Bukan Sekadar Ujian, UKW Angkatan XX LUKW UMJ-MIO Indonesia Uji Kompetensi Wartawan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

UKW menjadi langkah penting memperkuat kompetensi wartawan agar mampu menyajikan informasi yang akurat, terverifikasi, dan berimbang di era digital. (Dok/Foto/Red)
Upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan kembali digelar melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XX yang diselenggarakan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bekerja sama dengan Media Independen Online (MIO) Indonesia.
JAKARTA, HITV — Kegiatan yang mengusung semangat “Profesional, Kompeten, Beretika untuk Jurnalisme Berkualitas” tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu–Minggu, 12–13 September 2026, di Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Sebelum pelaksanaan utama, peserta terlebih dahulu mengikuti pra-UKW secara daring melalui Zoom pada Jumat (11/9/2026) pukul 15.00–16.30 WIB. Sesi tersebut dijadwalkan diisi oleh penguji sebagai bagian dari persiapan peserta menghadapi rangkaian uji kompetensi.
UKW ini menjadi penting di tengah tuntutan terhadap wartawan untuk tidak sekadar mampu menghasilkan berita, tetapi juga memahami standar kompetensi, kode etik jurnalistik, serta ketentuan hukum yang berkaitan dengan kerja pers.
Bukan Sekadar Ujian
BERDASARKAN rundown kegiatan, hari pertama UKW diawali dengan registrasi peserta pada pukul 08.00 WIB, dilanjutkan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan Direktur LUKW UMJ, Dr Tria Patrianti, M.Ikom
Setelah sambutan Ketua Umum MIO Indonesia, AYS Prayogie dan pembukaan UKW, peserta kemudian dibagi ke dalam kelas untuk mengikuti materi dan tahapan pengujian.
Rangkaian kompetensi untuk jenjang wartawan muda dimulai dengan pemahaman dan pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), hukum/undang-undang serta peraturan terkait pers.
Materi kemudian berlanjut pada pemahaman cara kerja platform digital, perencanaan atau pengusulan liputan dan pemberitaan, hingga praktik jurnalistik yang lebih aplikatif.
Peserta juga dijadwalkan mengikuti sejumlah simulasi kerja jurnalistik, antara lain rapat redaksi dengan wartawan media, menghadiri konferensi pers, wawancara cepat (doorstop), membangun jejaring, serta praktik menulis berita.
Tahapan tersebut memperlihatkan bahwa UKW tidak berhenti pada penguasaan teori. Peserta diuji untuk mampu menerapkan prinsip jurnalistik dalam situasi yang mendekati pekerjaan wartawan sehari-hari.
Diuji dari Menyunting hingga Wawancara
PADA hari kedua, Minggu (13/9/2026), peserta melanjutkan rangkaian pengujian dengan materi menyunting berita sendiri, wawancara tatap muka, hingga menyiapkan isi rubrik atau kanal.
Rangkaian tersebut ditutup pada pukul 11.00 WIB.
DALAM materi publikasi UKW Angkatan XX, penyelenggara menegaskan sejumlah tujuan kegiatan, di antaranya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan, menjamin kualitas dan kredibilitas produk jurnalistik, mendorong penerapan Kode Etik Jurnalistik, serta mendukung terwujudnya pers yang merdeka, bertanggung jawab, dan berintegritas.
Peserta UKW juga terbagi dalam tiga jenjang kompetensi, yakni wartawan muda, wartawan madya, dan wartawan utama.
Kompetensi Menjadi Fondasi Kepercayaan Publik
PELAKSANAAN UKW menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia pers. Sebab, di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan membedakan fakta, melakukan verifikasi, menguji informasi, serta menyajikan berita secara berimbang menjadi semakin menentukan.
Kecepatan publikasi tidak boleh mengorbankan akurasi. Demikian pula tuntutan mengejar perhatian pembaca tidak semestinya menggeser prinsip keberimbangan dan etika jurnalistik.
Karena itu, kompetensi wartawan pada akhirnya bukan hanya persoalan memperoleh pengakuan formal. Lebih jauh, kompetensi berkaitan langsung dengan kepercayaan publik terhadap produk jurnalistik dan profesionalisme pers.
UKW Angkatan XX LUKW UMJ bersama MIO Indonesia diharapkan menjadi ruang untuk mengukur sekaligus memperkuat kemampuan tersebut.
Pesan yang ditampilkan dalam materi publikasi kegiatan pun cukup tegas: “Wartawan kompeten, pers berintegritas, demokrasi berkualitas.”
Kalimat itu sekaligus menegaskan bahwa peningkatan kapasitas wartawan bukan hanya menyangkut kepentingan profesi, tetapi juga memiliki kaitan dengan kualitas kehidupan demokrasi. (\•)
Sumber: Humas MIO Indonesia
- Penulis: Redaksi





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.