Penertiban Trotoar di Ciracas Diwarnai Ketegangan, Aparat Tegaskan Penataan Humanis untuk Urai Kemacetan
- account_circle S. Erfan Nurali
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak
Penertiban trotoar di kawasan Ciracas, Kamis (9/4/2026) sore, berlangsung dinamis. Sekitar 150 personel gabungan dikerahkan untuk mengembalikan fungsi jalur pejalan kaki di sepanjang Jalan Raya Bogor, dari Simpang Hek hingga perempatan Pasar Rebo. Kegiatan dipimpin Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Muhammadong.
CIRACAS, HITV — Penertiban diawali dengan apel bersama di halaman Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Jalan Raya H. Bokir, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati.
Hadir dalam apel tersebut Camat Ciracas Panangaran Ritonga, para Kasatpol PP dari enam kecamatan, serta unsur TNI-Polri, PPSU, Linmas, Sudin Lingkungan Hidup, dan Sudin Perhubungan.
Usai apel, petugas bergerak menyisir ruas Jalan Raya Bogor. Sejumlah lapak pedagang kaki lima (PKL) yang menempati trotoar dan bahu jalan ditertibkan.
Penataan ini ditujukan untuk mengembalikan fungsi ruang publik sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di salah satu koridor sibuk di Jakarta Timur.
Dalam pelaksanaannya, penertiban sempat diwarnai ketegangan. Sejumlah pedagang buah menolak lapaknya ditata, memicu kericuhan di lapangan.
Situasi berangsur kondusif setelah aparat Garnisun turun tangan membantu meredam emosi para pedagang.
Muhammadong menegaskan, pendekatan yang digunakan dalam penertiban ini bersifat humanis dan persuasif. “Kehadiran kami bukan untuk menekan, melainkan menata dan memberikan solusi bagi semua pihak,” ujarnya.
Menurut dia, penataan trotoar ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pimpinan sekaligus respons atas aduan masyarakat melalui sistem CRM. Keluhan warga umumnya terkait kemacetan yang kerap terjadi pada sore hari, terutama di jalur dari arah Cililitan menuju Pasar Rebo.
“Pada jam pulang kerja, aktivitas PKL meningkat dan berdampak langsung pada arus lalu lintas. Karena itu, penertiban kami lakukan pada waktu tersebut,” kata dia.
Ke depan, Satpol PP akan melakukan pengawasan rutin setiap hari selama dua pekan untuk memastikan trotoar tetap steril dari aktivitas berdagang. Selain itu, posko terpadu akan didirikan guna memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran serupa secara berkelanjutan.
Penataan ini diharapkan mampu menciptakan ketertiban ruang publik serta menjamin hak pejalan kaki di tengah kepadatan lalu lintas perkotaan. (\•/)
Editor: Asep Yogi
Sumber: HITV DKI Jakarta
- Penulis: S. Erfan Nurali







Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.