Rabu, 17 Jun 2026
light_mode

Jejak Panjang Pendidik Nusantara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
  • print Cetak

Oleh: Zulfahmi Arsun

Dari PGHB ke PGRI: Warisan Perjuangan Guru yang Tak Pernah Padam

Di ruang kelas mana pun di Indonesia hari ini, selalu ada sosok yang berdiri paling awal dan pulang paling akhir—guru. Sering kali mereka hadir dalam senyap, tanpa sorotan, mengerjakan tugas yang tidak pernah tuntas. Namun jarang kita mengingat bahwa profesi ini tumbuh dari sejarah panjang yang penuh ketidakadilan, perlawanan, dan kesadaran kolektif. Perjalanan itu dimulai jauh sebelum Republik berdiri, ketika lembaga pendidikan kita masih berada di bawah bayang-bayang kolonial.

Awal Abad 1900-an: Ketika Guru Pribumi Dibeda-bedakan

Pemberlakuan Politik Etis pada 1901 membuka akses pendidikan bagi kaum bumiputra. Dari kebijakan itulah lahir profesi guru modern—tetapi tidak berdiri pada tanah yang setara. Guru pribumi kala itu menerima upah lebih rendah, akses promosi terbatas, bahkan sering dipandang sebatas tenaga pembantu pendidikan, bukan pendidik penuh seperti guru Eropa.

Kondisi timpang ini menumbuhkan kegelisahan kolektif. Para guru pribumi menyadari bahwa ilmu yang mereka ajarkan tidak akan cukup jika martabat profesinya sendiri terus direndahkan.

Pada titik inilah sebuah langkah bersejarah dimulai.

1 Januari 1912: PGHB dan Kesadaran Membela Martabat

Di Magelang, 1 Januari 1912, sejumlah guru bumiputra mendirikan Persatuan Goeroe Hindia Belanda (PGHB). Organisasi ini dipimpin Karto Hadi Soebroto dan Dwidjosewojo. Dengan sederhana namun tegas, mereka menegaskan misi: memperjuangkan nasib guru, meningkatkan mutu pendidikan, dan membangun solidaritas sesama pendidik.

PGHB tidak berhenti pada wacana. Mereka merancang perlindungan sosial bagi guru dengan membentuk Onderlinge Levensverzekering Maatschappij PGHB, cikal bakal Asuransi Bumi Putera.

Untuk masa itu, langkah ini bukan hanya progresif—melainkan revolusioner. Guru pribumi untuk pertama kalinya memiliki jaminan masa depan.

Pertumbuhan PGHB pesat. Pada rapat besar di Yogyakarta, 24–26 Agustus 1912, pemerintah kolonial memberikan legalitas, memperluas ruang gerak organisasi, dan memungkinkan PGHB menerbitkan buku ajar serta media internal. Menjelang akhir tahun itu, 1.427 guru dari 25 cabang telah bergabung.

Di ruang-ruang kelas, guru menjadi pembawa kesadaran baru. Nasihat dan pelajaran mereka perlahan menumbuhkan bibit nasionalisme pada generasi muda bumi putra.

Surakarta, 1945: Guru Menyatukan Barisan untuk Republik

Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, para guru memahami bahwa republik yang baru lahir membutuhkan pondasi utama: pendidikan. Banyak organisasi guru telah berdiri sebelumnya, namun terpisah oleh garis kolonial dan kategori sosial.

Pada 24–25 November 1945 di Surakarta, berbagai organisasi guru berkumpul dan melebur menjadi satu tubuh bernama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Untuk pertama kalinya, guru berdiri sebagai profesi yang utuh—tanpa memandang ras, agama, status sosial, maupun asal organisasi.

Jika PGHB adalah gerakan kesadaran, maka PGRI adalah gerakan persatuan. Keduanya membentuk tulang punggung sejarah pendidikan Indonesia.

Keppres 78/1994 dan Makna 25 November

Barulah pada Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, pemerintah menetapkan 25 November sebagai Hari Guru Nasional—tanggal yang diselaraskan dengan lahirnya PGRI.

Penetapan ini bukan sekadar penanda kalender, melainkan pengakuan negara atas perjalanan panjang guru sebagai pilar pembentukan bangsa.

Namun peringatan ini selalu menyisakan pertanyaan yang harus kita jawab dengan jujur: apakah penghormatan kita pada guru hanya berhenti pada upacara dan slogan?

Tantangan Kini: Menghadirkan Kembali Semangat 1912

Seratus lebih tahun sejak PGHB berdiri, tantangan guru berubah tetapi esensinya sama: kesenjangan, beban administrasi berlebihan, infrastruktur yang belum merata, dan kesejahteraan yang kerap tertinggal.

Prinsip kesetaraan dan martabat yang dahulu diperjuangkan PGHB—dan diperkuat PGRI— masih relevan hingga hari ini.

Guru menghadapi tuntutan baru: digitalisasi, perubahan karakter murid, integritas profesi, hingga tantangan moral di tengah arus media sosial. Tetapi harapan masyarakat terhadap guru tetap sama: mereka diminta tidak hanya mengajar, tetapi juga membentuk karakter, merawat kebhinekaan, menjaga masa depan.

Maka pertanyaannya bukan lagi “apa yang sudah diberikan guru?”, tetapi “apa yang sudah kita berikan kepada guru agar mereka mampu menjalankan tanggung jawab itu?”

Penutup: Api Pengabdian yang Tidak Pernah Padam

Sejarah 1912 dan 1945 menunjukkan satu hal penting: profesi guru tumbuh bukan dari kenyamanan, melainkan dari perjuangan. Ia dibangun dengan keberanian menolak diskriminasi, keberanian bersatu, dan keberanian menjaga martabat profesi.

Hari ini, ketika sebuah nama dipanggil di depan kelas—”Ibu Guru”, “Bapak Guru”—kita tengah menyapa pewaris sejarah panjang itu.

Kita bisa merayakan Hari Guru Nasional dengan bunga, ucapan, atau seremoni. Tetapi penghargaan yang sesungguhnya adalah memastikan semangat PGHB tetap hidup: memperjuangkan martabat guru, menguatkan organisasi profesi, dan menempatkan pendidikan sebagai jantung pembangunan nasional.

Di tangan para gurulah, masa depan Indonesia dirajut pelan-pelan—dengan kesabaran, keteguhan, dan pengabdian yang tak pernah padam. (/*/*/)

Penulis adalah Kepala Perwakilan Redaksi Portal Berita HITVberita.com Provinsi Riau – Tinggal di Kabupaten Indragiri Hilir

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Веб-обозрение БК Мостбет Mostbet com: отклики, бонусы до 35 000

    Веб-обозрение БК Мостбет Mostbet com: отклики, бонусы до 35 000

    • 0Komentar

    Зеркала обновляются регулярно, чтобы создать условия впуск ко актуальной принесенным вдобавок возможностям БК Мостбет. Абы выкапать другую ссылку, пользователи множат обратиться к занятии помощи али искать актуальные гиперссылки в общественных сетях. Для входа в аккаунт Мостбет юзерам надобно задействовать логин и обращение, которые быть в наличии велены зли сосредоточивания. Dibaca: 87

  • Lany Poniedzialek 2025 Classic Mo𝚟ie Magnet

    Lany Poniedzialek 2025 Classic Mo𝚟ie Magnet

    • 0Komentar

    ➡ MAGNET HERE Lany Ponilek: Directd by Jusyna m Mytnik. Julia Polaczek, Nel Kaczmarek, Weroniy Kozakowska, Jowiti Budnik. 15-Jear-Old Clara Raped by A Masked Boy During Wet Monday. Just Before the First Annisyary of the Incimett, Sheol Paralyzed water by a waer. Understinging, Clara Turs to Her New, Somewhawhawhawhawhawhawhawric Friend. lany Poniek 2025 genre-speci-ficic filnrent* […]

  • LAKRI Desak Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi BGN, Ical Syamsudin: Jangan Berhenti pada Tiga Tersangka

    LAKRI Desak Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi BGN, Ical Syamsudin: Jangan Berhenti pada Tiga Tersangka

    • 0Komentar

    Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) mendesak Kejaksaan Agung untuk memperluas penyidikan dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) dan tidak berhenti hanya pada penetapan tiga mantan pimpinan lembaga tersebut sebagai tersangka. JAKARTA, HITV — Sikap tegas itu disampaikan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) LAKRI, Ical Syamsudin, S.Sos, SH, yang menilai pengungkapan perkara harus […]

  • Rangkaian Kegiatan HUT Kemerdekaan RI Ke 79, Presiden Jokowi, Gelar Dzikir Kebangsaan

    Rangkaian Kegiatan HUT Kemerdekaan RI Ke 79, Presiden Jokowi, Gelar Dzikir Kebangsaan

    • 0Komentar

    HiTVBerita.Com | Jakarta.- Bertempat di Istana Merdeka Jakarta, tadi Malam 1 Agustus 2024, dilaksanakan Dzikir Kebangsaan, dan ini merupakan rangkaian pertama menyambut HUT RI ke 79 tahun 2024. Menurut keterangan Deputi Protokol dan Sekretariat Presiden Yusuf Permana kepada para Wartawan, jumlah undangan yang hadir dalam acara tersebut lebih kurang 3.163 orang, termasuk Presiden dan Wakil […]

  • Polres Karimun Perketat Pengawasan Arus Balik di Pelabuhan dan Objek Wisata

    Polres Karimun Perketat Pengawasan Arus Balik di Pelabuhan dan Objek Wisata

    • 0Komentar

    Dalam rangka mengantisipasi lonjakan arus balik pasca libur hari besar, Satuan Lalu Lintas Polres Karimun melaksanakan kegiatan pemantauan dan pengamanan di sejumlah titik strategis, Senin (23/3/2026). KARIMUN | HITV – Adapun lokasi pemantauan meliputi Pelabuhan Domestik Karimun, Pelabuhan Rakyat Sri Tanjung Gelam, serta sejumlah objek wisata di wilayah Kabupaten Karimun, yakni Pantai Pelawan, Pantai Pongkar, […]

  • Kenal di WhatsApp, Pria di Karimun Diduga Cabuli Anak 13 Tahun

    Kenal di WhatsApp, Pria di Karimun Diduga Cabuli Anak 13 Tahun

    • 0Komentar

    Satreskrim Polres Karimun mengungkap kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di sebuah hotel di Tanjung Balai Karimun. Seorang pria berinisial TAS (22) telah diamankan. KARIMUN | HITV – Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan orang tua korban. “Pelaku diamankan setelah adanya laporan dari pihak keluarga […]

expand_less