Haidar Alwi: Sinergi TNI-Polri Kunci Indonesia Emas dan Ketahanan Pangan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

Haidar Alwi tegaskan sinergi TNI dan Polri bukan sekadar jargon, melainkan kunci menjaga keamanan dan ketahanan pangan. (Foto/AYS/HITV)
Penulis: AYS Prayogie
Pendiri Haidar Alwi Care, R. Haidar Alwi, menegaskan sinergi TNI dan Polri bukan sekadar jargon, melainkan kunci menjaga keamanan dan ketahanan pangan. Menurutnya, soliditas aparat menjadi fondasi kokoh untuk mewujudkan Asta Cita dan cita-cita Indonesia Emas.
HITVBERITA.COM | Jakarta — Kekuatan sebuah bangsa, menurut R. Haidar Alwi, tidak semata ditentukan oleh meriahnya perayaan kemerdekaan. Lebih dari itu, ia bergantung pada seberapa kuat aparat negara bersatu menjaga persatuan sekaligus kesejahteraan rakyat.
Pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute itu menilai, dalam usia ke-80 tahun Republik Indonesia, sinergi Polri dan TNI menjadi energi moral yang menopang perjalanan bangsa menuju cita-cita Indonesia Emas.
“Sejarah menunjukkan, ketika aparat negara tidak kompak, rakyatlah yang paling menderita. Karena itu, koordinasi TNI dan Polri harus ditempatkan sebagai prioritas utama untuk memastikan stabilitas nasional,” ujar Haidar Alwi di Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Perayaan Kemerdekaan dan Profesionalisme Aparat
Pernyataan itu muncul di tengah rangkaian perayaan HUT ke-80 RI di Istana Merdeka, yang berlangsung aman dengan pengawalan lebih dari 10.000 personel gabungan TNI-Polri. Dari pengibaran bendera, atraksi udara, hingga pengamanan lapangan, seluruh rangkaian berjalan tertib tanpa gangguan berarti.
Bagi Haidar Alwi, hal itu merupakan potret nyata profesionalisme aparat negara ketika bekerja dalam satu barisan. Ia menilai, kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi contoh menonjol karena mampu menjembatani dua institusi besar negara tersebut dalam berbagai momentum strategis.
“Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah Kapolri terbaik sepanjang masa versi Haidar Alwi Institute,” ujarnya menegaskan.
Satgas Pangan dan Stabilitas Sosial
Haidar Alwi menekankan, stabilitas bangsa tidak hanya diukur dari keamanan fisik, tetapi juga dari ketahanan pangan. Menurut dia, kelangkaan bahan pokok atau lonjakan harga sering kali menjadi pemicu kerusuhan sosial.
“Satgas Pangan adalah benteng rakyat. Mereka memastikan distribusi berjalan lancar, harga tetap terkendali, dan mafia pangan tidak punya ruang untuk bermain,” katanya.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan, kebutuhan beras nasional mencapai 33 juta ton per tahun, sementara Bulog hanya menguasai sekitar 7–8 persen pasar. Kondisi rawan inilah yang membuat keberadaan Satgas Pangan menjadi sangat vital.
Haidar menilai langkah Kapolri mendukung Asta Cita, khususnya pada misi ketahanan pangan pemerintahan Prabowo, adalah langkah tepat. Satgas Pangan, menurut dia, hadir melindungi petani agar hasil panennya terserap, pelaku usaha agar jalur distribusinya tertata, serta masyarakat agar tetap memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Polri tidak cukup hanya dikenal sebagai penegak hukum. Polri juga harus menjadi pengawal perut rakyat. Stabilitas pangan adalah bagian dari stabilitas sosial, dan stabilitas sosial merupakan fondasi stabilitas politik,” ucapnya.
Asta Cita: Integrasi Keamanan dan Kesejahteraan
Haidar Alwi kemudian mengaitkan sinergi Polri-TNI dan kiprah Satgas Pangan dengan visi besar Asta Cita. Delapan misi strategis pemerintahan Prabowo—mulai dari penguatan ideologi Pancasila, swasembada pangan dan energi, hingga reformasi hukum—menurut dia, tak akan berjalan tanpa keamanan yang menyatu dengan kesejahteraan rakyat.
Sejumlah langkah konkret Polri disebutnya sudah mengarah ke sana. Desk Ketenagakerjaan, misalnya, sejak Januari 2025 telah menyalurkan lebih dari 700 pekerja korban PHK ke berbagai perusahaan. Adapun Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini melayani hampir 90.000 penerima per hari melalui 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Ini langkah revolusioner. Keamanan tidak lagi berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari kesejahteraan rakyat,” ujar Haidar.
Ia menekankan, kolaborasi ke depan harus lebih luas, melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat sipil dalam sebuah front bersama pangan dan keamanan.
“Jika pangan rakyat terjamin, pekerjaan tersedia, dan aparat bersatu, tidak ada kekuatan asing atau mafia dalam negeri yang bisa menggoyahkan Indonesia,” katanya.
Di akhir refleksinya, Haidar menyatakan, sinergi TNI-Polri yang kokoh, peran Satgas Pangan dalam menjaga ketersediaan bahan pokok, serta dukungan pada Asta Cita, merupakan kombinasi strategis yang akan memperkuat fondasi Indonesia ke depan.
“Dengan kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri terbaik sepanjang masa versi Haidar Alwi Institute, Indonesia memiliki energi moral yang kuat untuk menatap masa depan,” pungkas Haidar Alwi.
(///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar