, pembinaan BI NTB diarahkan tidak hanya kepada penguatan merek Erina Gallery, tetapi juga kepada ekosistem produksi di tingkat perajin, terutama komunitas penenun di Sade dan Sukarara.
Dengan demikian, manfaat pengembangan usaha diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang menjadi bagian dari rantai produksi wastra Lombok.
“Ketika Erina Gallery tampil di JICC, yang tampil sebenarnya adalah karya para perajin Lombok. Kami akan terus mengawal agar wastra dari Sade dan Sukarara memiliki peluang menembus pasar global,” katanya.
Andhi menyebut Erina Gallery sebagai salah satu contoh pengembangan UMKM yang menghubungkan kekuatan produk lokal, kreativitas desain, pemberdayaan perajin, dan perluasan akses pasar.
Wastra lokal, peluang pasar internasional
Fashion Parade 6 IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 menampilkan 10 desainer binaan BI dari berbagai daerah di Indonesia. Acara yang dibuka yKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, tersebut menjadi salah satu ruang promosi bagi produk fesyen berbasis wastra Nusantara.
Bagi Erina Gallery, kesempatan tampil di JICC menjadi momentum untuk memperkenalkan identitas budaya Lombok kepada audiens yang lebih luas. Koleksi Lombok Golden Heritage memadukan unsur tradisi dengan pendekatan desain fesyen modern, sekaligus membawa perhatian pada kondisi masyarakat Desa Wisata Sade setelah musibah kebakaran.
Owner Erina Gallery, Erina Ichwan, menyampaikan apresiasi kepada BI NTB atas pendampingan dan dukungan yang diberikan hingga produknya dapat tampil di ajang tersebut.
Dukungan itu, menurutnya, menjadi dorongan bagi Erina Gallery untuk terus mengembangkan produk wastra Lombok dan memperluas jangkauan pemasarannya.
Ke depan, tantangan yang harus dijawab adalah bagaimana momentum promosi di panggung nasional dapat diterjemahkan menjadi transaksi bisnis, kemitraan berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan para perajin.
Bagi BI NTB, Erina Gallery diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi UMKM daerah dalam rantai nilai industri kreatif. Sementara bagi wastra Lombok, panggung JICC menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa warisan budaya bukan hanya layak dilestarikan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
- Penulis: S. Erfan Nurali






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.