Kekhawatiran Warga Sungai Raya terhadap Investasi PT SPP
- account_circle Ruslan
- calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
- visibility 169
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tokoh muda Desa Sungai Raya, Mansyur. (Ist)
LINGGA | HITV – Warga Desa Sungai Raya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, menyuarakan kekhawatiran terhadap rencana investasi perkebunan kelapa sawit oleh PT Singkep Payung Perkasa (SPP). Mereka menilai proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) perusahaan tersebut tidak dilakukan secara transparan dan minim pelibatan masyarakat setempat.
Kekhawatiran itu mencuat dalam kegiatan sosialisasi yang digelar PT SPP bersama pemerintah desa pada Kamis, 8 Januari 2026, di Gedung Pertemuan Desa Sungai Raya. Pertemuan tersebut berlangsung tegang, terutama saat pembahasan AMDAL. Sejumlah warga menyebut tidak pernah dilibatkan maupun mendapatkan informasi yang memadai terkait penyusunan dokumen lingkungan tersebut.
Tokoh muda Desa Sungai Raya, Mansyur, menyampaikan bahwa mekanisme yang dijalankan perusahaan terkesan tertutup. Ia meminta pemerintah daerah hingga pusat meninjau kembali proses penerbitan izin AMDAL PT SPP sebelum perusahaan melanjutkan aktivitas investasinya.
“Kami anak tempatan menuntut keterbukaan antara perusahaan dan masyarakat, terutama terkait proses AMDAL. Kampung kami berada di kawasan dataran rendah, sehingga sangat rentan terhadap dampak lingkungan, khususnya banjir,” kata Mansyur.
Menurut dia, warga pada prinsipnya tidak menolak investasi selama membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat. Namun, ia menilai pembicaraan soal kesejahteraan menjadi tidak relevan apabila sejak awal masyarakat tidak dilibatkan dalam kajian lingkungan.
“Bagaimana mau bicara kemakmuran kalau dari proses AMDAL saja kami tidak tahu-menahu,” ujarnya.
Warga berharap PT SPP dan pihak terkait mempertimbangkan kembali rencana investasi tersebut dengan memperhatikan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Mereka menilai kajian AMDAL yang tidak dilakukan secara maksimal berpotensi menimbulkan risiko banjir dan ancaman bagi keberlangsungan hidup generasi mendatang di Desa Sungai Raya. (tr)
- Penulis: Ruslan

Saat ini belum ada komentar