Kades Hoho dan LSM Harimau Bersitegang, Posbakumdes Siap Jadi Penengah!
- account_circle Alam Massiri
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Posbakumdes menilai langkah mediasi dapat membuka ruang komunikasi yang konstruktif sehingga konflik pemilihan perangkat desa di Purwasaba dapat diselesaikan secara adil dan bermartabat. (dok/foto/massiri)
BERDASARKAN informasi yang dihimpun hingga 17 Maret 2026, konflik bermula dari polemik hasil seleksi perangkat desa yang menimbulkan ketidakpuasan sebagian pihak.
Awal Maret 2026
Pemerintah Desa Purwasaba melaksanakan proses penjaringan dan seleksi perangkat desa untuk mengisi sejumlah posisi di pemerintahan desa.
Setelah pengumuman hasil seleksi
Sejumlah peserta dan kelompok masyarakat mempertanyakan transparansi proses seleksi serta meminta agar penjaringan diulang.
11 Maret 2026
Sejumlah massa mendatangi Balai Desa Purwasaba untuk melakukan aksi protes dan audiensi dengan pemerintah desa.
Dalam dialog tersebut, pemerintah desa menyatakan bahwa proses seleksi telah dilakukan sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku.
Usai audiensi
Situasi memanas ketika Kepala Desa Hoho keluar dari aula balai desa menuju kendaraan dinasnya. Kerumunan massa mendekat hingga terjadi desakan yang kemudian berujung kericuhan.
Hoho mengaku menjadi korban pengeroyokan dalam kejadian tersebut.
“Saya dipukul dari berbagai arah ketika keluar dari aula. Kacamata saya pecah dan pakaian dinas saya juga rusak,” ujar Hoho dalam keterangannya.
Sementara itu, kelompok yang disebut berasal dari LSM Harimau membantah tudingan pengeroyokan dan menyatakan memiliki rekaman video utuh yang menunjukkan kronologi kejadian.
- Penulis: Alam Massiri




Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.