Rabu, 30 Sep 2026
light_mode

Di Tengah Rivalitas Amerika–China, Indonesia Memerlukan Kedaulatan Ekonomi Rakyat

  • account_circle Prof Dr Nandan Limakrisna, ST, MT
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Nandan Limakrisna

PERTEMUAN Donald Trump dan Xi Jinping yang belakangan ramai dibahas publik kembali mengingatkan dunia pada meningkatnya rivalitas antara Amerika Serikat dan China. Banyak analis mengaitkan situasi ini dengan konsep Thucydides Trap, yaitu kondisi ketika kekuatan lama merasa terancam oleh kebangkitan kekuatan baru, sehingga potensi konflik menjadi sulit dihindari.

Istilah tersebut berasal dari sejarawan Yunani kuno, Thucydides, yang menjelaskan perang antara Athena dan Sparta sebagai akibat dari ketakutan Sparta terhadap kebangkitan Athena. Dalam konteks modern, sebagian pengamat melihat pola serupa mulai muncul dalam hubungan Amerika dan China.

Pandangan tersebut tentu bukan tanpa dasar. Persaingan teknologi, ekonomi, militer, hingga perebutan pengaruh geopolitik semakin terlihat jelas. Taiwan bahkan sering disebut sebagai titik paling rawan yang dapat memicu konflik terbuka di masa depan.

Namun bagi Indonesia, pertanyaan yang lebih penting bukanlah siapa yang akan menang dalam rivalitas tersebut. Pertanyaan yang lebih relevan adalah: apakah Indonesia cukup siap menghadapi dampaknya?

Dalam dunia yang semakin saling terhubung, konflik antarnegara besar tidak hanya berdampak pada aspek militer. Yang terguncang adalah energi, pangan, rantai pasok, investasi, hingga stabilitas ekonomi domestik. Kenaikan harga minyak, gangguan perdagangan global, dan tekanan inflasi dapat langsung dirasakan oleh masyarakat di tingkat bawah.

Karena itu, Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan diplomasi bebas aktif atau kemampuan menjaga keseimbangan geopolitik. Yang jauh lebih penting adalah membangun fondasi ekonomi nasional yang kuat dari dalam negeri sendiri.

Selama ini, ketahanan ekonomi sering dipahami sebatas kemampuan pemerintah menjaga APBN, stabilitas moneter, atau pertumbuhan ekonomi makro. Padahal dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kekuatan utama suatu negara justru terletak pada daya tahan ekonomi rakyatnya.

Negara yang memiliki rakyat produktif, pasar domestik kuat, serta sistem ekonomi lokal yang hidup akan lebih mampu bertahan dibanding negara yang terlalu bergantung pada faktor eksternal.

Indonesia sebenarnya memiliki modal yang sangat besar untuk membangun kekuatan tersebut. Jumlah penduduk yang besar, kekayaan sumber daya alam, serta jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan fondasi yang sangat strategis. Masalahnya, potensi tersebut belum sepenuhnya terintegrasi dalam satu sistem ekonomi yang saling mendukung.

Dalam konteks ini, diperlukan pendekatan yang mampu membangun ekonomi dari bawah secara terstruktur. Salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan adalah Snowball Business Model (SBM).

SBM merupakan model ekonomi berbasis komunitas yang menempatkan masyarakat sebagai produsen, konsumen, dan promotor dalam satu ekosistem ekonomi yang terhubung. Dalam model ini, produk yang dihasilkan oleh masyarakat dikonsumsi oleh masyarakat itu sendiri dan dipromosikan secara kolektif sehingga membentuk pasar yang tumbuh dari dalam negeri.

Dengan pendekatan ini, ekonomi tidak hanya bergantung pada pasar luar negeri atau investasi besar, tetapi bertumpu pada kekuatan masyarakat domestik. Ketika pasar internal kuat, perputaran ekonomi menjadi lebih stabil dan tidak mudah terguncang oleh dinamika global.

Dalam situasi rivalitas global seperti saat ini, pendekatan semacam ini menjadi semakin relevan. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pertarungan ekonomi dunia, tetapi harus membangun ketahanan internal yang mampu melindungi kepentingan nasional.

Rivalitas Amerika dan China mungkin tidak dapat dihindari. Namun Indonesia tetap memiliki pilihan: menjadi negara yang ikut terseret arus ketidakpastian global, atau menjadi negara yang memiliki fondasi ekonomi rakyat yang cukup kuat untuk bertahan dan tumbuh di tengah perubahan dunia.

Pada akhirnya, kekuatan sejati sebuah bangsa bukan hanya ditentukan oleh kemampuan diplomasi atau besarnya cadangan devisa, tetapi oleh kemampuan rakyatnya dalam membangun dan menjaga kehidupan ekonominya sendiri. (\+/)

Tentang Penulis
Prof. Dr. Nandan Limakrisna, ST, MT. adalah Guru Besar Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonesia YAI (UPI YAI) yang menaruh perhatian pada kajian strategi bisnis, pemasaran, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

Ia aktif menulis dan memberikan pemikiran mengenai pemberdayaan UMKM, model bisnis kolaboratif, dan penguatan ekonomi rakyat.

Melalui berbagai tulisan dan forum akademik, ia juga memperkenalkan konsep Snowball Business Model (SBM) sebagai pendekatan pengembangan ekosistem ekonomi komunitas.

Pemikirannya banyak menyoroti pentingnya sinergi antara industrialisasi nasional dan ekonomi rakyat dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

(Dok/Hitv)

  • Penulis: Prof Dr Nandan Limakrisna, ST, MT

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral di Medsos, Empat Pengunjung Pantai Binasi Sorkam Nyaris Tenggelam!

    Viral di Medsos, Empat Pengunjung Pantai Binasi Sorkam Nyaris Tenggelam!

    • 0Komentar

    Insiden yang hampir menenggelamkan kepada empat warga Kabupaten Tapanuli Tengah (TapTeng) di Objek Wisata Pantai Binasi Sorkam tersebut, sempat menjadi viral di media sosial (Medsos), dimana kejadian itu hampir berujung maut setelah para korban terseret ombak di tengah lautan. HITVBERITA.COM | TapTeng– Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 2 April 2025, saat empat pengunjung yang sedang […]

  • Malam Puncak Bazar Dabo Singkep, Napas Lega bagi UMKM Lokal

    Malam Puncak Bazar Dabo Singkep, Napas Lega bagi UMKM Lokal

    • 0Komentar

    Reporter: Ruslan LGA  Malam puncak bazar di kawasan Implasemen Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Sabtu (18/10/2025), menjadi angin segar bagi pelaku UMKM lokal. Ajang yang ramai pengunjung itu memberi ruang bagi pedagang kecil untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan. HITVBERITA.COM | Lingga –  Ajang yang dipenuhi oleh para pengunjung yang datang dari berbagai pelosok […]

  • DPC Pospera dan LSM Barak Indonesia Kunjungi KPK, Sejumlah OPD di Purwakarta Bakal Dilaporkan??

    DPC Pospera dan LSM Barak Indonesia Kunjungi KPK, Sejumlah OPD di Purwakarta Bakal Dilaporkan??

    • 0Komentar

    Purwakarta | Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pospera Kabupaten Purwakarta dan LSM Barak Indonesia melakukan kunjungan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada Kav. 4. Jakarta Selatan. Kunjungan tersebut bertujuan untuk berkonsultasi terkait rencana pembuatan laporan dugaan korupsi yang terjadi di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta. Ketua DPC Pospera Kabupaten […]

  • Polres Belitung laksanakan pemotongan hewan qurban 9 ekor sapi dan 3 ekor kambing pada Hari Raya Idul Adha 1447 H

    Polres Belitung laksanakan pemotongan hewan qurban 9 ekor sapi dan 3 ekor kambing pada Hari Raya Idul Adha 1447 H

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Belitung – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 H, Polres Belitung melaksanakan kegiatan pemotongan hewan qurban di lingkungan Mapolres Belitung sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Rabu, 27/05/2026. Pada pelaksanaan qurban tahun ini, Polres Belitung menyembelih sebanyak 9 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Kegiatan tersebut diikuti oleh […]

  • Hari Kearsipan Ke-55, Lapas Batang Perkuat Budaya Arsip Digital dan Tertib Administrasi

    Hari Kearsipan Ke-55, Lapas Batang Perkuat Budaya Arsip Digital dan Tertib Administrasi

    • 0Komentar

    Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Batang terus memperkuat budaya tertib administrasi dan transformasi digital di lingkungan kerja. BATANG, HITV — Momentum Peringatan Hari Kearsipan Ke-55 Tahun 2026 dimanfaatkan sebagai langkah konsolidasi untuk meningkatkan kualitas tata kelola dokumen serta membangun kesadaran pentingnya arsip sebagai fondasi akuntabilitas birokrasi. Komitmen itu ditunjukkan melalui partisipasi jajaran pejabat struktural, staf urusan […]

  • Kejati Babel Gelar Sosialisasi KUHP Baru, Soroti Perubahan Signifikan Dalam Pemidanaan!

    Kejati Babel Gelar Sosialisasi KUHP Baru, Soroti Perubahan Signifikan Dalam Pemidanaan!

    • 0Komentar

    Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung menggelar sosialisasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan luring dengan jadwal 8 sesi pertemuan di Aula Wicaksana, Kantor Kejati Bangka Belitung, hari Selasa, 17 Desember 2024. (Dok/Foto/IS) HITVBERITA.COM | BANGKA BELITUNG —Sosialisasi tersebut diinisiasi langsung oleh Kepala Kejati […]

expand_less