Olahraga Jadi Pemersatu, Bupati Garut Buka Forkab 2025 dan Lepas Kontingen Popda dan Peparda
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
- visibility 46
- print Cetak

Olahraga Jadi Pemersatu, Bupati Garut Buka Forkab 2025 dan Lepas Kontingen Popda dan Peparda
Penulis: Kang Aden
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan olahraga memiliki kekuatan untuk mempersatukan masyarakat. Hal itu ia sampaikan saat membuka Festival Olahraga Masyarakat Kabupaten (Forkab) 2025 yang digelar di SOR RAA Adiwijaya, Tarogong Kidul, Selasa (8/9/2025).
HITVBERITA.COM | Garut — Di acara pembukaan itu Bupati Garut sekaligus melepas kontingen Garut yang akan bertanding di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat.
Menurut Syakur, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah bersama masyarakat dalam membangun olahraga di Garut.
“Olahraga mampu menyatukan dan mengompakkan semua elemen masyarakat. Tujuan kita sederhana, menjadikan masyarakat sehat. Jika sehat, mereka akan lebih produktif,” ujarnya.

Pada Popda Ke-14 Jawa Barat yang berlangsung 15–29 September 2025, Kabupaten Garut mengirim 101 atlet dari 16 cabang olahraga dengan dukungan 16 pelatih dan 13 asisten. (Foto/Aden/HITV)
Kepala Dinas Olahraga Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah, melaporkan bahwa kontingen Garut telah siap berlaga di Kota Bandung.
Pada Popda Ke-14 Jawa Barat yang berlangsung 15–29 September 2025, Kabupaten Garut mengirim 101 atlet dari 16 cabang olahraga dengan dukungan 16 pelatih dan 13 asisten. Sementara untuk Peparda Ke-4 pada 30 September–2 Oktober, Garut menurunkan 23 atlet dengan 10 pelatih pendamping.
“Kami mengapresiasi perjuangan atlet, pelatih, ofisial, dan orang tua. Perjuangan kalian membawa harapan dan kebanggaan bagi masyarakat Garut. Junjung tinggi sportivitas,” kata Ade.
Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Garut, Diah Kurniasari, menambahkan Forkab 2025 digelar untuk memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) Ke-42 dengan tema “Olahraga Satukan Kita” dan “Kalah Menang Semua Senang”.
Forkab yang berlangsung 8–11 September itu mempertandingkan sejumlah olahraga rekreasi dan tradisional, seperti senam Kormi, Panahan, Dagongan, Ketapel, Hadang, Tarompah Panjang, Sumpitan, dan Egrang.
“Tujuan utamanya adalah menghidupkan kembali olahraga masyarakat, menjaring bibit atlet, sekaligus menjadikan olahraga sebagai pemersatu bangsa,” ujar Diah.
(///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar