Sembilan Siswa SDN Rawalele Alami Mual dan Muntah, Diduga Keracunan Makanan MBG
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

Diduga keracunan makanan MBG, sembilan siswa SDN Rawalele mengalami gejala mual dan muntah hingga berujung penanganan medis Dinas Kesehatan Subang. (Dok/Foto: Mangasih Saor/HiTv)
Penulis: Mangasih Saor Marulitua Sipahutar
Kasus keracunan siswa usai mengonsumsi makanan program makan bergizi gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini, sebanyak sembilan siswa SDN Rawalele, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG, pada Kamis (25/9/2025).
HITVBERITA.COM | Subang – Para siswa mengalami gejala mual dan muntah saat sedang belajar, sehingga harus mendapatkan penanganan medis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang yang turun tangam.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi mengatakan, bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran terkait penyebab pasti insiden keracunan tersebut.
“Para siswa SDN Rawalele mengeluh mual dan muntah usai makan program MBG di sekolahnya. Kita akan mengambil sampel untuk penyelidikan, apakah betul-betul dugaan keracunan ini berasal dari program MBG atau ada hal-hal lain,” kata dr. Maxi kepada awak media.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dari total 480 siswa di SDN Rawalele, terdapat sembilan siswa yang mengalami gejala mual dan muntah, dengan rincian delapan siswa berasal dari kelas satu, dan satu siswa dari kelas enam.
“Terdapat sembilan siswa yang mengalami gejala (mual), tetapi berbeda kelas. Gejalanya saat ini sudah hilang, tidak ada lagi tanda-tanda dehidrasi, apalagi kejang,” jelasnya.
Menurut dr. Maxi, penanganan cepat langsung dilakukan oleh tim tenaga medis dari Puskesmas Rawalele. Saat ini, dua siswa masih dirawat di Puskesmas, satu siswa dirujuk ke rumah sakit. Sementara, enam siswa lainnya sudah di perbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Meski kondisi para siswa berangsur membaik, lanjut dr. Maxi, pihaknya akan memastikan penyelidikan ini terus berjalan. “Penyebabnya masih kami lihat, sampel makanan akan terus diselidiki untuk memastikan dari mana penyebab gejala tersebut,” tandasnya.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar