Dana BOS SMAN 1 Garut Disorot, Alokasi Sarpras Diduga Lampaui Ketentuan
- account_circle Raffa Christ Manalu
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Gedung SMAN 1 Garut, Jalan Merdeka No. 91, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. (Dok/Foto/Raffa)
Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2025 di SMA Negeri 1 Garut menjadi sorotan publik. Nilai anggaran yang besar, disertai minimnya transparansi, memunculkan pertanyaan terkait akuntabilitas penggunaan dana pendidikan tersebut.
GARUT, HITV— Berdasarkan dokumen yang diperoleh hitvberita.com, SMAN 1 Garut menerima dana BOS lebih dari Rp2 miliar sepanjang 2025. Dana itu disalurkan dalam dua tahap, masing-masing sebesar Rp1.022.250.000.
Sorotan utama tertuju pada alokasi untuk pemeliharaan sarana dan prasarana. Pada tahap pertama, anggaran yang digelontorkan mencapai Rp336.492.500, sementara tahap kedua sebesar Rp340.252.000. Jika diakumulasikan, totalnya mencapai Rp676.744.500 atau sekitar 33,1 persen dari total dana BOS yang diterima.
Angka tersebut dinilai melampaui batas maksimal 20 persen sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 8 Tahun 2025.
Selain itu, alokasi untuk penyediaan alat multimedia pembelajaran juga tergolong signifikan. Pada tahap pertama tercatat sebesar Rp102.500.000, lalu meningkat pada tahap kedua menjadi Rp237.180.000. Sementara itu, anggaran untuk kegiatan administrasi sekolah mencapai Rp169.446.550 pada tahap pertama dan Rp177.550.100 pada tahap kedua.
Sejumlah pihak mempertanyakan rincian penggunaan dana tersebut, termasuk bentuk program, tujuan kegiatan, hingga capaian yang ingin diraih.
Hingga kini, pihak sekolah belum memberikan penjelasan resmi terkait hal tersebut.
Kondisi ini memicu kekhawatiran publik terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana BOS. Padahal, dana tersebut sejatinya ditujukan untuk menunjang kualitas layanan pendidikan secara langsung.
Kepala SMAN 1 Garut, Sri Mulyani, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan.
Publik pun berharap Dinas Pendidikan Jawa Barat bersama Inspektorat segera turun tangan melakukan audit. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan penggunaan dana BOS tetap sesuai petunjuk teknis dan tepat sasaran.
Redaksi hitvberita.com terkait pemberitaan ini tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak SMAN 1 Garut maupun bagi instansi terkait lainnya. (\•/)
Editor: AYS Prayogie
Sumber: HITV Jabar
- Penulis: Raffa Christ Manalu







Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.