Sabtu, 10 Okt 2026
dark_mode

IPJI Kepri: Basri Jadi DPO Bareskrim, Ungkap Juga Siapa Penerima Aliran Uangnya

  • account_circle Ismail Ratusimbangan
  • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
  • print Cetak

Ketua DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kepulauan Riau, Ismail, meminta Tim Penyidik Bareskrim Mabes Polri tidak berhenti pada penetapan Basri sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam pengembangan kasus dugaan peredaran narkoba di Batam.

BATAM, HITV — Menurut Ismail, penetapan Basri sebagai DPO serta penyitaan sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika merupakan bagian penting dari proses penegakan hukum. Namun, ada persoalan yang dinilai jauh lebih besar dan perlu dibongkar secara menyeluruh, yakni kemungkinan adanya pihak lain yang selama ini menikmati aliran uang dari jaringan tersebut.

“Saya tidak tertarik hanya mengupas Basri sebagai DPO dan aset-aset yang disita. Kalau memang dia diduga sebagai pelaku utama, tentu proses hukum terhadapnya harus berjalan. Yang lebih penting adalah membongkar seluruh jaringan dan aliran uangnya,” ujar Ismail kepada awak media, Rabu (19/8/2026), di Kawasan Nagoya, Kota Batam.

Ismail menyoroti dugaan bahwa aktivitas jaringan narkoba tersebut telah berlangsung dalam waktu yang panjang. Karena itu, menurut dia, penyidik perlu mendalami bagaimana jaringan tersebut dapat beroperasi dalam waktu bertahun-tahun dan siapa saja yang kemungkinan memperoleh keuntungan dari aktivitas ilegal tersebut.

“Secara logika, kalau sebuah jaringan bisa beroperasi bertahun-tahun dengan perputaran uang yang besar, pertanyaan publik tentu bukan hanya siapa pelakunya, tetapi juga ke mana aliran uangnya dan siapa yang menikmati hasilnya,” katanya.

Ia menegaskan, pernyataan tersebut bukan untuk menuduh pihak tertentu telah menerima uang hasil kejahatan. Namun, dugaan mengenai adanya aliran dana kepada pihak lain, jika ditemukan dalam proses penyidikan, harus dibuktikan berdasarkan alat bukti dan ditindaklanjuti sesuai hukum.

“Kalau dalam penyidikan ditemukan adanya oknum yang menerima atau menikmati uang dari hasil transaksi narkoba, siapa pun orangnya harus diperiksa dan diproses sesuai hukum. Jangan berhenti hanya pada pelaku yang berada di dalam jaringan,” tegas Ismail.

Ismail juga mendorong Bareskrim untuk menelusuri transaksi keuangan, komunikasi, aset, serta hubungan antara para tersangka dan pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan jaringan tersebut. Menurutnya, pengungkapan perkara narkotika tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku dan menyita barang bukti, tetapi juga harus memutus mata rantai pembiayaan dan keuntungan kejahatan.

“Kalau Basri nanti berhasil ditangkap, saya berharap penyidik dapat menggali seluruh informasi yang dimilikinya. Bila ada catatan transaksi, aliran dana atau pihak-pihak yang menerima uang, semuanya harus diuji dan dibuktikan melalui proses penyidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dugaan nilai keuntungan dari aktivitas narkoba yang berlangsung dalam waktu panjang tentu bukan persoalan kecil. Bahkan, Ismail menyebut perputaran uangnya berpotensi mencapai angka yang sangat besar, meski angka tersebut tetap harus dibuktikan melalui penyidikan dan penelusuran transaksi keuangan.

“Kalau benar aktivitas ini sudah berlangsung puluhan tahun, tentu nilai uang yang berputar bukan sedikit. Bisa saja nilainya sangat besar, bahkan ditengarai mencapai triliunan rupiah. Tetapi sekali lagi, itu harus dibuktikan. Karena itu, penelusuran aliran dana menjadi sangat penting,” katanya.

Ismail berharap Bareskrim Mabes Polri berani membuka seluruh fakta berdasarkan hasil penyidikan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai perkara tersebut. Transparansi, menurut dia, diperlukan agar pengungkapan kasus tidak menimbulkan spekulasi maupun opini liar di tengah masyarakat.

“Jaringan narkobanya harus dibongkar, tetapi kalau ada pihak di luar jaringan yang terbukti menerima aliran uang atau mendapatkan setoran, itu juga harus diungkap. Jangan sampai publik hanya melihat pelaku di lapangan, sementara aliran uangnya tidak pernah diketahui,” ujar Ismail.

Ia menegaskan bahwa prinsipnya sederhana: siapa pun yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab secara hukum, sementara pihak yang tidak terbukti terlibat tidak boleh dituduh.

“Jadi bukan soal menuduh siapa-siapa. Kita meminta penyidik bekerja berdasarkan bukti. Kalau tidak ada keterlibatan, tentu harus dibersihkan namanya. Tetapi kalau ada bukti menerima hasil kejahatan, siapa pun orangnya harus diproses,” kata Ismail.

Menurut dia, keberanian penyidik dalam menelusuri dugaan aliran dana menjadi salah satu kunci untuk mengungkap perkara narkoba secara tuntas. Pengungkapan yang menyeluruh diharapkan tidak hanya memberikan efek jera kepada pelaku, tetapi juga membongkar pihak-pihak yang mungkin selama ini memperoleh keuntungan dari bisnis narkotika.

“Publik membutuhkan pengungkapan yang terang dan tuntas. Tangkap pelakunya, bongkar jaringannya, telusuri uangnya, dan jika ditemukan pihak lain yang menerima hasil kejahatan, ungkap juga berdasarkan bukti hukum,” pungkas Ismail. (\•/)

Editor: AYS
Sumber: HITV Batam

  • Penulis: Ismail Ratusimbangan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reshuffle Kabinet dan Gagasan “Kabinet NKRI”: Saatnya Daerah Tak Sekadar Menjadi Penonton

    Reshuffle Kabinet dan Gagasan “Kabinet NKRI”: Saatnya Daerah Tak Sekadar Menjadi Penonton

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • 0Komentar

    Wacana reshuffle kabinet tidak semestinya berhenti pada soal siapa yang diganti dan siapa yang dipertahankan. JAKARTA, HITV — Momentum perubahan komposisi pemerintahan juga dapat menjadi kesempatan untuk menjawab persoalan yang lebih mendasar: bagaimana memastikan suara dan kebutuhan daerah benar-benar hadir dalam pengambilan kebijakan di tingkat pusat. Dari pertanyaan itulah muncul gagasan “Kabinet NKRI”, yakni konsep […]

  • Gugatan CLS Yang Keliru: Menyerang Penyidik Dalam Proses hukum Yang Sedang Berjalan (IN CASU: Kasus Ijazah Presiden Ke-7)

    Gugatan CLS Yang Keliru: Menyerang Penyidik Dalam Proses hukum Yang Sedang Berjalan (IN CASU: Kasus Ijazah Presiden Ke-7)

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • 0Komentar

    Antara Pansos dan Penggiringan Opini terhadap Polri Oleh: Dr. (C) Pitra Romadoni Nasution, SH, MH | Presiden PETISI AHLI Dalam negara hukum yang sehat, setiap upaya hukum memiliki koridor, batas, dan mekanisme yang jelas. Namun belakangan ini, publik disuguhkan fenomena yang menggelitik sekaligus memprihatinkan: penggunaan Citizen Lawsuit (CLS) secara serampangan untuk menyerang aparat penegak hukum […]

  • KPK Tegaskan Pentingnya Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset

    KPK Tegaskan Pentingnya Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Jakarta – Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto menegaskan tentang pentingnya Rancangan Undang Undang (RUU) Perampasan Aset, untuk memperkuat upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Tessa dalam keterangan tertulisnya kepada para Wartawan, pada hari Selasa 29 Oktober 2024 kemarin. “Pembahasan rancangan Undang Undang Perampasan aset,merupakan kebutuhan mendesak bagi Bangsa Indonesia, […]

  • 60 Insan Pers Belitung Ikuti Pelatihan di Kantor Berita Antara dan Dewan Pers

    60 Insan Pers Belitung Ikuti Pelatihan di Kantor Berita Antara dan Dewan Pers

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Tanjung Pandan – Sebanyak 60 peserta insan pers baik media baik online, cetak dan televisi berangkat dari Bandara Hananjoedin Tanjung Pandan menuju Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (6/11/2024). Jurnalis yang kesehariannya melakukan kegiatan peliputan tentang kemajuan negeri laskar pelangi tersebut akan mengikuti pelatihan di Jakarta diantaranya Kantor Berita Antara dan Dewan Pers. Baca […]

  • Ketika Ritel Global Menang di Lahan UMKM!

    Ketika Ritel Global Menang di Lahan UMKM!

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • 0Komentar

    Ketua Umum Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia (APIKI), Anto Suroto, SH, SE, MM. (Dok/Foto/Red) Oleh: AYS Prayogie   Aroma kopi instan dan onigiri dari gerai Family Mart di kompleks Kementerian Usaha Kecil Menengah (UKM), Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, menyambut pegawai dan tamu yang berkunjung ke gerai itu. Tapi kehadiran ritel modern asal Jepang […]

  • Kapolres Belitung Terima Penganugerahan Presisi Award 2025 Dari Lemkapi

    Kapolres Belitung Terima Penganugerahan Presisi Award 2025 Dari Lemkapi

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BELITUNG – Kapolres Belitung AKBP Sarwo Edi Wibowo menerima penganugerahan Presisi Awards dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi). Penghargaan ini diberikan sebagai wujud dedikasi dan kerja keras jajaran Polres Belitung dalam mengimplementasikan program prioritas Presisi Kapolri serta mendukung program Pemerintah Presiden RI. Dari informasi yang diterima, penganugerahan ini diserahkan langsung oleh Direktur […]

expand_less