Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Negara Tidak Boleh Lengah: Keracunan Makanan MBG Mengancam Psikis dan Keselamatan Anak Bangsa

  • account_circle webtable
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • print Cetak

Oleh: Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH | Pakar Hukum Internasional & Ekonom Nasional

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) pada dasarnya lahir dari niat baik negara untuk memastikan hak dasar anak-anak Indonesia atas asupan gizi yang layak.

PRESIDEN Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tentu menghendaki agar program ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masa depan generasi penerus bangsa.

Namun niat baik saja tidak cukup bila tidak diiringi pengawasan yang ketat, tata kelola yang transparan, serta penegakan hukum yang tegas.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kasus keracunan makanan masih terus terjadi pada siswa-siswi penerima manfaat MBG. Peristiwa ini tidak bisa dianggap sepele. Keracunan makanan bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga menghantam kondisi psikologis anak-anak sekolah. Rasa trauma, ketakutan, dan ketidakpercayaan terhadap lingkungan sekolah adalah konsekuensi serius yang dapat mengganggu proses belajar dan tumbuh kembang mereka.

“Negara tidak boleh lengah. Tidak boleh ada toleransi terhadap kelalaian, apalagi pembiaran

SAYA menegaskan, pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan penyelenggara MBG harus dilakukan secara ekstra dari pusat hingga daerah. Setiap rantai tanggung jawab—mulai dari perencanaan, pengolahan, distribusi, hingga konsumsi—harus berada di bawah kontrol negara yang ketat. Keracunan makanan memiliki risiko fatal, bahkan kematian, tergantung daya tahan tubuh korban. Oleh karena itu, bila terjadi keracunan, penanggung jawab dapur SPPG atau pengelola MBG wajib ditangkap dan diproses hukum. Tidak ada alasan untuk memaafkan kelalaian yang mengorbankan keselamatan anak-anak.

Keprihatinan saya semakin dalam karena program MBG dan SPPG telah berjalan lebih dari satu tahun. Namun kasus-kasus keracunan seolah terus berulang tanpa penyelesaian yang tegas. Seakan-akan penderitaan para pelajar tidak benar-benar menjadi perhatian. Lebih memprihatinkan lagi, lemahnya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab menimbulkan kesan bahwa program ini hanya berjalan secara seremonial—indah di atas kertas, rapuh dalam praktik.

Padahal, sejak 1 Juli 2025, petugas SPPG telah diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025. Sebanyak 2.080 petugas—termasuk Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan—telah memperoleh kepastian karier, hak, dan perlindungan negara. Logikanya, dengan status ASN dan dukungan regulasi tersebut, kualitas layanan dan tanggung jawab seharusnya semakin meningkat.

Namun di sisi lain, muncul persoalan serius: pengelolaan dapur MBG justru diserahkan kepada pihak swasta. Di sinilah letak kejanggalan tata kelola. Negara mengangkat petugas gizi sebagai ASN, tetapi menyerahkan pengolahan makanan kepada pihak swasta dengan aturan yang tidak transparan. Ini menimbulkan pertanyaan besar tentang efisiensi, akuntabilitas, kualitas, serta potensi penyalahgunaan anggaran.

Dalam sejumlah rapat dengar pendapat, terungkap adanya aturan-aturan pengelola MBG yang sangat aneh dan berpotensi melanggar hukum. Misalnya, larangan mengambil gambar dapur MBG, larangan memperkarakan kasus keracunan, hingga ketentuan bahwa bila siswa sakit akibat makanan MBG, maka tanggung jawab dibebankan kepada orang tua. Bahkan ada aturan yang melarang guru mencicipi makanan MBG, dengan dalih tugas guru hanya menghitung dan membagikan paket.

Aturan semacam ini bukan hanya tidak masuk akal, tetapi juga berpotensi melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Penyelenggara MBG tidak berhak membuat aturan sepihak yang menghilangkan hak siswa, orang tua, maupun guru. Transparansi adalah keharusan. Tanggung jawab atas keamanan pangan tidak boleh dialihkan kepada masyarakat.

Ungkapan yang beredar, “guru-guru memeras keringat, penyelenggara kipas-kipas,” terasa pahit namun nyata. Guru dibebani tanggung jawab distribusi, sementara kualitas makanan berada di luar kendali mereka. Ini ketimpangan yang harus segera diperbaiki.

Lebih jauh, rencana pembiayaan MBG yang menyerap anggaran besar—bahkan disebut-sebut berasal dari pemotongan 20 persen anggaran pendidikan—harus dievaluasi secara menyeluruh. DPR, BPK, kementerian terkait, serta masyarakat sipil wajib terlibat aktif dalam mengoreksi tata kelola program ini. Jangan sampai niat baik negara justru menjadi beban baru bagi dunia pendidikan.

Kebijakan pembagian paket MBG di bulan puasa untuk dibawa pulang dan digunakan saat berbuka pun patut dikaji ulang. Risiko makanan basi, keamanan pangan, dan efektivitas program harus menjadi pertimbangan utama. Program yang baik tidak boleh berubah menjadi sumber masalah baru.

Saya tidak menolak esensi pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah. Namun negara juga harus jujur bertanya: adakah program yang lebih strategis dan berdampak luas? Peningkatan mutu guru, perbaikan infrastruktur pendidikan, serta penguatan sistem pengawasan justru menjadi fondasi utama untuk melahirkan generasi unggul.

Presiden RI Prabowo Subianto tentu tidak menginginkan satu pun anak bangsa menjadi korban akibat kelalaian pengelolaan MBG. Karena itu, saya menegaskan: bila terjadi keracunan, tidak ada kata maaf. Siapa pun oknumnya harus ditangkap, dan dapur bermasalah wajib ditutup. Inilah wujud kehadiran negara yang sesungguhnya—tegas, adil, dan berpihak pada keselamatan rakyatnya, terutama anak-anak Indonesia. (\•/)

 

Cijantung, 1 Februari 2026
Ditulis oleh Prof Dr KH Sutan Nasional, SH, MH di Markas Partai Oposisi Merdeka, Kawasan Komplek Kopassus, Kota Jakarta Timur

  • Penulis: webtable

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lapas Batang Percepat Sertifikasi Aset BMN untuk Perkuat Legalitas Tanah Negara

    Lapas Batang Percepat Sertifikasi Aset BMN untuk Perkuat Legalitas Tanah Negara

    • 0Komentar

    Lapas Kelas IIB Batang mempercepat proses sertifikasi Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah lapas dan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) melalui koordinasi lintas instansi,  BATANG | HITV – Langkah tersebut dilakukan bersama ATR/BPN, BPKPAD, PUPR, KPKNL, serta notaris guna memperkuat legalitas aset negara dan mendukung tertib administrasi BMN, jg hari Selasa, (12/5/2026). Kepala Lapas Batang, […]

  • Solidaritas di Tengah Duka: Ojol Batam dan Polisi Duduk Satu Lesehan untuk Affan

    Solidaritas di Tengah Duka: Ojol Batam dan Polisi Duduk Satu Lesehan untuk Affan

    • 0Komentar

    Penulis: Taufik Rahman Langit malam Batam tampak teduh ketika ratusan driver ojek online (ojol) berbondong-bondong menuju Lapangan Tembak Mapolresta Barelang, Jumat (29/8/2025). Mereka datang dengan jaket hijau, sebagian masih membawa helm, bahkan ada yang baru saja menuntaskan orderan. Tidak ada teriakan, tidak ada amarah, hanya lantunan doa yang menggema. HITVBERITA.COM | Batam –  Malam itu, […]

  • Pembukaan Endek Ramadhan Fest 2025 Meriah, Dorong Ekonomi Kreatif di Belitung

    Pembukaan Endek Ramadhan Fest 2025 Meriah, Dorong Ekonomi Kreatif di Belitung

    • 0Komentar

    Endek Ramadhan Fest 2025 resmi dibuka oleh Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah Hidayat, S.Sos pada Sabtu malam,8 Maret 2025. Acara yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif ini, dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta ribuan pengunjung. HITVBERITA.COM | BELITUNG – Hadir dalam acara tersebut antara lain, Bupati Belitung, H. […]

  • Solidaritas Natal Oikumene KJRI Hamburg 2024: Wujudkan Indonesia Gemah Ripah Loh Jinawi

    Solidaritas Natal Oikumene KJRI Hamburg 2024: Wujudkan Indonesia Gemah Ripah Loh Jinawi

    • 0Komentar

    Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa di Gereja Evangelisch-Reformierte Kirche, Ferdinandstraße 21, Hamburg. Lebih dari 500 Warga Negara Indonesia (WNI) dan diaspora Indonesia hadir dalam ibadah dan perayaan Natal Oikumene yang digelar oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hamburg, pada hari Sabtu, 14 Desember 2024 tersebut. (Dok/Foto/Arief) HITVBERITA.COM | HAMBURG — Terpantau awak media hitvberita.com […]

  • Jelang Pilkada 2024, Tim Pemenangan Koalisi ‘Purwakarta Yadi-Pipin Ngahiji’ Gelar Rapat Konsolidasi

    Jelang Pilkada 2024, Tim Pemenangan Koalisi ‘Purwakarta Yadi-Pipin Ngahiji’ Gelar Rapat Konsolidasi

    • 0Komentar

    Foto Kolase: Kegiatan Rapat Konsolidasi Tim Pemenangan Yadi Rusmayadi-Pipin Sopian. (dok/foto/RCM) HiTvBerita.COM | Purwakarta – Menjelang Pilkada Purwakarta yang tinggal beberapa bulan lagi, Tim Pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati Purwakarta, Yadi Rusmayadi-Pipin Sopian (Yakin) menggelar rapat konsolidasi, pada Senin, 2 September 2024. Agenda rapat yang digelar di Kantor DPD PKS tersebut dihadiri pasangan […]

  • Pertamina Tinjau SPBU KM 57 dan Fasilitas Balongan

    Pertamina Tinjau SPBU KM 57 dan Fasilitas Balongan

    • 0Komentar

    Penulis: Erwin Lubis Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat meninjau SPBU KM 57 dan sejumlah fasilitas di Balongan, Kamis (21/8/2025). Kunjungan ini untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar sekaligus mengecek kesiapan sarana dan prasarana penyaluran di wilayah tersebut. HITVBERITA.COM | Jakarta – Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Freddy Anwar, […]

expand_less