Gamelan Degung Bergema di Berlin, Sunda Menembus Eropa
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
- visibility 56
- comment 0 komentar
- print Cetak

Di tengah riuh jadwal konser musim panas Eropa, sekelompok musisi dari Jawa Barat hadir membawa warna yang jarang terdengar: musik Sunda. (Foto/Arief/HITV)
Penulis: Arief Imanuwarta
Di Berlin yang riuh oleh denting piano dan gesekan biola musim panas, suara gamelan degung mengalun bagai bisikan angin dari kaki Gunung Tangkuban Parahu. Nada-nada logamnya merambat pelan, menembus dinding batu Konzerthaus yang megah, lalu jatuh lembut ke hati para penonton yang sebagian besar baru pertama kali mendengarnya.
Di balik panggung, para musisi Simpay Panaratas saling bertukar pandang, menghela napas, lalu menyerahkan jari dan rasa mereka pada irama yang diwariskan leluhur. Malam itu, di jantung Eropa, musik Sunda menemukan ruangnya—hangat, teduh, dan tak terlupakan.
HITVBERITA.COM | Berlin – Awal Agustus 2025, Berlin tak hanya hangat oleh musim panas yang mencapai puncaknya. Kota itu juga dirayapi denting gamelan degung dan gesekan tarawangsa yang lembut.
Di tengah riuh jadwal konser musim panas Eropa, sekelompok musisi dari Jawa Barat hadir membawa warna yang jarang terdengar: musik Sunda.
Mereka adalah Simpay Panaratas, kelompok musik tradisi asal Indonesia yang untuk pertama kalinya menapaki panggung-panggung penting di Jerman.
Selama lebih dari sepekan, rombongan ini menjelajahi Berlin dan Munich, membagi musiknya lewat lokakarya, konser, hingga tampil di Young Euro Classic Festival 2025—ajang musik klasik bergengsi dunia.
Perjalanan mereka dimulai di Rumah Budaya Indonesia (RBI) KBRI Berlin, 3–4 Agustus. Bukan sekadar tampil, mereka juga menghidupkan kembali kelompok gamelan degung yang pernah aktif di sana. Instrumen-instrumen yang lama terdiam dibersihkan, di stem ulang, dan dipukul lagi untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun.
“Rasanya seperti membangunkan teman lama dari tidur panjang,” ujar seorang anggota grup sambil tersenyum.
Dari Berlin, langkah berlanjut ke EineWeltHaus, Munich, 4–6 Agustus. Di kota Bavaria yang sarat sejarah itu, mereka menggelar lokakarya musik Sunda.
Instrumen-instrumen yang lama terdiam dibersihkan, di stem ulang, dan dipukul lagi untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun. (Foto/Arief/HITV)
Peserta lokal ada sekitar 36 orang, sebagian besar dari mereka belum pernah bersentuhan dengan gamelan—mereka duduk melingkar, mencoba meniru irama yang ditunjukkan. Denting demi denting mengalun pelan, kadang tersendat, lalu perlahan menyatu menjadi harmoni.
“Ada rasa damai saat memainkannya,” tutur seorang peserta dari Munich.
Puncak perjalanan tiba pada 9–10 Agustus di Berlin. Simpay Panaratas naik ke panggung Young Euro Classic Festival di Konzerthaus Berlin, gedung konser yang menjadi rumah bagi para musisi dunia. Tiket—275 lembar—ludes terjual.
Di bawah sorot lampu panggung, gamelan degung berpadu dengan karya kontemporer garapan Dedy Hernawan, pimpinan sekaligus komposer grup. Musiknya mengalir dari tradisi menuju eksplorasi modern, tanpa kehilangan akar Sunda.
“Ini pengalaman luar biasa. Bisa memperkenalkan musik klasik dan kontemporer Sunda di ruang internasional adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab budaya,” kata Dedy, pria asal Sumedang yang telah berkeliling dunia memperkenalkan musik tradisi.
Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Berlin, Fajar Wirawan Harijo bersama kelompok musisi dari Jawa Barat yang hadir membawa musik Sunda. (Foto/Arief/HITV)
Dukungan penuh datang dari KBRI Berlin dan organisasi budaya Cara Bali e.V. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus kebanggaan, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Berlin, Fajar Wirawan Harijo, menyebut misi ini sebagai contoh nyata diplomasi budaya.
“Kami mendorong kolaborasi pemerintah daerah dengan seniman untuk mempromosikan budaya Indonesia di Jerman,” ujarnya.
Bagi Simpay Panaratas, langkah di Jerman ini bukan penutup, melainkan pintu pembuka untuk perjalanan budaya berikutnya. Di tengah dominasi musik Barat, kini suara Sunda menemukan ruangnya—membuktikan bahwa harmoni Nusantara punya tempat istimewa di telinga dunia.
Demikian laporan berita ini disampaikan oleh Reporter Arief Imanuwarta dari Kantor Perwakilan Redaksi Hitvberita.com Wilayah Eropa, berkedudukan di Frankfurt – Jerman.
(///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar