Sabtu, 24 Okt 2026
dark_mode

DLH Belitung Kerahkan 97 Personel dan 8 Armada Bersihkan Sampah Pasca Karnaval Bhinneka Tunggal Ika

  • account_circle Iswandi
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • print Cetak

HITVBERITA.COM | BELITUNG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung bergerak cepat melakukan pembersihan sampah pasca pelaksanaan Karnaval Bhinneka Tunggal Ika yang melintasi jalan-jalan utama di Kabupaten Belitung Sabtu (24/10/2026).

Aksi bersih-bersih tersebut dilakukan langsung usai karnaval selesai, dengan menyisir seluruh ceceran sampah di sepanjang rute yang dilalui peserta karnaval.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung, Mardi Smolik, S.Si., M.Si., mengatakan, pihaknya telah mengerahkan kekuatan penuh untuk memastikan kota kembali bersih. Dengan melibatkan 8 armada truk dan juga 97 personel yang menyisir ceceran-ceceran sampah yang ada,”

Antisipasi Sejak Awal dan Pemilahan Bernilai Ekonomi

Mardi menjelaskan, pembersihan ini tidak dilakukan secara dadakan. Sebelum karnaval dimulai, DLH telah melakukan langkah antisipasi dengan memasang tempat-tempat sampah di lokasi-lokasi strategis yang dilalui peserta. Hal ini terbukti membantu mempermudah pengumpulan sampah.

Dari hasil sweeping di lapangan, petugas berhasil mengumpulkan kurang lebih 8 truk sampah, baik organik maupun anorganik.

Tidak langsung dibuang, seluruh sampah tersebut kemudian dilakukan pemilahan sesuai prosedur pengelolaan sampah ramah lingkungan.

“Sampah anorganik yang masih memiliki nilai seperti plastik, kaleng, dan juga kardus itu kita setorkan ke bank sampah kita untuk mendapatkan nilai ekonomi. Dan residunya semua kita bawa ke TPA Gunung Sadai untuk diproses akhir,” jelasnya.

Imbauan Gerakan Zero Waste

Di akhir kata, Mardi Smolik berharap ada kesadaran kolektif dari masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah yang dihasilkan sendiri.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan saat menghadiri kegiatan keramaian.

“Kita harapkan ke depannya masyarakat lebih sadar lagi dalam mengelola sampahnya sendiri, artinya tidak membuang begitu saja sampah yang dihasilkannya. Minimal sampah yang dihasilkan itu dibuang pada tempatnya ataupun dibawa pulang masing-masing,” tegasnya.

Menurutnya, gerakan zero waste harus menjadi budaya bersama agar Kabupaten Belitung tetap bersih, indah, dan nyaman, terutama saat menggelar event-event besar tandasnya.

(Iswandi)

  • Penulis: Iswandi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less