Minggu, 1 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Gamelan Degung Bergema di Berlin, Sunda Menembus Eropa

Gamelan Degung Bergema di Berlin, Sunda Menembus Eropa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Di tengah riuh jadwal konser musim panas Eropa, sekelompok musisi dari Jawa Barat hadir membawa warna yang jarang terdengar: musik Sunda. (Foto/Arief/HITV)

Penulis: Arief Imanuwarta

Di Berlin yang riuh oleh denting piano dan gesekan biola musim panas, suara gamelan degung mengalun bagai bisikan angin dari kaki Gunung Tangkuban Parahu. Nada-nada logamnya merambat pelan, menembus dinding batu Konzerthaus yang megah, lalu jatuh lembut ke hati para penonton yang sebagian besar baru pertama kali mendengarnya.

Di balik panggung, para musisi Simpay Panaratas saling bertukar pandang, menghela napas, lalu menyerahkan jari dan rasa mereka pada irama yang diwariskan leluhur. Malam itu, di jantung Eropa, musik Sunda menemukan ruangnya—hangat, teduh, dan tak terlupakan.

HITVBERITA.COM | Berlin – Awal Agustus 2025, Berlin tak hanya hangat oleh musim panas yang mencapai puncaknya. Kota itu juga dirayapi denting gamelan degung dan gesekan tarawangsa yang lembut.

Di tengah riuh jadwal konser musim panas Eropa, sekelompok musisi dari Jawa Barat hadir membawa warna yang jarang terdengar: musik Sunda.

Mereka adalah Simpay Panaratas, kelompok musik tradisi asal Indonesia yang untuk pertama kalinya menapaki panggung-panggung penting di Jerman.

Selama lebih dari sepekan, rombongan ini menjelajahi Berlin dan Munich, membagi musiknya lewat lokakarya, konser, hingga tampil di Young Euro Classic Festival 2025—ajang musik klasik bergengsi dunia.

Perjalanan mereka dimulai di Rumah Budaya Indonesia (RBI) KBRI Berlin, 3–4 Agustus. Bukan sekadar tampil, mereka juga menghidupkan kembali kelompok gamelan degung yang pernah aktif di sana. Instrumen-instrumen yang lama terdiam dibersihkan, di stem ulang, dan dipukul lagi untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun.

“Rasanya seperti membangunkan teman lama dari tidur panjang,” ujar seorang anggota grup sambil tersenyum.

Dari Berlin, langkah berlanjut ke EineWeltHaus, Munich, 4–6 Agustus. Di kota Bavaria yang sarat sejarah itu, mereka menggelar lokakarya musik Sunda.

Instrumen-instrumen yang lama terdiam dibersihkan, di stem ulang, dan dipukul lagi untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun. (Foto/Arief/HITV)

Peserta lokal ada sekitar 36 orang, sebagian besar dari mereka belum pernah bersentuhan dengan gamelan—mereka duduk melingkar, mencoba meniru irama yang ditunjukkan. Denting demi denting mengalun pelan, kadang tersendat, lalu perlahan menyatu menjadi harmoni.

“Ada rasa damai saat memainkannya,” tutur seorang peserta dari Munich.

Puncak perjalanan tiba pada 9–10 Agustus di Berlin. Simpay Panaratas naik ke panggung Young Euro Classic Festival di Konzerthaus Berlin, gedung konser yang menjadi rumah bagi para musisi dunia. Tiket—275 lembar—ludes terjual.

Di bawah sorot lampu panggung, gamelan degung berpadu dengan karya kontemporer garapan Dedy Hernawan, pimpinan sekaligus komposer grup. Musiknya mengalir dari tradisi menuju eksplorasi modern, tanpa kehilangan akar Sunda.

“Ini pengalaman luar biasa. Bisa memperkenalkan musik klasik dan kontemporer Sunda di ruang internasional adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab budaya,” kata Dedy, pria asal Sumedang yang telah berkeliling dunia memperkenalkan musik tradisi.

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Berlin, Fajar Wirawan Harijo bersama kelompok musisi dari Jawa Barat yang hadir membawa musik Sunda. (Foto/Arief/HITV)

Dukungan penuh datang dari KBRI Berlin dan organisasi budaya Cara Bali e.V. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus kebanggaan, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Berlin, Fajar Wirawan Harijo, menyebut misi ini sebagai contoh nyata diplomasi budaya.

“Kami mendorong kolaborasi pemerintah daerah dengan seniman untuk mempromosikan budaya Indonesia di Jerman,” ujarnya.

Bagi Simpay Panaratas, langkah di Jerman ini bukan penutup, melainkan pintu pembuka untuk perjalanan budaya berikutnya. Di tengah dominasi musik Barat, kini suara Sunda menemukan ruangnya—membuktikan bahwa harmoni Nusantara punya tempat istimewa di telinga dunia.

Demikian laporan berita ini disampaikan oleh Reporter Arief Imanuwarta dari Kantor Perwakilan Redaksi Hitvberita.com Wilayah Eropa, berkedudukan di FrankfurtJerman.

(///)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bhabinkamtibmas Desa Sungai Buluh, Fasilitasi Mediasi Warga Secara Kekeluargaan di Lingga

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA Editor: Gunawan Upaya menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat terus dilakukan aparat kepolisian hingga ke tingkat desa. Sabtu (12/7/2025) Bhabinkamtibmas Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, seperti hal yang dilakukan oleh Brigadir Polisi Fisser Silitonga, SH, memfasilitasi penyelesaian perselisihan antar warga, Sabtu (12/7/2025), melalui mediasi kekeluargaan. HITVBERITA.COM | Lingga— Langkah ini […]

  • BPD Desa Tanah Merah Bentuk Panitia Pemilihan PAW Kades

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Zulfahmi Arsun
    • visibility 670
    • 0Komentar

    BPD Desa Tanah Merah membentuk panitia pelaksana Pemilihan Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa INDRAGIRI HILIR | HITV – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tanah Merah membentuk panitia pelaksana Pemilihan Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa dalam rapat yang digelar di aula Kantor Desa Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (19/1/2026). Kegiatan […]

  • Dabo Singkep Disorot MPKL, Aktivitas Tambang Bauksit Diduga Kebal Hukum

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    LINGGA | HITV – Aktivitas pertambangan bauksit di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat Peduli Kabupaten Lingga (MPKL) mempertanyakan penegakan hukum yang dinilai tidak adil dan terkesan hanya berpihak kepada pemodal atau penguasa. “Apakah keadilan hanya untuk penguasa?” ujar Ruslan, salah satu perwakilan MPKL, saat dimintai keterangan, Jumat (19/12/2025). […]

  • Debat Publik Kedua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Belitung 2024

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Dibaca: 12

  • Polda Sumut Ringkus Dua Pelaku Pembakaran Rumah Wartawan di Karo, Kapolda Motifnya Masih Didalami

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Medan | Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) menangkap dua orang berinisial R dan Y yang diduga sebagai pelaku pembakaran rumah wartawan Rico Sempurna Pasaribu di Jalan Nabung Surbakti, Kabupaten Karo, Sumut. “Pelaku yang ditangkap bertindak sebagai eksekutor,” kata Kapolda Sumatera Utara, Komisaris Jenderal Polisi Agung Setya Imam Effendi, saat merilis kasus tersebut di Karo, Sumatera […]

  • Kalteng Rumuskan Arah Kebijakan Lingkungan Lewat RPPLH 2025

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Kistolani Mangun Jaya
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai menyusun arah kebijakan lingkungan jangka panjang melalui Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) 2025. HITVBERITA.COM | Palangka Raya — Dokumen RPPLH 2025 tersebut diproyeksikan menjadi fondasi strategis pengelolaan lingkungan dalam 30 tahun ke depan, di tengah tekanan terhadap ruang hidup akibat perluasan perkebunan, pertambangan, serta pembangunan infrastruktur. Konsultasi publik […]

expand_less
Exit mobile version