Barru Menuju Percontohan Pertanian Nasional
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menyambut langsung kedatangan rombongan YSPN bersama Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik. (Foto/Syamsu/Hitv)
Penulis: Syamsu Marlin
Pemerintah Kabupaten Barru menjajaki langkah besar di bidang pertanian melalui kolaborasi dengan Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN). Program ini diawali dengan peninjauan lokasi demplot budidaya padi varietas Soeharto (HMS) seluas 100 hektar di Desa Lipukasi, Kecamatan Tanete Rilau, Jumat (5/9/2025).
HITVBERITA.com | Barru – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menyambut langsung kedatangan rombongan YSPN bersama Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik.
Hadir pula pendiri YSPN, Yuni Srinardho, Ketua Umum YSPN Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo, serta sejumlah mitra dari dalam dan luar negeri.
“Alhamdulillah, ini berkah besar bagi para petani Barru. Program benih unggul ini kami yakini dapat meningkatkan hasil pertanian sekaligus menjadikan Barru sebagai daerah percontohan pertanian nasional,” kata Bupati Andi Ina.
Ia menegaskan, seluruh jajaran Pemkab Barru bersama Forkopimda, organisasi perangkat daerah, hingga kelompok tani siap mendukung penuh program tersebut.
Gotong Royong Pangan
Ketua Umum YSPN, Daryatmo, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam membangun ketahanan pangan. Menurut dia, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri.
YSPN sebelumnya telah menggarap sejumlah percontohan di Hambalang dan Samboja, Kalimantan Timur, serta melibatkan sekolah-sekolah untuk menanamkan kesadaran bertani sejak dini. Di Barru, yayasan merencanakan pengembangan demplot 100 hektar dengan bibit unggul dari riset dalam negeri maupun varietas hibrida.
“Yang utama, rencana ini harus berjalan sesuai kondisi lapangan dan kebutuhan petani,” ujarnya.
Pendiri YSPN, Yuni Srinardho, menambahkan, upaya ini perlu dijalankan secara bertahap dengan semangat gotong royong.
“Tidak harus ditanggung satu pihak. Yang penting kita mulai step by step,” katanya.
Ia juga menyinggung potensi sumber mata air pegunungan berjarak sekitar enam kilometer dari areal persawahan yang bisa menjadi alternatif pasokan irigasi.
Dukungan Pusat
Dirjen Otda Kemendagri, Akmal Malik, menegaskan dukungannya untuk pengembangan sektor pertanian di Barru. Ia menyoroti kendala utama ketersediaan air dan mendorong pemanfaatan pompa tenaga surya sebagaimana pernah diterapkan saat dirinya menjabat Penjabat Gubernur Kalimantan Timur.
“Saya ingin bantu Ibu Bupati agar mendapatkan pompa. Ini penting untuk keberlanjutan program pangan di Barru,” ujarnya.
Ia juga mengajak berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kelompok tani, akademisi, hingga mitra internasional seperti Tiongkok, untuk mengawal program bersama. Menurutnya, sinergi lintas sektor adalah kunci ketahanan pangan berkelanjutan.
Acara peninjauan turut dihadiri unsur Forkopimda Barru, pimpinan OPD, camat, kepala desa, penyuluh pertanian, kelompok tani Mega Buana 1, 2, dan 3, serta perwakilan mitra. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar