Gerak Cepat Kalapas Yohanis Varianto Benahi Lapas Kelas IIA Samarinda Jadi Lebih Humanis
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kalapas Kelas IIA Samarinda, Yohanis Varianto belum genap sebulan menjabat, langsung bikin gebrakan nyata. (dok/foto/Hombing/Hitv)
Penulis: Budiman Sihombing
Baru tiga minggu memimpin, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Samarinda, Yohanis Varianto, mulai menorehkan perubahan nyata. Sejak dilantik pada 2 Oktober 2025, ia langsung bergerak cepat melakukan pembenahan di berbagai lini — dari perbaikan fasilitas hingga pembenahan pola kerja dan layanan publik di lingkungan lapas.
HITVBERITA.COM | Samarinda— Langkah awal Yohanis tampak dari sejumlah area lapas yang kini mulai tertata rapi. Sejumlah sudut bangunan yang sebelumnya tampak kusam diperbaiki, sistem pelayanan besukan dan administrasi dibuat lebih tertib, serta tata ruang kerja petugas dibenahi agar lebih efisien.
“Kita ingin menghadirkan suasana lapas yang tertata rapi, nyaman, dan humanis, baik bagi warga binaan maupun petugas,” ujar Yohanis, saat ditemui di Samarinda.
Fokus pada Reformasi dan Pelayanan
Menurut Yohanis, pembenahan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan program prioritas Kementerian Hukum dan HAM, khususnya di bidang pemasyarakatan. Program itu mencakup tiga hal utama: pemberantasan narkoba dan pungutan liar (pungli), serta penguatan ketahanan pangan di lingkungan lapas.
Namun, ia mengakui masih terdapat kendala, terutama dalam hal pengembangan ketahanan pangan. “Untuk ketahanan pangan di Lapas Samarinda ini masih sangat minim karena keterbatasan lahan. Tapi ke depan akan kami pikirkan solusi terbaiknya,” katanya.
Pendekatan Kekeluargaan dalam Pembinaan
Di luar perbaikan fisik, Yohanis juga menekankan pembenahan dari sisi moral dan pembinaan. Ia menilai pendekatan kekeluargaan menjadi kunci untuk menciptakan hubungan yang sehat antara petugas dan warga binaan.
“Kami berupaya membina dengan cara persuasif dan mengedepankan rasa kekeluargaan, layaknya hubungan orang tua dan anak,” ujar Yohanis. “Namun, itu bukan berarti pembiaran. Bila ada pelanggaran, tetap akan kami tindak tegas,” tegasnya.
Menuju Lapas yang Lebih Humanis
Dengan pola pembinaan yang menitikberatkan pada kepribadian dan kemandirian, Yohanis optimistis situasi di Lapas Kelas IIA Samarinda akan semakin kondusif. Ia berharap lapas tak lagi sekadar menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi ruang bagi perubahan diri.
“Harapan kita, lapas ini bukan hanya tempat menjalani masa pidana, tapi tempat menumbuhkan semangat baru, membangun kembali jati diri, dan menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi warga binaan,” pungkasnya. (/*/*/)
Editor: AYS
Sumber Berita: HITV KALTIM
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar