Minggu, 24 Mei 2026
light_mode

Garut Pimpin Penyaluran KUR di Priangan Timur, Nilainya Tembus Rp541 Miliar

  • account_circle Abdul Hapid
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • print Cetak

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati menyebut Kondisi sektor perbankan di Priangan Timur masih berada dalam tren pertumbuhan yang sehat dan stabil pada awal tahun 2026. 

PURWOKERTO||HITV  – Kabupaten Garut kembali menunjukkan dominasinya dalam sektor ekonomi daerah. Hingga Maret 2026, Garut tercatat sebagai wilayah dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Priangan Timur dengan nilai mencapai Rp541 miliar kepada 9.759 debitur.

Data tersebut disampaikan Otoritas Jasa Keuangan Tasikmalaya dalam laporan perkembangan Industri Jasa Keuangan (IJK) triwulan pertama 2026. Capaian ini memperlihatkan tingginya aktivitas usaha masyarakat serta meningkatnya kebutuhan pembiayaan produktif di Garut.

Secara keseluruhan, total penyaluran KUR di wilayah Priangan Timur mencapai Rp9,43 triliun. Setelah Garut, posisi berikutnya ditempati Kabupaten Tasikmalaya dengan penyaluran Rp430 miliar kepada 8.097 debitur. Selanjutnya Kabupaten Sumedang Rp324 miliar, Kabupaten Ciamis Rp321 miliar, Kota Tasikmalaya Rp202 miliar, Kabupaten Pangandaran Rp94 miliar, dan Kota Banjar Rp43 miliar.

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menyebut kondisi sektor perbankan di Priangan Timur masih berada dalam tren pertumbuhan yang sehat dan stabil pada awal tahun 2026.

Menurutnya, aset perbankan tumbuh 3,78 persen secara tahunan menjadi Rp3,27 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 6,91 persen menjadi Rp2,37 triliun, sementara penyaluran kredit naik 1,89 persen menjadi Rp1,06 triliun.

“Pertumbuhan tertinggi terjadi pada kredit investasi yang naik 14,96 persen. Ini menunjukkan optimisme pelaku usaha mulai menguat seiring kondisi ekonomi yang relatif stabil,” ujar Nofa dalam kegiatan media gathering OJK Tasikmalaya, di Purwokerto, Kamis malam (21/5/2026).

Dari sisi sektor ekonomi, penyaluran kredit masih didominasi rumah tangga sebesar 44,67 persen. Kemudian sektor perdagangan besar dan eceran 23,71 persen, sektor lainnya 8,55 persen, pertanian, kehutanan dan perikanan 6,17 persen, serta industri pengolahan 5,85 persen.

Tak hanya sektor perbankan, pertumbuhan investor pasar modal di Priangan Timur juga mengalami lonjakan signifikan. Hingga akhir Maret 2026, jumlah investor saham tercatat mencapai 227.013 Single Investor Identification (SID), meningkat 36,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Investor reksa dana bahkan melonjak hingga 76 persen menjadi 676.246 SID. Sementara investor Surat Berharga Negara (SBN) tumbuh 29,63 persen menjadi 17.327 SID.

Meningkatnya minat investasi masyarakat turut mendorong nilai transaksi saham di Priangan Timur yang menembus Rp1,4 triliun atau naik 124,83 persen secara tahunan.

Sementara itu, sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) juga mencatat pertumbuhan positif. Pembiayaan pergadaian meningkat 24,57 persen menjadi Rp6,62 miliar. Perusahaan modal ventura tumbuh 7,89 persen menjadi Rp505,32 miliar, sedangkan perusahaan pembiayaan naik 4,71 persen menjadi Rp5,29 triliun.

  • Penulis: Abdul Hapid

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less