Minggu, 1 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ragam Peristiwa » Festival Budaya Nusantara Meriahkan Hari Jadi Purwakarta Ke-194

Festival Budaya Nusantara Meriahkan Hari Jadi Purwakarta Ke-194

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 54
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Oleh: AYS Prayogie

Semarak budaya dari berbagai penjuru Nusantara menyatu di jantung Kota Purwakarta, Minggu (20/7/2025) malam. Ribuan warga tumpah ruah memenuhi Jalan Jenderal Sudirman, merayakan puncak peringatan Hari Jadi ke-194 Kota dan ke-57 Kabupaten Purwakarta melalui gelaran Festival Budaya Nusantara.

FESTIVAL ini bukan sekadar perayaan ulang tahun daerah. Ia menjelma menjadi panggung inklusif yang merayakan kekayaan budaya Indonesia dalam bingkai keberagaman, serta menjadi ruang bagi masyarakat untuk menegaskan identitas lokal di tengah arus modernisasi.

Sejak petang, suasana jalan utama kota telah disulap menjadi arena pesta rakyat. Lampu warna-warni menggantung di sepanjang jalan, menyinari wajah-wajah antusias warga yang berdiri berjejer sejak sore. Aroma khas kuliner daerah menyelinap di antara riuh tepuk tangan dan suara gamelan yang mengalun dari kejauhan.

Pawai budaya dimulai dari depan Kampus UPI (Parapatan Enggrang), berarak menuju Pertigaan BTN.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein —akrab disapa Om Zein —memimpin rombongan dengan menaiki kereta kencana.

Ia didampingi Wakil Bupati dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang menunggang kuda, menyuguhkan suasana khas kerajaan masa silam.

“Festival ini adalah milik semua. Setiap kecamatan di Purwakarta diberi ruang untuk menampilkan ekspresi budayanya. Ini bukan hanya tentang seni luar daerah, tapi juga tentang bagaimana kita menjaga akar budaya lokal, ujar Om Zein, saat ditemui di sela-sela acara.

Tak hanya suguhan visual dari arak-arakan, kemeriahan juga ditopang oleh kehadiran seni tradisi dari berbagai wilayah di Indonesia. Ogoh-ogoh dari Bali menjadi salah satu daya tarik utama. Patung raksasa yang biasa muncul saat Nyepi ini menyita perhatian, terutama anak-anak yang berebut mengabadikan momen dengan kamera ponsel.

Dari timur Pulau Jawa, hadir pula Reog Ponorogo, lengkap dengan topeng dadak merak dan alunan musik pengiring yang menggema. Penampilan itu disambut riuh tepuk tangan warga, sebagian bahkan ikut menari mengikuti irama.

Adapun dari Tanah Pasundan, beragam kesenian khas Jawa Barat ditampilkan secara bergiliran. Di antaranya Badud dari Pangandaran, Rengkong dari Sukabumi, Bebegig dari Ciamis, hingga Surak Ibra dari Garut.

Ada pula Wayang Gegeus dari Kota Banjar, Benjang dari Bandung, serta seni Kokoprak Genye dan tarian Nyi Pohaci dari Purwakarta sendiri.

Tak ketinggalan, Sisingaan dari Subang turut menghidupkan suasana. Anak-anak yang naik di atas miniatur singa diarak dengan iringan kendang pencak, menjadi penanda kuat bahwa budaya lokal masih lekat dalam kehidupan masyarakat.

Deretan stan kuliner juga menjadi daya pikat tersendiri. Bau sate, bakso, dan aneka jajanan tradisional menggoda pengunjung yang beristirahat sejenak setelah menyaksikan pawai. Sambil menikmati sajian, mereka berbagi cerita dan mengabadikan momen bersama keluarga.

Lebih dari sekadar hiburan, festival ini dimaknai sebagai ruang edukasi lintas generasi. Orang tua mengajak anaknya mengenal kekayaan budaya Indonesia secara langsung, tanpa sekat, tanpa batas layar.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta menegaskan komitmennya untuk menjadikan Festival Budaya Nusantara sebagai agenda tahunan. Selain mengangkat potensi seni dan budaya, acara ini juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi kreatif lokal dan magnet baru pariwisata daerah.

“Kami ingin menjadikan ini sebagai agenda unggulan. Tak hanya memperingati hari jadi, tetapi juga membangkitkan rasa cinta tanah air dan memperpanjang masa tinggal wisatawan di Purwakarta,” ujar Kepala Dinas Pariwisata setempat.

Dengan semangat inklusif dan partisipatif, Festival Budaya Nusantara tahun ini meneguhkan bahwa perayaan bukan hanya soal nostalgia, tapi juga tentang merajut masa depan lewat kebudayaan yang hidup dalam denyut masyarakat.

Salam Budaya Nusantara!

Cijantung, 21 Juli 2025
Penulis adalah Wartawan Senior Media Syber | CEO HI-NETWORK | Ketua Umum MIO INDONESIA

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less
Exit mobile version