Senin, 10 Agu 2026
light_mode

Jejak Panjang Pendidik Nusantara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
  • print Cetak

Oleh: Zulfahmi Arsun

Dari PGHB ke PGRI: Warisan Perjuangan Guru yang Tak Pernah Padam

Di ruang kelas mana pun di Indonesia hari ini, selalu ada sosok yang berdiri paling awal dan pulang paling akhir—guru. Sering kali mereka hadir dalam senyap, tanpa sorotan, mengerjakan tugas yang tidak pernah tuntas. Namun jarang kita mengingat bahwa profesi ini tumbuh dari sejarah panjang yang penuh ketidakadilan, perlawanan, dan kesadaran kolektif. Perjalanan itu dimulai jauh sebelum Republik berdiri, ketika lembaga pendidikan kita masih berada di bawah bayang-bayang kolonial.

Awal Abad 1900-an: Ketika Guru Pribumi Dibeda-bedakan

Pemberlakuan Politik Etis pada 1901 membuka akses pendidikan bagi kaum bumiputra. Dari kebijakan itulah lahir profesi guru modern—tetapi tidak berdiri pada tanah yang setara. Guru pribumi kala itu menerima upah lebih rendah, akses promosi terbatas, bahkan sering dipandang sebatas tenaga pembantu pendidikan, bukan pendidik penuh seperti guru Eropa.

Kondisi timpang ini menumbuhkan kegelisahan kolektif. Para guru pribumi menyadari bahwa ilmu yang mereka ajarkan tidak akan cukup jika martabat profesinya sendiri terus direndahkan.

Pada titik inilah sebuah langkah bersejarah dimulai.

1 Januari 1912: PGHB dan Kesadaran Membela Martabat

Di Magelang, 1 Januari 1912, sejumlah guru bumiputra mendirikan Persatuan Goeroe Hindia Belanda (PGHB). Organisasi ini dipimpin Karto Hadi Soebroto dan Dwidjosewojo. Dengan sederhana namun tegas, mereka menegaskan misi: memperjuangkan nasib guru, meningkatkan mutu pendidikan, dan membangun solidaritas sesama pendidik.

PGHB tidak berhenti pada wacana. Mereka merancang perlindungan sosial bagi guru dengan membentuk Onderlinge Levensverzekering Maatschappij PGHB, cikal bakal Asuransi Bumi Putera.

Untuk masa itu, langkah ini bukan hanya progresif—melainkan revolusioner. Guru pribumi untuk pertama kalinya memiliki jaminan masa depan.

Pertumbuhan PGHB pesat. Pada rapat besar di Yogyakarta, 24–26 Agustus 1912, pemerintah kolonial memberikan legalitas, memperluas ruang gerak organisasi, dan memungkinkan PGHB menerbitkan buku ajar serta media internal. Menjelang akhir tahun itu, 1.427 guru dari 25 cabang telah bergabung.

Di ruang-ruang kelas, guru menjadi pembawa kesadaran baru. Nasihat dan pelajaran mereka perlahan menumbuhkan bibit nasionalisme pada generasi muda bumi putra.

Surakarta, 1945: Guru Menyatukan Barisan untuk Republik

Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, para guru memahami bahwa republik yang baru lahir membutuhkan pondasi utama: pendidikan. Banyak organisasi guru telah berdiri sebelumnya, namun terpisah oleh garis kolonial dan kategori sosial.

Pada 24–25 November 1945 di Surakarta, berbagai organisasi guru berkumpul dan melebur menjadi satu tubuh bernama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Untuk pertama kalinya, guru berdiri sebagai profesi yang utuh—tanpa memandang ras, agama, status sosial, maupun asal organisasi.

Jika PGHB adalah gerakan kesadaran, maka PGRI adalah gerakan persatuan. Keduanya membentuk tulang punggung sejarah pendidikan Indonesia.

Keppres 78/1994 dan Makna 25 November

Barulah pada Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, pemerintah menetapkan 25 November sebagai Hari Guru Nasional—tanggal yang diselaraskan dengan lahirnya PGRI.

Penetapan ini bukan sekadar penanda kalender, melainkan pengakuan negara atas perjalanan panjang guru sebagai pilar pembentukan bangsa.

Namun peringatan ini selalu menyisakan pertanyaan yang harus kita jawab dengan jujur: apakah penghormatan kita pada guru hanya berhenti pada upacara dan slogan?

Tantangan Kini: Menghadirkan Kembali Semangat 1912

Seratus lebih tahun sejak PGHB berdiri, tantangan guru berubah tetapi esensinya sama: kesenjangan, beban administrasi berlebihan, infrastruktur yang belum merata, dan kesejahteraan yang kerap tertinggal.

Prinsip kesetaraan dan martabat yang dahulu diperjuangkan PGHB—dan diperkuat PGRI— masih relevan hingga hari ini.

Guru menghadapi tuntutan baru: digitalisasi, perubahan karakter murid, integritas profesi, hingga tantangan moral di tengah arus media sosial. Tetapi harapan masyarakat terhadap guru tetap sama: mereka diminta tidak hanya mengajar, tetapi juga membentuk karakter, merawat kebhinekaan, menjaga masa depan.

Maka pertanyaannya bukan lagi “apa yang sudah diberikan guru?”, tetapi “apa yang sudah kita berikan kepada guru agar mereka mampu menjalankan tanggung jawab itu?”

Penutup: Api Pengabdian yang Tidak Pernah Padam

Sejarah 1912 dan 1945 menunjukkan satu hal penting: profesi guru tumbuh bukan dari kenyamanan, melainkan dari perjuangan. Ia dibangun dengan keberanian menolak diskriminasi, keberanian bersatu, dan keberanian menjaga martabat profesi.

Hari ini, ketika sebuah nama dipanggil di depan kelas—”Ibu Guru”, “Bapak Guru”—kita tengah menyapa pewaris sejarah panjang itu.

Kita bisa merayakan Hari Guru Nasional dengan bunga, ucapan, atau seremoni. Tetapi penghargaan yang sesungguhnya adalah memastikan semangat PGHB tetap hidup: memperjuangkan martabat guru, menguatkan organisasi profesi, dan menempatkan pendidikan sebagai jantung pembangunan nasional.

Di tangan para gurulah, masa depan Indonesia dirajut pelan-pelan—dengan kesabaran, keteguhan, dan pengabdian yang tak pernah padam. (/*/*/)

Penulis adalah Kepala Perwakilan Redaksi Portal Berita HITVberita.com Provinsi Riau – Tinggal di Kabupaten Indragiri Hilir

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Belitung Lantik 10 Pejabat Pimpinan Pratama

    Bupati Belitung Lantik 10 Pejabat Pimpinan Pratama

    • 0Komentar

    Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat melantik dan mengambil sumpah 10 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung, Jumat (6/2/2026). TANJUNGPANDAN | HITV — Dalam pelantikan tersebut, Djoni menegaskan bahwa jabatan publik adalah amanah yang harus dijalankan dengan integritas tinggi, keberanian mengambil keputusan, serta kinerja yang berdampak langsung bagi masyarakat. Pelantikan berlangsung di Gedung […]

  • Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2024 Dilaksanakan di Kantor Kementerian Dikdasmen RI

    Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2024 Dilaksanakan di Kantor Kementerian Dikdasmen RI

    • 0Komentar

    Peringatan “Hari Guru Nasional Tahun 2024″ yang Ke-30 dilaksanakan secara nasional di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI di Jakarta.Selain dilaksanakan peringatannya di Kantor Kemendikdasmen RI tersebut, juga peringatan Hari Guru Nasional dirayakan diberbagai Instansi pendidikan di seluruh Indonesia. (Dok/Foto/Rosad) HITVBERITA.COM | JAKARTA – Peringatan Hari Guru Nasional merupakan wujud apresiasi terhadap peran Guru […]

  • Wagub Kepri Nyanyang Tinjau Arus Mudik di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang

    Wagub Kepri Nyanyang Tinjau Arus Mudik di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang

    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, meninjau langsung situasi arus mudik menjelang Idul Fitri 2026 di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang. TANJUNGPINANG | HITV – Dalam kunjungannya, Nyanyang menyapa para penumpang serta menanyakan langsung kondisi pelayanan di pelabuhan. Ia memastikan sejauh ini arus penumpang berjalan lancar dan tidak ditemukan kendala signifikan. Menurut Nyanyang, Pemerintah […]

  • KPUD Purwakarta Secara Marathon Gelar Penyuluhan Hukum Pilkada 2024

    KPUD Purwakarta Secara Marathon Gelar Penyuluhan Hukum Pilkada 2024

    • 0Komentar

    𝐇𝐈𝐓𝐕𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚.𝐂𝐨𝐦|Purwakarta – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Purwakarta melaksanakan Penyuluhan Hukum Pilkada 2024 Tingkat PPK secara maraton selama 17 hari, mulai tanggal 9 sampai 31 Oktober 2024 mendatang. Selama penyuluhan hukum tersebut, KPUD Kabupaten Purwakarta bekerjasama dengan TNI/Polri, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Bawaslu selaku narasumber. Mereka memberikan materi kepada peserta meliputi anggota PPS, Sekretariat […]

  • Kades Tumbang Baraoi Harap PT Dwimajaya Utama Dukung Sidang Sinode GKE

    Kades Tumbang Baraoi Harap PT Dwimajaya Utama Dukung Sidang Sinode GKE

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Katingan – Pemerintah Desa Tumbang Baraoi berharap PT Dwimajaya Utama Group dapat mendukung dan menyukseskan kegiatan Sidang Sinode GKE wilayah Resort Tumbang Manggo yang akan digelar pada 4–7 Desember 2025. Kepala Desa Tumbang Baraoi, Agiansyah, menyampaikan harapan tersebut dalam rangka persiapan menyambut peserta Sidang Sinode GKE. Ia menyoroti kondisi akses jalan menuju Desa […]

  • ‎Sekda Garut Minta Direksi Baru Perumda Tirta Intan Tuntaskan Pekerjaan Rumah

    ‎Sekda Garut Minta Direksi Baru Perumda Tirta Intan Tuntaskan Pekerjaan Rumah

    • 0Komentar

    Penulis Kang Aden HITV Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, meminta jajaran direksi baru Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Intan segera menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah yang selama ini menjadi catatan penting pemerintah daerah. HITVBERITA.COM | Garut — Hal itu disampaikan Nurdin saat menghadiri serah terima jabatan (sertijab) direksi Perumda Tirta Intan yang digelar […]

expand_less