Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Hampir Lima Jam dengan Prabowo
- account_circle Sunang
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- visibility 83
- comment 0 komentar
- print Cetak

Abraham Samad. Dok: Yotube Abraham Samad Speak Up
Pertemuan yang berlangsung hampir lima jam itu membahas berbagai isu strategis nasional, terutama terkait pemberantasan korupsi dan program pemerintahan.
JAKARTA | HITV – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samadmengonfirmasi dirinya mendapat undangan langsung dari Presiden Prabowo Subiantountuk menghadiri pertemuan tertutup bersama sejumlah tokoh nasional. Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman pribadi Presiden di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/1/2026) dan berjalan hampir lima jam.
Samad menyebut pertemuan itu merupakan diskusi terbuka yang membahas berbagai isu strategis nasional, khususnya terkait pemberantasan korupsi, penguatan lembaga penegak hukum, serta pemaparan program pemerintahan Prabowo ke depan. Ia menegaskan undangan tersebut bukan bersifat politis maupun panggilan formal tertentu, melainkan dialog untuk bertukar pandangan.
“Presiden menyampaikan berbagai program pemerintah, termasuk pengalamannya setelah menghadiri forum internasional. Kami diminta memberikan masukan sesuai kapasitas masing-masing,” kata Abraham Samad kepada wartawan.
Selain Samad, pertemuan itu dihadiri sejumlah tokoh lintas latar belakang, mulai dari akademisi, mantan pejabat, hingga anggota kabinet. Beberapa nama yang hadir di antaranya Peneliti Utama BRIN Siti Zuhro, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, serta pejabat pemerintahan seperti Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Dalam diskusi tersebut, isu pemberantasan korupsi menjadi salah satu topik utama. Samad mengungkapkan adanya pembahasan mengenai tantangan penegakan hukum, kondisi indeks persepsi korupsi Indonesia, serta pentingnya memperkuat sistem pencegahan agar kepercayaan publik terhadap negara meningkat.
Samad juga membantah anggapan bahwa pertemuan itu melibatkan tokoh oposisi dalam konteks politik praktis. Menurutnya, pertemuan lebih diarahkan pada kepentingan nasional dan tidak membahas agenda politik elektoral atau kekuasaan.
Pandangan serupa disampaikan oleh peserta lain yang menilai forum tersebut sebagai ruang diskusi strategis antara Presiden dan para tokoh yang memiliki pengalaman serta keahlian di bidang masing-masing. Diskusi berlangsung intens dari sore hingga malam hari, bahkan disebut berlangsung tanpa jeda makan malam karena fokus pembahasan yang cukup panjang.
Pertemuan ini menjadi sorotan publik karena melibatkan figur yang selama ini dikenal kritis terhadap isu pemberantasan korupsi. Undangan kepada Abraham Samad dinilai sebagai sinyal terbukanya ruang dialog antara pemerintah dan tokoh independen dalam membahas agenda strategis nasional.
Hingga kini, Istana belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hasil konkret dari pertemuan tersebut. Namun, diskusi panjang itu disebut menjadi bagian dari upaya Presiden Prabowo menjaring masukan luas dalam menjalankan roda pemerintahan. (tr)
- Penulis: Sunang

Saat ini belum ada komentar