Hari Kearsipan Ke-55, Lapas Batang Perkuat Budaya Arsip Digital dan Tertib Administrasi
- account_circle Hadi Lempe
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Lapas Batang tersebut berlangsung khidmat sekaligus interaktif. (Dok/Foto/HL)
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Batang terus memperkuat budaya tertib administrasi dan transformasi digital di lingkungan kerja.
BATANG, HITV — Momentum Peringatan Hari Kearsipan Ke-55 Tahun 2026 dimanfaatkan sebagai langkah konsolidasi untuk meningkatkan kualitas tata kelola dokumen serta membangun kesadaran pentingnya arsip sebagai fondasi akuntabilitas birokrasi.
Komitmen itu ditunjukkan melalui partisipasi jajaran pejabat struktural, staf urusan umum, hingga Aparatur Sipil Negara Muda (CPNS) dalam rangkaian kegiatan kearsipan yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Senin (18/5/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Lapas Batang tersebut berlangsung khidmat sekaligus interaktif. Selain mengikuti upacara peringatan Hari Kearsipan, para peserta juga memperoleh pembekalan teknis mengenai pengelolaan arsip modern, mulai dari tata naskah dinas, pemberkasan, penyimpanan dokumen, hingga digitalisasi arsip.
Tema penguatan digitalisasi dan modernisasi kearsipan yang diangkat tahun ini dinilai relevan dengan tantangan birokrasi modern yang menuntut kecepatan, ketepatan, serta keamanan data dalam pelayanan publik.
Kepala Lapas Kelas IIB Batang, Nurhamdan, menegaskan bahwa arsip bukan sekadar kumpulan dokumen administratif, melainkan aset strategis yang merekam perjalanan dan akuntabilitas kinerja institusi.
“Arsip bukan sekadar tumpukan kertas masa lalu, tetapi bukti autentik dari setiap proses kerja dan kebijakan organisasi. Karena itu, budaya tertib arsip harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh pegawai,” ujar Nurhamdan.
Menurut dia, penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kearsipan menjadi kebutuhan mendesak di tengah percepatan transformasi digital pemerintahan. Karena itu, keterlibatan CPNS dalam kegiatan tersebut dinilai penting untuk membangun pemahaman sejak dini mengenai tata kelola dokumen negara yang profesional dan sesuai regulasi.
Ia menekankan bahwa generasi ASN muda harus mampu menjadi motor penggerak modernisasi sistem administrasi di lingkungan pemasyarakatan.
“Tantangan ke depan adalah transformasi digital. Para CPNS harus mampu menghadirkan tata kelola arsip yang cepat, tepat, aman, dan terintegrasi sehingga pelayanan publik berjalan semakin efektif,” katanya.
SEMENTARA itu, melalui sesi sosialisasi teknis, jajaran Staf Urusan Umum dibekali pemahaman mengenai standardisasi klasifikasi arsip serta mekanisme pengamanan dokumen, baik fisik maupun digital.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisir risiko kehilangan data sekaligus memperkuat sistem administrasi kelembagaan.

Jajaran Staf Urusan Umum saat mengikuti pembekalan materi terkait pemahaman soal standardisasi klasifikasi arsip serta mekanisme pengamanan dokumen, baik fisik maupun digital. (Dok/Foto/HL)
Diskusi yang berlangsung aktif menunjukkan meningkatnya kesadaran pegawai terhadap pentingnya pengelolaan arsip yang tertib dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Melalui peringatan Hari Kearsipan Ke-55 ini, Lapas Batang menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dalam membangun sistem administrasi yang modern, transparan, dan akuntabel guna mendukung terciptanya birokrasi pemasyarakatan yang bersih serta melayani masyarakat secara optimal. (\•/)
Editor: Asep Yogi
Sumber: HITV Jateng
- Penulis: Hadi Lempe





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.