Kamis, 1 Okt 2026
light_mode

Ketika Kayuhan Mulai Berat, Seratus Becak Listrik Membawa Harapan Baru ke Purwakarta

  • account_circle Raffa Christ Manalu
  • calendar_month 15 menit yang lalu
  • print Cetak

Usia boleh menua, tetapi kebutuhan hidup tak mengenal kata berhenti. Setiap hari, para pengemudi becak di Purwakarta tetap mengayuh kendaraan mereka, menjemput penumpang, menunggu rezeki.

PURWAKARTA, HITV — Bagi para pengemudi becak, pedal yang terus berputar tersebut bukan sekadar gerakan kaki. Di sanalah sebagian besar kebutuhan rumah tangga mereka bergantung.

Namun, ketika tenaga fisik mulai berkurang, pekerjaan yang sejak lama dijalani itu pun menjadi semakin berat.

Persoalan sederhana itulah yang coba dijawab melalui kehadiran becak listrik.

Rabu (30/9/2026), suasana berbeda terasa di Alun-alun Taman Pasanggrahan Padjadjaran, Kabupaten Purwakarta. Sebanyak 100 pengemudi becak menerima kunci becak listrik secara cuma-cuma. Kendaraan tersebut merupakan bantuan yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk membantu para pengemudi becak, terutama mereka yang telah lanjut usia.

Bagi penerimanya, kunci yang berpindah tangan hari itu bukan sekadar simbol penyerahan bantuan. Ada harapan bahwa pekerjaan yang selama bertahun-tahun mengandalkan kekuatan kaki dapat dilakukan dengan tenaga yang lebih ringan.

Gagasan menghadirkan becak bertenaga listrik berangkat dari persoalan yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari: bagaimana para pengemudi becak yang telah berusia lanjut tetap dapat bekerja tanpa harus terus-menerus mengandalkan kekuatan fisik.

Saat menjabat Menteri Pertahanan, Prabowo memerintahkan PT Pindad merancang becak bertenaga baterai. Kendaraan itu diharapkan dapat menjadi alat bantu bagi pengemudi becak dalam menjalankan aktivitas ekonomi mereka.

Program kemudian diperluas ke sejumlah daerah. Purwakarta mendapat alokasi 100 unit yang diserahkan kepada pengemudi yang telah melalui proses verifikasi.

Penyerahan dilakukan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, didampingi Wakil Bupati Abang Ijo Hapidin, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, serta jajaran pejabat daerah dan unsur Forkopimda.

Setelah penyerahan, para penerima bantuan bersama rombongan melakukan konvoi. Untuk pertama kalinya, kendaraan yang selama ini identik dengan kayuhan kaki itu melaju dengan tenaga baterai.

Tetapi, di balik seremoni tersebut, ada pekerjaan rumah yang tidak kalah penting: memastikan bantuan benar-benar dapat digunakan secara berkelanjutan.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengatakan, becak listrik tersebut harus dipandang sebagai aset produktif yang dapat membantu meningkatkan kemampuan ekonomi penerimanya.

“Becak listrik ini adalah aset produktif. Tujuannya sederhana: agar bapak-bapak pengemudi bekerja lebih ringan, pendapatan meningkat, dan kesejahteraan keluarga terjaga,” ujarnya.

Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin bantuan berhenti setelah kunci diserahkan. Salah satu kebutuhan yang harus segera dipikirkan ialah fasilitas pengisian daya.

Sebab, kendaraan listrik tanpa akses pengisian baterai yang mudah akan menghadirkan persoalan baru bagi penggunanya.

“Jangan sampai becak sudah di tangan, tetapi tempat mengisi baterai sulit dicari. Ini tanggung jawab kita bersama,” kata Om Zein.

Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah kendaraan yang dibagikan. Infrastruktur pendukung dan kemampuan penerima dalam merawat serta memanfaatkan kendaraan juga menjadi bagian penting.

Ada amanah di balik kunci

Para penerima juga diminta memahami bahwa becak listrik tersebut bukan barang yang bebas dipindahtangankan.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengingatkan agar kendaraan tidak dijual, disewakan, digadaikan, maupun dialihkan kepada pihak lain. Modifikasi yang tidak sesuai petunjuk teknis juga dilarang karena dapat memengaruhi aspek keselamatan dan garansi.

“Rawatlah seperti anggota keluarga. Jika dihormati, alat ini akan menemani bapak-bapak menafkahi keluarga dalam waktu yang panjang,” ujar Om Zein.

Pesan tersebut menjadi penting karena tujuan utama bantuan bukan sekadar menghadirkan kendaraan baru, melainkan mempertahankan kemampuan penerima untuk bekerja.

Di titik inilah becak listrik memiliki makna yang lebih luas. Ia bukan hanya produk teknologi, tetapi alat yang diharapkan dapat menjembatani kebutuhan antara pekerjaan tradisional dan perkembangan teknologi.

Teknologi untuk mereka yang bekerja dengan tenaga

Modernisasi kerap identik dengan gedung tinggi, kendaraan baru, industri, dan teknologi digital.

Namun, di Purwakarta, modernisasi hari itu hadir dalam bentuk yang lebih sederhana: sebuah becak dengan tenaga baterai.

Om Zein mengatakan, perkembangan teknologi semestinya dapat dirasakan pula oleh masyarakat yang selama ini bekerja di sektor informal.

“Modernisasi bukan hak segelintir orang. Bapak-bapak pengemudi becak adalah bagian penting dari wajah Purwakarta. Teknologi pun harus hadir meringankan beban mereka,” katanya.

Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, yang hadir mewakili Presiden Prabowo, menyampaikan penghargaan kepada para pengemudi becak yang tetap bekerja meski usia tidak lagi muda.

“Bapak-bapak ini pejuang keluarga. Becak listrik ini hadir untuk meringankan langkah bapak-bapak,” ujarnya.

Firman berharap pemerintah daerah dapat menyediakan titik pengisian daya yang sederhana dan mudah dijangkau. Tidak harus berupa fasilitas besar, menurut dia, karena ketersediaan stop kontak yang dapat digunakan secara gratis pun sudah membantu memastikan becak tetap siap beroperasi.

Namun, ia menegaskan bahwa bantuan kendaraan hanyalah langkah awal.

Pemberdayaan ekonomi yang lebih luas tetap diperlukan agar penerima tidak sekadar memperoleh alat bantu, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemandirian ekonominya.

Sebuah doa dari balik kemudi

Di tengah seremoni yang dihadiri pejabat dan berbagai unsur pemerintahan itu, ada satu kalimat sederhana yang justru menggambarkan arti bantuan tersebut bagi penerimanya.

“Terima kasih Presiden Prabowo. Semoga Bapak panjang umur dan sehat selalu.”

Tak ada uraian panjang tentang teknologi. Tak ada angka-angka yang rumit.

Hanya ucapan terima kasih dan sebuah doa.

Setelah acara selesai, seratus becak listrik mulai bergerak meninggalkan kawasan Alun-alun Taman Pasanggrahan Padjadjaran.

Bagi sebagian orang, pemandangan itu mungkin hanya sebuah konvoi kendaraan.

Namun bagi para pengemudinya, perjalanan tersebut boleh jadi berarti lebih dari itu.

Ada pedal yang tak lagi harus dikayuh seberat sebelumnya. Ada tenaga yang bisa dihemat. Ada harapan untuk tetap bekerja ketika usia perlahan membatasi kekuatan tubuh.

Dan pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah bantuan bukan semata berapa banyak kendaraan yang diserahkan, melainkan apakah kendaraan itu benar-benar mampu membuat kehidupan penerimanya menjadi lebih ringan.

Di jalan-jalan Purwakarta, seratus becak listrik itu kini mulai menemukan perannya: menjadi alat kerja bagi para pejuang keluarga yang masih memilih untuk terus mengayuh kehidupan. (*/)

Penulis: Raffa Christ Manalu
Editor: AYS

  • Penulis: Raffa Christ Manalu

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Tidak Transparan, Desa Tanjung Jaya Menjadi Sorotan Publik

    Diduga Tidak Transparan, Desa Tanjung Jaya Menjadi Sorotan Publik

    • 0Komentar

    Kantor Desa Tanjung Jaya saat dikunjungi tim media suasananya sepi. (Foto:Dinar/HiTv) Penulis: Dinar Editor  : Kang Aden Sungguh ironis, penggunaan Dana Desa (DD) Tanjung Jaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, papan informasi APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) tidak terpasang di area publik, baik di dalam maupun di luar kantor desa. HITVBERITA.COM […]

  • Perkuat Komitmen Pengabdian, Wakapolres Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di Mapolres Pekalongan Kota

    Perkuat Komitmen Pengabdian, Wakapolres Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di Mapolres Pekalongan Kota

    • 0Komentar

    Wakil Kepala Kepolisian Resor Pekalongan Kota Kompol Dr. Akhwan Nadzirin, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam pelaksanaan Upacara Hari Kesadaran Nasional yang digelar di halaman Mapolres Pekalongan Kota , Jalan P. Diponegoro No. 19,  Jumat (17/4/2026). PEKALONGAN KOTA | HITV – Upacara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh pejabat utama (PJU) Polres Pekalongan Kota, mulai […]

  • Saiful Chaniago Kecam Perusak Rumah Ibadah Kristen di Sumbar 

    Saiful Chaniago Kecam Perusak Rumah Ibadah Kristen di Sumbar 

    • 0Komentar

    Penulis: QUARTA Ibadah yang dilaksanakan di rumah doa Jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Padang, Sumatera Barat, dibubarkan massa. Peristiwa itu terjadi di RT 03 RW 09, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah Padang, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Aksi massa yang diwarnai perusakan itu terjadi pada Minggu (27/7) petang. HITVBERITA.COM | Jakarta- Dari […]

  • Artis yang Juga Politisi Desy Ratnasari, Raih Gelar Doktor!

    Artis yang Juga Politisi Desy Ratnasari, Raih Gelar Doktor!

    • 0Komentar

    Artis Cantik yang juga politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Desy Ratnasari, kini resmi menyandang Gelar Doktor setelah dia dinyatakan Lulus pada Sidang Terbuka Program Doktor Psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta pada Kamis 12 September 2024. HiTvBerita.COM | JAKARTA – Hj. Desy Ratnasari, S.Psi, M.Psi merupakan politisi PAN asal Sukabumi, […]

  • Konsolidasikan Gen-Z Menangkan Ambu Anne, De Tira: Sudah Kewajiban Seorang Anak Dukung Ibunya di Pilkada 2024

    Konsolidasikan Gen-Z Menangkan Ambu Anne, De Tira: Sudah Kewajiban Seorang Anak Dukung Ibunya di Pilkada 2024

    • 0Komentar

    𝐇𝐈𝐓𝐕𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚.𝐂𝐨𝐦 | Purwakarta – Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip, putra dari Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika berkomitmen akan terus membangun kekuatan melalui Gen-Z guna memenangkan sang ibunda pada perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Purwakarta 2024. Hal tersebut diungkapkan oleh Yudistira dalam sebuah acara diskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Purwakarta, dan konsolidasi Gen-Z yang digelar […]

  • Bapas Tanjungpandan Perkuat Kinerja Fasilitatif Melalui Koordinasi Strategis Ke Ditjen Pemasyarakatan

    Bapas Tanjungpandan Perkuat Kinerja Fasilitatif Melalui Koordinasi Strategis Ke Ditjen Pemasyarakatan

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Jakarta, INFO PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan melakukan kunjungan kerja, konsultasi, dan koordinasi strategis ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Selasa (11/11). Kegiatan ini menjadi langkah nyata Bapas Tanjungpandan dalam memperkuat sinergi kelembagaan serta mempercepat peningkatan kinerja fasilitatif dan layanan publik menjelang akhir tahun anggaran. Rombongan dipimpin oleh Kepala Urusan […]

expand_less