Kamis, 14 Mei 2026
light_mode

Mengapa Putra Daerah Figur Yang Tepat Menjalankan Fungsi Bupati Sebagai Kepala Daerah?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
  • print Cetak

BUPATI sebagai Kepala Pemerintahan merupakan konsep Yuridis dan Bupati sebagai Kepala Daerah merupakan konsep Sosiologis. Kedua fungsi ini melekat pada satu jabatan “Bupati” sehingga “Bupati” menjalani fungsi Kepala Pemerintahan dan sekaligus menjalankan fungsi Kepala Daerah.

Bupati sebagai Kepala Pemerintahan yang “Bijak dan Kredibel” adalah selain sosok pejabat Bupati yang piawai menggunakan instrumen Hukum Administrasi sebagai sarana dalam menjalankan roda pemerintahan, juga harus sosok seorang yang memang mempunyai kemampuan menterjemahkan norma hukum secara utuh

Bupati sebagai Kepala Daerah menjalankan fungsi Sosiologis, ia juga selain memiliki kedudukan sebagai sosok figur central di suatu daerah.

Dia juga sebagai tokoh karismatik dan panutan masyarakat serta sekaligus sebagai figur yang di idolakan.

Sehingga, Bupati sebagai Kepala Daerah mempunyai “Publik Otoritas” untuk mempengaruhi kehidupan masyarakat, terkhusus yang berada di wilayah kekuasaannya.

Sebagai “Publik Otoritas” dan “Publik Figur” masyarakat pun menyakini bahwa Bupati sebagai Kepala Daerah mampu menyelesaikan setiap persoalan masyarakat dengan “kewibawaan” yang dimilikinya, sehingga Bupati sebagai Kepala Daerah merupakan tempat masyarakat mengadu dan meminta pertolongan atas semua persoalan yang timbul di masyarakat.

Jika diibaratkan dengan sistem pemerintahan Monarki modern di suatu negara, Kepala Pemerintahan ibarat Perdana Menteri dan Kepala Daerah ibarat Raja yang tidak mempunyai kekuasaan eksekutif, namun mempunyai kewibawaan dan pengaruh bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, karena Raja adalah sebagai simbol ketokohan utama bagi rakyat.

Bupati sebagai Kepala Daerah yang menjalankan fungsi Sosiologis mempunyai peran yang cukup signifikan bagi kemaslahatan rakyat.

Terlebih, ketika semua instrumen hukum tidak mampu lagi menjawab atas persoalan yang di hadapi masyarakat?

Dan juga pada saat penegakan hukum telah kehabisan argumentasi untuk menjawab persoalan masyarakat?

Maka, pendekatan Sosiologis yang diperankan oleh Bupati sebagai Kepala Daerah akan menjadi alternatif penyelesaian “win-win solution”

Berangkat Bupati sebagai Kepala Daerah dan peran Kepala Daerah dalam menjalankan fungsi Sosiologis maka, tanpa disadari masyarakat akan memilih pemimpin yang lahir dari “rahim” yang sama dengannya, atau akan berusaha mencari persamaan-persamaan lain sehingga secara alami terbangun “chemistry”

“Chemistry” antara Bupati sebagai Kepala Daerah dengan rakyatnya akan terbangun karena ada banyaknya bentuk persamaan persamaan pada keduanya.

Salah satu contoh adalah persamaan yang terlahir dari “Rahim Belitung” – Yakni sebuah persamaan nilai-nilai yang dianut karena memang tumbuh besar dalam kehidupan lingkungan sosial yang sama, Belitung.

Adanya hubungan emosional yang terbangun karena banyaknya persamaan-persamaan yang bersifat “kedaerahan” antara Bupati sebagai Kepala Daerah dengan masyarakatnya itu, dipastikan akan mampu menciptakan kehidupan bermasyarakat yang diinginkan. (**)
__________
Penulis berprofesi sebagai Praktisi Hukum dan Praktisi Pengembangan SDM Berbasis Teknologi Pikiran

Bambang Yuganto, SH, MH, M.AP

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Grand Opening Top 100 Batam Diserbu Masyarakat

    Grand Opening Top 100 Batam Diserbu Masyarakat

    • 0Komentar

    Penulis: Zulkifli Ritonga Masyarakat Batam dari berbagai penjuru menyerbu pusat perdagangan Top 100 Batam di Bengkong Laut dan Sadai saat Grand Opening pada Selasa (9/9/2025), yang berlangsung selama enam hari. HITVBERITA.COM | Batam – Dalam pantauan, Minggu (13/9/2025), sejak pagi hingga pukul 23.15 WIB, Top 100 Batam tetap ramai dikunjungi masyarakat. Diskon khusus untuk buah-buahan […]

  • Dugaan Kejanggalan Alokasi Dana BOS di SMKN 1 Karawang, Administrasi Sekolah Habiskan Rp.1,9 Miliar

    Dugaan Kejanggalan Alokasi Dana BOS di SMKN 1 Karawang, Administrasi Sekolah Habiskan Rp.1,9 Miliar

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMKN 1 Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan tajam. Sejumlah alokasi dana pada tahun 2023 dan 2024 dinilai tidak wajar lantaran menyedot anggaran dalam jumlah besar, namun dianggap belum sepenuhnya berdampak langsung pada peserta didik. HITVBERITA.COM | Karawang – Berdasarkan data yang dihimpun hitvberita.com, sekolah […]

  • Awasi Tata Kelola Pemerintahan Melalui Program MCSP, KPK Datangi Pemkab Bekasi

    Awasi Tata Kelola Pemerintahan Melalui Program MCSP, KPK Datangi Pemkab Bekasi

    • 0Komentar

    Rapat koordinasi KPK dan Pemerintah Kabupaten Bekasi. (Foto/Raffa/HITV) Penulis: Raffa Christ Manalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dalam rangka pengawasan tata kelola pemerintahan daerah melalui program Monitoring, Controling Surveillance for Prevention (MCSP). HITVBERITACOM| Bekasi – Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK RI, Bahtiar Ujang Purnama menjelaskan, bahwa kehadiran […]

  • Warga Singkep Gelisah, Rekomendasi Perkebunan Sawit PT SPP Tuai Sorotan

    Warga Singkep Gelisah, Rekomendasi Perkebunan Sawit PT SPP Tuai Sorotan

    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA Rencana pemberian rekomendasi pengelolaan lahan seluas 23.000 hektar kepada PT SPP di Pulau Singkep, Kabupaten Lingga, memantik keresahan masyarakat. Tanpa sosialisasi yang memadai, langkah ini dinilai mengabaikan aspirasi warga yang akan terdampak lang. HITVBERITA.COM | Lingga — Kabar mengenai terbitnya rekomendasi bagi perusahaan sawit tersebut mencuat awal Oktober 2025. Padahal, di masa […]

  • MANTAN ARTIS CILIK PUPUT NOVEL TUTUP USIA

    MANTAN ARTIS CILIK PUPUT NOVEL TUTUP USIA

    • 0Komentar

    𝗛𝗜𝗧𝗩𝗕𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮.𝗖𝗼𝗺 | 𝗝𝗮𝗸𝗮𝗿𝘁𝗮 – Mantan Artis Cilik era 90 an Puput Novel, Minggu Malam 8 September 2024, Meninggal dunia di usia 50 tahun, di Rumah sakit MNC Jakarta Selatan pukul 18.30 wib. Mendiang Puput Novel, yang lahir di Jakarta 31 Agustus 1974, dikenal luas sebagai salah satu Ikon penyanyi cilik, yang sudah mulai berkarier sejak […]

expand_less