Sabtu, 23 Mei 2026
light_mode

Simulasi Darurat di PLTU Sebatak Karimun, Polisi Uji Kesiapan Hadapi Kebakaran hingga Huru-Hara

  • account_circle M. Saipul
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • print Cetak

Suara sirene meraung di kawasan PLTU Sebatak Karimun, Kamis (21/5/2026) pagi. Sejumlah personel berseragam lengkap tampak bergerak cepat menuju titik pengamanan, sementara petugas lain mengevakuasi situasi yang disimulasikan sebagai kondisi darurat.

KARIMUN, HITV Bukan insiden nyata, melainkan rangkaian Simulasi Tanggap Darurat yang digelar di lingkungan PLTU Tanjung Balai Karimun sebagai upaya menguji kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana dan gangguan keamanan.

Simulasi tersebut mencakup penanganan kebakaran, angin puting beliung, pemadaman listrik (black out) akibat bencana alam, penanganan huru-hara, hingga penanggulangan tumpahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan melibatkan unsur lintas instansi, di antaranya Sat Samapta Polres Karimun, Basarnas, BPBD , RSBT Karimun, manajemen PLTU Sebatak Karimun, serta seluruh karyawan perusahaan.

Kasat Samapta Polres Karimun AKP Binsar Samosir mengatakan, simulasi ini menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan dan pola koordinasi terpadu saat menghadapi kondisi darurat di objek vital nasional.

“Melalui simulasi ini, seluruh personel diuji kemampuan respons cepatnya, mulai dari pola komunikasi, langkah evakuasi, hingga penanganan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan,” ujarnya.

Dalam salah satu skenario, disimulasikan terjadinya aksi unjuk rasa oleh sekelompok masyarakat yang menolak rencana pemadaman listrik oleh pihak PLTU. Situasi kemudian berkembang menjadi potensi gangguan ketertiban yang memerlukan pengamanan aparat kepolisian.

Menanggapi kondisi tersebut, Polres Karimun menurunkan satu pleton Dalmas Inti dari Sat Samapta lengkap dengan perlengkapan pengendalian massa. Personel diterjunkan untuk melakukan pengamanan area objek vital sekaligus memastikan situasi tetap terkendali.

Petugas tampak melakukan pengaturan posisi pengamanan, memberikan imbauan secara humanis kepada massa aksi, membuka ruang negosiasi dengan perwakilan demonstran, hingga melakukan pengendalian situasi sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Seluruh rangkaian simulasi dirancang agar kegiatan penyampaian aspirasi tetap berlangsung aman tanpa mengganggu operasional PLTU maupun keselamatan pekerja di lingkungan perusahaan.

Selain menguji kemampuan taktis personel di lapangan, kegiatan itu juga menjadi sarana memperkuat sinergi antar lembaga dalam menghadapi potensi ancaman terhadap objek vital nasional yang sewaktu-waktu dapat terjadi akibat faktor alam maupun sosial.

Polres Karimun menegaskan, kesiapan personel dan koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta menjamin pelayanan publik tetap berjalan di tengah situasi darurat.

Dengan simulasi tersebut, seluruh unsur yang terlibat diharapkan memiliki pola tindakan yang cepat, terukur, dan terpadu ketika menghadapi kondisi nyata di lapangan.

Sat Samapta Polres Karimun: Siap, Terlihat dan Bermanfaat.

(\•/)

Editor: Ismail Ratusimbangan
Sumber: HITV Kepri

  • Penulis: M. Saipul

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less