Ribuan Perantau Kebumen Padati TMII, Merawat Rindu Lewat Festival Walet Emas 2026
- account_circle S. Erfan Nurali
- calendar_month 18 jam yang lalu
- print Cetak

Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin yang hadir bersama Sekretaris Kota Eka Darmawan menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Festival Walet Emas 2026 yang digagas warga perantau asal Kebumen yang tersebar di wilayah Jabodetabek. (Dok/Foto/Erfan)
Riuh suara gamelan dan aroma kuliner khas kampung halaman menyatu di pelataran Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (26/4/2026).
JAKARTA, HITV — Ribuan perantau asal Kebumen yang tersebar di wilayah Jabodetabek tumpah ruah dalam Festival Walet Emas 2026—sebuah perayaan yang tak sekadar meriah, tetapi juga sarat makna kultural dan sosial.
Festival Walet Emas yang digagas Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen (IWAKK) ini menjadi ruang temu bagi para perantau untuk merawat ingatan kolektif tentang kampung halaman.
Tradisi halalbihalal yang berpadu dengan peringatan Hari Kartini menjadikan acara ini tak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga refleksi nilai kebersamaan dan peran perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat.

Sejak pagi, kawasan acara dipadati pengunjung. Ratusan stan kuliner menyajikan makanan khas Kebumen, mulai dari lanting hingga sate ambal, sementara produk kerajinan tangan dan fesyen lokal menjadi magnet tersendiri. (Dok/Foto/Erfan)
Di panggung utama, pertunjukan seni tradisional silih berganti, menghadirkan nuansa yang akrab bagi para perantau—seolah jarak geografis sejenak terhapus.
Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin yang hadir bersama Sekretaris Kota Eka Darmawan menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menilai, festival semacam ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat kohesi sosial di tengah kehidupan perkotaan yang cenderung individualistik.
“Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga pengikat identitas dan kebersamaan. Pemerintah Kota Jakarta Timur akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini,” ujar Munjirin.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas antarwarga di perantauan. Menurutnya, kekompakan komunitas menjadi modal sosial yang penting, tidak hanya bagi individu, tetapi juga dalam membangun citra daerah asal.
“Saya melihat kebersamaan yang kuat di sini. Ini harus dijaga, sekaligus menjadi cara untuk membawa nama baik Kebumen di mana pun berada,” katanya.
Festival Walet Emas 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, antara lain Bupati Kebumen Lilis Nuryani, anggota DPR RI Darori Wonodipuro, anggota DPD RI Alfiansyah Bustami dan Ahmad Azran, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta Adib dan Sita Komala Dewi.
Lebih dari sekadar perayaan tahunan, Festival Walet Emas menjelma menjadi simpul yang menghubungkan identitas, ekonomi kreatif, dan jejaring sosial warga Kebumen di perantauan.
Di tengah hiruk pikuk ibu kota, ruang-ruang seperti ini menjadi penting—bukan hanya untuk melepas rindu, tetapi juga untuk memastikan akar budaya tetap tumbuh, di mana pun mereka berpijak. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: HITV DKI Jakarta
- Penulis: S. Erfan Nurali






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.