Minggu, 17 Mei 2026
light_mode

Rivalitas AS–China, Indonesia Dituntut Perkuat Ekonomi Rakyat

  • account_circle AYS Prayogie
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

Ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dan China kembali menjadi perhatian dunia setelah pertemuan dua pemimpin negara besar, Donald Trump dan Xi Jinping, ramai diperbincangkan publik internasional.

JAKARTA, HITV– Rivalitas dua kekuatan ekonomi terbesar dunia itu, kini dinilai semakin mengarah pada persaingan strategis yang berpotensi memengaruhi stabilitas global.

Pengamat kerap mengaitkan situasi tersebut dengan konsep Thucydides Trap, teori yang menggambarkan benturan antara kekuatan lama dan kekuatan baru yang sedang bangkit. Konsep ini berasal dari sejarawan Yunani kuno, Thucydides, yang menjelaskan pecahnya perang Athena dan Sparta akibat rasa takut Sparta terhadap kebangkitan Athena.

Dalam konteks kekinian, sebagian analis melihat pola serupa mulai tampak dalam hubungan Amerika Serikat dan China. Persaingan tidak lagi sebatas ekonomi, tetapi juga merambah teknologi, militer, hingga perebutan pengaruh geopolitik global. Taiwan bahkan disebut sebagai salah satu titik paling sensitif yang berpotensi memicu konflik terbuka.

Namun di tengah memanasnya rivalitas global tersebut, Indonesia sendiri dinilai perlu memusatkan perhatian pada persoalan yang lebih mendasar: kesiapan dalam negeri guna menghadapi dampak ekonomi yang mungkin timbul.

Guru Besar sekaligus pengamat ekonomi Prof Dr Nandan Limakrisna menilai, konflik antarnegara besar pada era modern tidak hanya berdampak pada sektor pertahanan, melainkan juga langsung memengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat. Gangguan rantai pasok global, kenaikan harga energi, tekanan inflasi, hingga gejolak investasi menjadi risiko nyata yang dapat dirasakan hingga level akar rumput.

“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kekuatan utama suatu negara justru terletak pada daya tahan ekonomi rakyatnya,” tulis Nandan dalam opininya.

Menurut dia, selama ini ketahanan ekonomi nasional masih terlalu sering dipahami sebatas stabilitas APBN, pertumbuhan ekonomi makro, maupun kemampuan menjaga nilai tukar. Padahal, fondasi terpenting justru berada pada kemampuan masyarakat dalam menjaga produktivitas ekonomi domestik.

Negara yang memiliki rakyat produktif, pasar dalam negeri yang kuat, serta sistem ekonomi lokal yang hidup dinilai akan lebih tangguh menghadapi gejolak global dibanding negara yang terlalu bergantung pada pasar eksternal.

Indonesia sendiri dinilai memiliki modal besar untuk membangun kekuatan tersebut. Jumlah penduduk yang besar, kekayaan sumber daya alam, serta jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi fondasi strategis yang belum sepenuhnya terintegrasi dalam satu ekosistem ekonomi nasional yang solid.

Karena itu, Nandan mendorong perlunya pendekatan ekonomi berbasis komunitas yang mampu memperkuat pasar domestik dari bawah. Salah satu konsep yang ditawarkan ialah Snowball Business Model (SBM).

Model ini menempatkan masyarakat tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga produsen dan promotor dalam satu mata rantai ekonomi yang saling terhubung. Produk yang dihasilkan masyarakat dikonsumsi oleh masyarakat sendiri dan dipromosikan secara kolektif sehingga membentuk pasar internal yang terus tumbuh.

Melalui pendekatan tersebut, perekonomian nasional dinilai tidak semata bergantung pada investasi besar maupun pasar luar negeri, melainkan bertumpu pada kekuatan ekonomi domestik.

“Ketika pasar internal kuat, perputaran ekonomi menjadi lebih stabil dan tidak mudah terguncang oleh dinamika global,” ujarnya.

Di tengah ketidakpastian geopolitik dunia, Indonesia dinilai tidak cukup hanya mengandalkan politik luar negeri bebas aktif. Penguatan fondasi ekonomi rakyat menjadi langkah penting agar Indonesia tidak sekadar menjadi penonton dalam rivalitas global.

Rivalitas Amerika Serikat dan China mungkin sulit dihindari. Namun bagi Indonesia, pilihan tetap terbuka: menjadi negara yang ikut terseret arus ketidakpastian global, atau tampil sebagai bangsa yang memiliki ketahanan ekonomi rakyat yang kuat untuk bertahan dan tumbuh di tengah perubahan dunia. (\•/)

Editor: AYS Prayogie
Sumber: Tulisan Opini Prof Dr Nandan Limakrisna (Di Tengah Rivalitas Amerika–China, Indonesia Memerlukan Kedaulatan Ekonomi Rakyat)

  • Penulis: AYS Prayogie

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diskominfo dan SPPG Purwakarta Perkuat Kolaborasi Tangani Pengaduan Program MBG

    Diskominfo dan SPPG Purwakarta Perkuat Kolaborasi Tangani Pengaduan Program MBG

    • 0Komentar

    Penulis: Muzakkir  Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Purwakarta bersama Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) memperkuat sinergi dalam pengelolaan layanan pengaduan masyarakat terkait program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Upaya ini dilakukan melalui rapat koordinasi yang digelar di kantor Diskominfo Purwakarta, Jumat (3/10/2025). HITVBERITA.COM | Purwakarta – Pertemuan tersebut melibatkan Koordinator Wilayah (Korwil) dan 17 Koordinator […]

  • Dubes Bulgaria dan Mantan Wakil Perdana Menteri Kunjungi Politeknik Belitung

    Dubes Bulgaria dan Mantan Wakil Perdana Menteri Kunjungi Politeknik Belitung

    • 0Komentar

      Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova, bersama mantan Wakil Perdana Menteri Bulgaria, Dr. Meglena Kuneva, melakukan kunjungan resmi ke Politeknik Belitung, Selasa (3/6/2025). Kunjungan ini dirangkai dengan penyelenggaraan kuliah umum bertema *Kembangnya Hubungan antara Uni Eropa dan Indonesia, yang disampaikan kepada mahasiswa dan sivitas akademika kampus tersebut. Reporter: ISWANDI   HITVBERITA.COM | Tanjungpandan […]

  • Wakil Bupati Purwakarta Angkat Bicara Soal Pungli Masuk Kerja!

    Wakil Bupati Purwakarta Angkat Bicara Soal Pungli Masuk Kerja!

    • 0Komentar

    Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, Menanggapi Laporan Masyarakat Tentang Adanya Praktik Pungli Masuk Kerja di Beberapa Pabrik di Wilayah Kabupaten Purwakarta. HITVBERITA.COM | PURWAKARTA – Wakil Bupati Purwakarta, menyebutkan pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap praktik pungli masuk kerja yang marak di Kabupaten Purwakarta. Hal tersebut diungkapkan Abang Ijo Hapidin setelah banyaknya laporan masyarakat […]

  • Hujan Tak Halangi Tiga Pilar Gelar Karya Bhakti di Waduk Cincin

    Hujan Tak Halangi Tiga Pilar Gelar Karya Bhakti di Waduk Cincin

    • 0Komentar

    Meski diguyur hujan, semangat Tiga Pilar dan warga Jakarta Utara untuk menjaga kebersihan lingkungan tetap tinggi. JAKARTA UTARA | HITV – Meski diguyur hujan, Tiga Pilar bersama masyarakat Jakarta Utara tetap semangat menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini terlihat dalam kegiatan Apel Jaga Jakarta Bersih yang dirangkaikan dengan Karya Bhakti pembersihan sampah di kawasan Waduk Cincin, […]

  • ‎Bea dan Cukai Kepulauan Riau Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp5,46 Miliar

    ‎Bea dan Cukai Kepulauan Riau Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp5,46 Miliar

    • 0Komentar

    Penulis: M Saipul Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melalui Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau memusnahkan barang bukti hasil penindakan kepabeanan dan cukai senilai lebih dari Rp5,46 miliar. Kegiatan tersebut digelar di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (7/10/2025). HITVBERITA.COM | Karimun – Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Bea dan Cukai dalam upaya  […]

expand_less