Kepergian Cak Wid, Sosok Loyalis Organisasi dan Karateka yang Tak Pernah Padam
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Cak Wid, Sosok Loyalis Organisasi dan Karateka yang Tak Pernah Padam. (Dok/Foto/Red)
Kabar duka itu datang begitu tiba-tiba. Pesan singkat dari WhatsApp yang diterima dari rekan Nasir Umar membuat banyak sahabat terdiam tak percaya. Sosok yang selama ini dikenal penuh semangat, aktif dalam organisasi, dan tak pernah berhenti mengabdi, kini telah berpulang
JAKARTA, HITV— Widodo, yang akrab disapa Cak Wid, meninggal dunia pada Senin, 18 Mei 2026 pukul 13.30 WIB di RS Fatmawati, Jakarta.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi banyak sahabat seperjuangan, khususnya di lingkungan organisasi kewartawanan dan dunia olahraga karate yang selama ini menjadi bagian besar dari pengabdiannya.
Ketua Umum MIO Indonesia, AYS Prayogie, mengenang Cak Wid sebagai pribadi yang hangat, penuh loyalitas, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap organisasi.
“Separuh tak percaya ketika mendengar kabar itu. Beberapa waktu lalu kami masih sempat bertemu dan berbincang banyak hal tentang organisasi dan berbagai gagasan untuk kemajuan bersama,” ungkap Prayogie mengenang sahabatnya.
Menurutnya, pertemuan terakhir mereka terjadi sekitar setahun lalu di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan itu, Cak Wid tetap tampil seperti biasa—penuh semangat dan optimisme—meski sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya yang terganggu akibat diabetes.
“Beliau tetap berbicara penuh energi. Selalu memberikan masukan positif untuk kemajuan organisasi, khususnya IPJI, tempat kami dulu berhimpun dan berjuang bersama,” tuturnya.
Penyakit yang diderita memang sempat membuat kondisi fisiknya menurun. Tubuhnya terlihat lebih kurus dibanding sebelumnya. Namun hal itu tidak pernah mengurangi semangat pengabdian dan aktivitasnya.
Selepas pertemuan tersebut, komunikasi intens memang mulai jarang terjadi karena kesibukan masing-masing. Namun sosok Cak Wid tetap hadir melalui berbagai aktivitas organisasi dan kegiatan karate yang kerap muncul di media sosial maupun pemberitaan online.

Foto Kenangan: Cak Wid, AYS Prayogie, Rudi Waikano, Lia Cantika dan Herry Sulaeman. (Dok/Foto/PWOIN)
Bagi sahabat-sahabatnya, Cak Wid bukan hanya aktivis organisasi biasa. Ia adalah pribadi yang konsisten menjaga dedikasi, loyalitas, dan eksistensi dalam setiap ruang pengabdian yang dijalani.
“Dedikasi dan eksistensinya dalam organisasi apa pun tidak perlu diragukan lagi,” kata Prayogie.
Kepergian Cak Wid menjadi kehilangan besar bagi banyak kalangan yang mengenalnya. Sosoknya dikenal sederhana, bersahabat, dan selalu hadir memberi semangat kepada rekan-rekannya.
Ucapan doa dan belasungkawa pun mengalir dari berbagai sahabat dan kolega.
“Semoga almarhum diampuni dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan menghadapi musibah ini,” ujar Prayogie.
Selamat jalan, Cak Wid. Namamu akan tetap dikenang, melekat di hati sahabat-sahabatmu. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: Humas MIO Indonesia
- Penulis: Redaksi





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.