Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Empat Siswa Pindahan SMPN 12 Arsel Kobar Menebar Isyu Bullying

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • print Cetak

Kepala Sekolah SMP Negeri 12 Arut Selatan, Eka Rubiyatun mengklarifikasi isyu adanya kegiatan bullying atas empat murid yang pindah ke SMPN 1 Arut Selatan. (Foto/Kisto/HiTv)

Penulis: Kistolani Mangun Jaya

Isu beredar mengenai empat siswa yang dikabarkan pindah sekolah akibat dugaan bullying di lingkungan sekolahnya, mendapat respon Kepala Sekolah SMP Negeri 12 Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Eka Rubiyatun, S.Pd, MM, yang memberikan klarifikasi secara resmi.

HITVBERITA.COM | Pangkalan Bun – Saat dikonfirmasi Hitvberita.com, Rabu (10/9/2025), Eka Rubiyatun menegaskan pihaknya telah menjalankan berbagai langkah strategis dalam upaya mencegah kekerasan di sekolah, terutama sejak awal tahun ajaran baru.

“Sejak kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), kami sudah menyampaikan materi tentang pencegahan kekerasan. Ada deklarasi anti-kekerasan, spanduk sudah terpasang, dan kami juga mengunggah dokumentasi di media sosial sekolah, melibatkan komite serta pengawas sekolah. Jadi, secara materi dan pemahaman, siswa sudah dibekali sejak awal,” ujar Eka.

Lebih lanjut, Eka menjelaskan bahwa SMPN 12 Arut Selatan Kabupaten Kobar telah memiliki Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang aktif, lengkap secara struktur dan administrasi.

Bahkan menjadi satu-satunya SMP di Kobar yang dipilih BPMP Kalimantan Tengah sebagai contoh dalam program survei dan monitoring implementasi pencegahan kekerasan di Kobar.

“Kami memiliki ruang TPPK yang dilengkapi struktur organisasi, dokumentasi kegiatan, prosedur penanganan kasus, serta kotak pengaduan masalah. Anak-anak sudah tahu ke mana harus melapor jika mengalami atau menyaksikan kekerasan,” ujarnya menjelaskan.

Menanggapi kabar bahwa empat siswa pindah karena bullying, Eka menegaskan, tidak pernah ada laporan resmi yang masuk ke pihak sekolah, baik dari siswa maupun orang tua, termasuk dari wali kelas siswa tersebut.

“Jujur, kami bingung. Tidak ada laporan masuk. Anak-anak tersebut mengikuti MPLS, terlibat dalam kegiatan sekolah, dan kami juga tidak mempersulit proses pindah ketika orang tua mengajukan. Tapi kalau kemudian muncul isu bahwa kami membiarkan kekerasan, tentu kami merasa keberatan,” tegas Eka.

Sistem Pendukung

Eka menambahkan, layanan Bimbingan Konseling (BK) di sekolah berjalan aktif, dan seluruh siswa telah menandatangani buku kesepakatan tata tertib yang mencakup poin-poin pelanggaran, termasuk terkait bullying. Materi tersebut telah disosialisasikan secara langsung dan terdokumentasi dengan baik dan di uplod di Instagram sekolah.

“Kami tidak hanya mengandalkan aturan tertulis, tapi juga melakukan pembinaan. Guru BK aktif menangani siswa bermasalah dan semua prosedur kami jalankan,” ungkapnya.

Ajakan Tidak Membesarkan Isu

Eka menyatakan, pihaknya terbuka terhadap kritik dan laporan, serta berharap agar tidak ada pihak yang langsung menyimpulkan tanpa proses klarifikasi dan komunikasi yang benar.

“Kalau ada orang tua yang ingin mencari sekolah terbaik bagi anaknya, itu hak penuh mereka. Tapi jangan sampai muncul persepsi bahwa sekolah kami membiarkan kekerasan, karena kami sudah menjalankan langkah-langkah sesuai aturan,” tegasnya.

Isyu adanya Bullying menjadi pembicaraan para wali murid SMPN 12 Kobar, mengenai proses penerimaan empat siswa yang pindah ke SMPN 1 Arut Selatan. Pasalnya, saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2025, SMPN 1 Arut Selatan Kobar dinyatakan sudah penuh dan tidak dapat menambah kuota siswa baru dan dinyatakan tidak lulus jalur zonasi maupun prestasi.

Beberapa orang tua menduga ada kejanggalan dalam proses mutasi siswa, dan meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Kobar untuk turun tangan melakukan klarifikasi.

Selain itu, para orang tua murid menduga ada pesanan terselubung. Secara regulasi, siswa pindahan dapat mengikuti ujian dan memperoleh ijazah selama mereka terdaftar secara resmi dalam sistem Dapodik Nasional, dan proses mutasi dilakukan sesuai prosedur administratif yang berlaku.

Diantara “rumpian” wali murid, ada yang berpendapat semestinya dukungan penuh kepada SMPN 12 dan dinas terkait, tidak malah mengaturkan siswa untuk pindah ke sekolah lain dalam satu kecamatan yang jaraknya tidak terlalu jauh.

Pada akhirnya mereka berpendapat, setiap sekolah itu sama yang penting keseriusan siswanya dalam mengikuti proses belajar mengajar. (/”/*/)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MSC Gelar Istighosah dan Doa Bersama Sambut Nisfu Sya’ban

    MSC Gelar Istighosah dan Doa Bersama Sambut Nisfu Sya’ban

    • 0Komentar

    MSC menggelar rangkaian kegiatan keagamaan untuk menyambut malam Nisfu Sya’ban sebagai upaya memperkuat keimanan dan kesiapan spiritual umat Islam menjelang datangnya bulan suci Ramadan. JAKARTA | HITV – Muhamad Sanusi Center (MSC) menggelar rangkaian kegiatan keagamaan dalam rangka menyambut malam Nisfu Sya’ban di Jalan Warakas VII Gang 8, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (2/2/2026). Kegiatan […]

  • ‎Belitung Masuk 50 Kota Prioritas Nasional, Bupati: Amanah Besar dari Presiden untuk Membangun Daerah yang Lebih Hijau dan Modern

    ‎Belitung Masuk 50 Kota Prioritas Nasional, Bupati: Amanah Besar dari Presiden untuk Membangun Daerah yang Lebih Hijau dan Modern

    • 0Komentar

    ‎Penulis: Iswandi ‎Editor: AYS Prayogie ‎ ‎HITVBERITA.COM | Belitung  – Masuknya Kabupaten Belitung dalam daftar 50 kota prioritas nasional periode 2025–2029 disambut dengan penuh rasa syukur dan optimisme oleh Pemerintah Kabupaten Belitung. Penetapan itu, menurut Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah Hidayat, menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap potensi Belitung sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru […]

  • Roadshow Pasar Modal Syariah Digelar di Palangka Raya

    Roadshow Pasar Modal Syariah Digelar di Palangka Raya

    • 0Komentar

    Penulis: Royke Jhony Piay Literasi keuangan syariah diperluas ke daerah. Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Palangka Raya menggelar roadshow Pasar Modal Syariah bertema “Pasar Modal Syariah: Gaya Investasi Kekinian untuk Semua Kalangan”, Rabu (27/8), di aula rumah jabatan Wali Kota Palangka Raya. Kegiatan ini diharapkan melahirkan lebih banyak investor syariah baru di Kalimantan Tengah. HITVBERITA.COM […]

  • Bangun Kebugaran, GPIB Gelar Jalan Santai

    Bangun Kebugaran, GPIB Gelar Jalan Santai

    • 0Komentar

    Penulis: Ahdiyat HITVBERITA.COM | Jakarta – Jalan santai bukan sekadar olahraga, tetapi ruang belajar tentang kebiasaan sehat, disiplin, dan kebersamaan yang ingin ditanamkan GPIB kepada sekolah dan generasi muda. Jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menggelar kegiatan jalan santai di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (16/11/2025). Sejak pagi, para pengurus […]

  • Rayakan Kemerdekaan, Kades Pangauban Gelar Lomba Berhadiah Umrah dan Sapi

    Rayakan Kemerdekaan, Kades Pangauban Gelar Lomba Berhadiah Umrah dan Sapi

    • 0Komentar

    Penulis: Dinar Firmansyah Editor: Kang Aden Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, Kepala Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, H. Asep Peri Herdiansyah bersama istri tercinta Hj. Ida Farida Feri, menggelar serangkaian kegiatan dan perlombaan spektakuler yang mengundang antusiasme tinggi dari warga. HITVBERITA.COM | Garut – Berbagai lomba yang diselenggarakan […]

expand_less