Menjaga Alam, Menyulam Harapan di Pancur Batu
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 3 Nov 2025
- visibility 44
- comment 0 komentar
- print Cetak

Charles Surbakti, pemilik destinasi wisata Kelapa Hijau Biru (Berkacamata), bersama Budiman Sihombing dan Bastian Tampubolon. (Dok/Foto/Hitv)
Oleh: Excellent Quarta Metta
Budiman Sihombing dan Bastian Tampubolon Kunjungi Wisata Kelapa Hijau Biru.
HITVBERITA.COM | Deli Serdang — Di antara rimbun pepohonan kelapa dan gemericik air yang mengalir di tepian sawah, sekelompok orang tampak berbincang hangat di sebuah pondok sederhana di kawasan Wisata Kelapa Hijau Biru, Namorih, Pancur Batu. Suasana sore itu terasa sejuk, dibalut aroma tanah basah dan angin yang membawa kabar tentang semangat baru dari desa kecil di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Mereka adalah Budiman Sihombing, Humas Dewan Pimpinan Pusat Media Independen Online (MIO) Indonesia, dan Bastian Tampubolon, SH, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI).
Kedatangan keduanya pada Jumat (3/10/2025) bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan langkah simbolis untuk menyapa potensi lokal yang selama ini tumbuh di tengah keterbatasan.
Keduanya disambut hangat oleh Charles Surbakti, pemilik destinasi wisata Kelapa Hijau Biru. Di sela-sela pembenahan wahana permainan anak dan rumah makan kecil miliknya, Charles bercerita tentang mimpi sederhana yang melatarbelakangi berdirinya tempat wisata ini.
“Kami ingin masyarakat bisa berlibur dengan suasana kampung yang sejuk dan alami, tanpa harus pergi jauh ke luar kota,” tutur Charles dengan nada pelan, matanya menatap ke hamparan sawah yang menjadi daya tarik utama tempat itu.
Tempat wisata seluas dua hektare itu memang tidak mengandalkan kemegahan, melainkan kesederhanaan dan kedekatan dengan alam. Ada taman bermain, kolam ikan, tempat bersantai berbahan bambu, dan menu kuliner khas masyarakat Pancur Batu — dari saksang hingga ikan bakar sambal andaliman yang menjadi magnet pengunjung.
Potensi Lokal, Daya Tarik yang Sering Terlupakan
Bagi Budiman Sihombing, upaya Charles Surbakti membangun Kelapa Hijau Biru mencerminkan bagaimana potensi lokal bisa berkembang bila diberi ruang dan dukungan.
“Langkah seperti ini sejalan dengan semangat MIO Indonesia. Bahwa pembangunan tidak hanya bicara infrastruktur besar, tapi juga tentang manusia dan ide kreatif yang tumbuh dari bawah,” ujarnya.
Sementara itu, Bastian Tampubolon menambahkan bahwa dunia media memiliki tanggung jawab moral untuk mengangkat kisah-kisah lokal seperti ini agar tidak tenggelam di tengah derasnya arus berita nasional.
“Media yang sehat harus mampu melihat nilai di balik hal-hal sederhana. Ada perjuangan, ada harapan, dan ada inspirasi yang bisa membangkitkan semangat masyarakat,” kata Bastian.
Dari Wisata ke Organisasi
Selain berbincang tentang pengembangan wisata, dalam pertemuan itu juga muncul pembahasan mengenai rencana pengangkatan Charles Surbakti sebagai Ketua Pimpinan Wilayah (PW) MIO Indonesia Provinsi Sumatera Utara.
Melalui sambungan komunikasi dengan Ketua Umum DPP MIO Indonesia, AYS Prayogie, SH, dukungan penuh diberikan terhadap rencana tersebut.
Charles menerima amanah itu dengan penuh tanggung jawab.
“Saya siap berkontribusi untuk membangun MIO di 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Ini bukan hanya tentang organisasi media, tapi juga tentang bagaimana jurnalis bisa menjadi bagian dari pembangunan daerah,” ujarnya dengan tegas.
Sinergi untuk Kemajuan
Kunjungan yang berlangsung lebih dari dua jam itu diakhiri dengan foto bersama di depan hamparan pohon kelapa yang menjadi ikon Wisata Kelapa Hijau Biru. Di sana, antara dunia media, hukum, dan pariwisata, terjalin satu kesamaan visi: membangun dengan hati, dari daerah untuk Indonesia.
Dan, tIdak menutup kemungkinan dari tempat sederhana seperti ini, akan lahir inspirasi besar untuk bangsa. (/*/*/)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar